13 April 2026
Beranda blog Halaman 42502

Puluhan Tokoh Minta KPK Buka Mentri Bermasalah

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (3/11). Dia mengaku kedatanganya itu untuk minta lembaga tersebut memanggil dan memeriksa menteri-menteri yang diduga memiliki catatan merah dan kuning, alias memiliki rekam jejak korupsi.
Dia juga akan meminta kepada KPK untuk terlibat menelusuri rekam jejak para calon pejabat negara baik di pemerintahan maupun di BUMN. Hal tersebut, kata Ray dalam rangka membangun pemerintahan yang bersih, maka gerakan Dekrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil  untuk Pemerintahan Bersih akan bertemu dengan pimpinan KPK.
“Kita kesini meminta kepada KPK untuk melakukan panggilan terhadap menteri-menteri yang diberi tanda merah dan kuning. Hal tersebut jangan hanya sekedar wacara politik saja. Kan itu sama dengan mencabut hak politik seseorang,” kata Ray ketika dimintai keterangan di Gedung KPK.
Dia mengatakan, KPK dalam hal ini harus juga mengungkapkan kasus menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang diduga diberi catatan merah dan kuning itu. “Jadi harus diungkapkan kasusnya, bukan nama-namanya. Jadi pengertiannya bukan nama, hal tersebut juga untuk menghindari fitnah. Ini kan hak politik mereka.”
Ray berpendapat, KPK seharusnya jika memang menteri yang diberi tanda merah dan kuning, maka KPK harus berani mencabut nama yang telah diduga ditandai itu.
“Kalau intinya itu merah, kenapa gak cabut saja, segera di di cabut nama-nama merah. KPK dalam hal ini harus mengungkap kasusnya,” kata dia.
Dalam hal ini, Ray datang bersama dengan tokoh-tokoh antara lain Yudi Latif, Romo Benny Susetyo, Chalid Muhammad (Dekrit Rakyat), Ray Rangkuti (Direktur LIMA), Haris Ashar (Kontras), Cilm (eksponen 98),Sri Palupi (Ecosoc), Dani Setiawan (KAU), Riza Damanik, Siti Maimunah, Jeirry Sumampow (TEPI), Sebastian Salang (FORMAPI), Neta Pane (IPW), Baiquni (eksponen 98), Sopyan (eksponen 98), Karyono Wibowo (Lingkar Studi Trisakti), dll. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Menteri Era SBY Sudah Lapor LHKPN, Zaman Jokowi Belum

Jakarta, Aktual.co — Meski sudah menjabat sebagai pembantu Presiden, namun hingga saat ini belum ada satu pun Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla yang melaporkan laporan harta harta kekayaan penyelenggara negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Namun demikian, hal tersebut berbanding terbalik dengan para mantan menteri yang sebelumnya menjabat di kabinet jilid II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 34 dari mereka 10 orang sudah melaporkan LHKPN ke KPK.
“Sampai hari ini belum ada satu pun Menteri (Kabinet Kerja) yang melaporkan harta kekayaannya. Sedangkan menteri yang lama ada 10 orang yang sudah membuat laporan,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Senin (3/11).
Meski demikian, Johan yang baru saja diangkat sebagai Deputi Bidang Pencegahan itu mengaku belum ada upaya khusus untuk meminta agar para menteri tersebut segera membuat LHKPN. Johan berpendapat, terhitung hari ini, para menteri tersebut baru menjabat selama seminggu.
“Kan baru seminggu menjabat. Waktunya masih banyak, sampai 90 hari sejak menjabat untuk membuat LHKPN. Kalau kita di sini ya menunggu saja para menteri tersebut datang dan membuat laporan.”
Dalam pemberitaan sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Zulkarnain mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengingatkan ataupun menyampaikan himbauan kepada para menteri tersebut untuk segera melaporkan harta kekayaannya.
Menurut dia, sebagai penyelenggara negara, harusnya para menteri tersebut sudah mengetahui kewajiban mereka. Para menteri ini semestinya menyadari bahwa laporan tersebut merupakan langkah awal sebagai komitmen para menteri untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Awal Pekan, Rupiah Menguat Tujuh Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, menguat tujuh poin menjadi Rp12.078 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.085 per dolar AS.

“Laju rupiah melanjutkan penguatan meski tipis seiring dengan ekspektasi positif terhadap data-data ekonomi yang akan dirilis pada awal pekan ini (3/11) oleh badan pusat statistik (BPS),” kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (3/11).

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar uang juga merespon positif pernyataan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum Januari 2015 untuk mengatasi defisit APBN.

“Kendati demikian, pelaku pasar perlu tetap mewaspadai potensi penurunan jika data ekonomi domestik tidak sesuai dengan ekspektasi,” katanya.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menambahkan bahwa pernyataan pemerintah mengenai penaikan harga BBM bersubsidi sebelum awal Januari 2015 masih menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.

Menurut dia, dengan dinaikkannya harga BBM bersubsidi itu diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan berkurang, sehingga akan dinilai positif oleh investor.

Di sisi lain, lanjut dia, inflasi Oktober diperkirakan mencapai 0,5 persen dan neraca perdagangan Indonesia periode September tahun ini diperkirakan juga membaik atau mengalami surplus meski tidak terlalu signifikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Awal Pekan, IHSG Menguat 12,99 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka menguat sebesar 12,99 poin 0,26 persen ke posisi 5.102,53 di tengah penantian data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,25 poin atau 0,37 persen ke posisi 871,30.

“Indeks BEI menguat seiring dengan pelaku pasar yang sedang menanti rilis data ekonomi oleh badan pusat statistik (BPS) yang diharapkan sesuai ekspektasi,” kata Head of Research Valbury Asia Alfiansyah di Jakarta, Senin (3/11).

Ia menambahkan bahwa jika data ekonomi Indonesia yakni inflasi dan neraca perdagangan menunjukan perbaikan diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG BEI ke area positif dalam pekan ini.

Namun, lanjut dia, penantian kepastian dari penaikan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini terus ditunggu pasar bisa menimbulkan dampak negatif bagi pasar. Diharapkan pemerintah segera merealisasikan penaikan harga BBM bersubsidi.

“Sentimen rilis data ekonomi dalam pekan ini serta penantian akan kepastian kenaikan BBM diperkirakan dapat menyebabkan IHSG bergerak bervariasi, potensi menguat pekan ini,” katanya.

Sementara itu terpantau pada pukul 09.30 WIB indeks BEI berbalik arah ke area negatif atau melemah sebesar 4,,56 poin (0,11 persen) menjadi 5.085,05.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 17,07 poin (0,07 persen) ke 23.980,99, indeks Nikkei naik 755,56 poin (4,83 persen) ke 16.413,76, dan Straits Times menguat 14,29 poin (0,42 persen) ke posisi 3.288,15.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Perlu Terlibat Awasi Proyek Giant Sea Wall

Jakarta, Aktual.co — Beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah berdiskusi dengan Wali Kota Rotterdam tentang Giant Sea Wall. Kota terbesar kedua di Belanda itu memang telah berpengalaman membangun pulau reklamasi serupa.
Namun, proyek tanggul laut raksasa yang memiliki nilai proyek Rp 500 triliun itu pun diduga saat ini terkatung-katung. Pasalnya, belum ada realisasi jelas mengenai tindak lanjut pengerjaan setelah pemancangan dilakukan itu.
Menanggapi hal tersebut, Indonesia Corruption Watch menganggap untuk mengawasi proyek tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi perlu dilibatkan dari awal. Pasalnya, nilai proyek untuk membangun tanggul raksasa itu tak sedikit.
“Sehingga itu jelas, harus ada pengawasan. Saya rasa dalam hal ini KPK perlu ikut campur ya. KPK harus terlibat sejak awal,” kata Koordinator ICW Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Emerson Yuntho ketika dihubungi Aktual.co, Senin (3/11).
Dia menilai, alasan KPK untuk dilibatkan karena nilai untuk mengerjakan proyek tersebut cukup pantastis. Sehingga perlu diawasi untuk menghidari terjadinya praktik korupsi. “Perlu ada pengawasan, dan pemerintah harus memikirkan itu.”
Jika perlu, sambung Emerson, KPK meminta keterangan soal pembangunan proyek tersebut. “Bahkan kalau perlu dimintai keterangan perlu tidak proyek ini,” kata dia.
Pemerintah resmi melakukan groundbreaking atau pencanangan dimulainya pembangunan tanggul pada Fase A mega proyek tersebut. Pembangunan tanggul ini akan berlangsung selama tiga tahun. Pembangunan akan dimulai pada tahun 2015 dan berakhir pada tahun 2018.
Pembangunan tanggul itu akan melibatkan baik Pemerintah Pusat, Pemerintah DKI, dan juga pihak pengembang. Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI akan bersama mengerjakan sepanjang 8 kilometer tanggul. Biaya ditanggung masing-masing separuh. Sisa 24 kilometer tanggul lainnya akan dikerjakan oleh pihak pengembang. Biaya akan dibebankan kepada para pengembang yang mengembangkan usaha di pesisir utara. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

KSBSI Ajukan Delapan Tuntutan ke Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Buruh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mengajukan delapan tuntutan buruh kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo menjelang pemberlakuan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015.
Menurut Presiden KSBSI Mudhofir di Jakarta, Minggu, pengajuan delapan poin tuntutan buruh tersebut sengaja dilakukan menjelang pengumuman dan pemberlakuan UMP 2015.
Poin yang diajukan, yakni pertama, kenaikan UMP DKI sebesar Rp3,2 juta; kedua, pencabutan Kepmen Nomor 231 Tahun 2003 tentang Tata Cara Penangguhan Pembayaran Upah; dan ketiga, pencabutan Permenaker Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum.
Keempat, pencabutan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 tentang Outsourching; kelima, penghapusan outsourcing di tubuh BUMN; dan keenam, ratifikasi konvensi ILO Nomor 189 tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga.
Poin ketujuh, menolak KHL Dewan Pengupahan DKI Jakarta, dan poin kedelapan pencabutan Pergub DKI Nomor 42 Tahun 2007 tentang Penangguhan UMP DKI Jakarta.
Poin-poin yang diajukan disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi yang ada di tengah masyarakat, termasuk memperhitungkan rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah dan berdampak meningkatkan laju inflasi, terutama kebutuhan hidup pokok akan melambung tinggi.
“Otomatis sangat berpengaruh terhadap daya beli buruh yang berimbas pada jauhnya cita-cita hidup layak bagi buruh,” ujar Mudhofir.
Mudhofir mengatakan bahwa politik upah murah hanya akan membuat perekonomian bangsa menjadi hancur, kurangnya produktivitas, kurangnya daya beli, melemahnya sektor perdagangan, dan lain-lain.
Jelang pemberlakuan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015, pemerintah diminta menyediakan sarana prasarana, salah satunya adalah upah layak bagi buruh.
“Persaingan pasar bebas ASEAN akan memaksa buruh membeli berbagai macam kebutuhan yang bukan tidak mungkin harga barang disamakan dengan harga pada negara-negara lain di wilayah ASEAN. Untuk itu, kenaikan upah harus disejajarkan dengan upah layak negara regional ASEAN lainnya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain