1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42582

Tak Seperti SBY, Jokowi Menghargai Orang yang Membesarkannya

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, langkah Jokowi menemui Prabowo sebelum dilantik adalah contoh yang patut diteladani bagi pemimpin kedepan.
Biar bagaimanapun, kata dia, Joko Widodo adalah pemimpin nasional yang terpilih yang ditemukan dan dibesarkan oleh Prabowo. Sebab, ketika Jokowi hendak maju sebagai Gubenur DKI Jakarta PDIP justru menolaknya.
“Prabowo yang meyakinkan Ibu Megawati untuk mencalonkan Joko Widodo maju sebagai Gubenur DKI Jakarta,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Aktual.co, Jumat (17/10).
Seorang pemimpin yang berhasil adalah yang bisa melahirkan pemimpin baru dan itulah yang ada pada diri Prabowo ketika mengetahui pontensi kepemimpinan seorang Joko Widodo dan kenapa Prabowo mau memperjungkan Jokowi sebagai cagub waktu itu.
“Tidak seperti SBY yang dibesarkan oleh Megawati tapi tidak mau mendatangi Mega pada saat pelantikannya tahun 2004,” kata dia.
“Kami juga berharap hubungan antara Ibu Mega dan Prabowo juga makin kondusif agar dapat sama sama membangun negara yang sudah hampir hancur sejak dipimpin SBY,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Geledah Kampus UNAS, BNN Temukan Ganja

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Badan Narkotika Nasional (BNN) menggeledah kampus Universitas Nasional (Unas) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terkait informasi dugaan penemuan narkoba.
“Kami kerahkan petugas K-9 (anjing pelacak) untuk menyisir lokasi,” kata juru bicara BNN Sumirat di Jakarta, Jumat.
Sumirat mengatakan tim K-9 menyisir lapangan parkir mobil dan motor yang diduga dijadikan tempat penyimpanan narkoba di Unas.
Setelah beberapa jam menyasar lokasi, petugas menemukan selinting ganja di kantin, satu bungkus seberat tiga gram ganja dan alat isap sabu-sabu (bong), serta aluminium foil di atas plafon Pos 2 kantin depan Unas.
Sumirat menyebutkan dari 491.000 orang pengguna narkoba terdapat 22 persen atau 100.000 orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kita berharap seluruh kampus bersih narkoba,” ujar Sumirat.
Namun petugas belum dapat memastikan pemilik bong, aluminium foil dan narkoba jenis daun kering tersebut.
Petugas juga telah berkoordinasi dengan pihak rektorat Unas guna mengadakan tes urine dan rambut terhadap seluruh civitas kampus termasuk dosen, karyawan dan mahasiswa.
Sementara itu, Humas Unas Metha menyatakan pihak rektorat telah bertemu dengan pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional guna membahas persoalan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemkot Jakbar Membiarkan PKL Berkeliaran di Gedung Pemkot

Jakarta, Aktual.co —Genderang perang terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang diutarakan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, nampaknya tidak berlaku bagi Pemerintah Kota Jakarta Barat. Pasalnya di sekitar Kantor Walikota Jakarta Barat aktivitas pedagang kaki lima (PKL) banyak ditemui. 
Bahkan para pedagang kaki lima juga menjajakan dagangannya hampir setiap hari, bahkan pkl juga berdagang di tangga-tangga gedung serta menawarkan barang dagangannya langsung ke meja-meja pegawai yang tengah bekerja.
Aneka barang yang ditawarkan PKL seperti tas, ikat pinggang, koran dan majalah, pakaian, batu akik serta obat-obatan. Bahkan di sekitar lokasi juga dibuka stand yang menawarkan kredit sepeda motor dan mobil.
Alhasil dengan maraknya PKL tersebut kondisi kantor Walikota Jakarta Barat pun menjadi semrawut. 
 mengatakan, pedagang resmi yang boleh berdagang berada di dekat pintu keluar orang.
“Pedagang resmi yang bekerjasama dengan koperasi berjualan di dekat pintu keluar. Kecuali dari itu ya ilegal,” ujar Kepala Bagian Umum dan Protokol Pemkot Administrasi Jakarta Barat, Haryanto, Jumat (17/10).
Dikatakan Heryanto kalau pihaknya akan melakukan penertiban pada para PKL ilegal yang kedapatan melakukan transaksi jual beli di kawasan Pemkot Jakarta Barat. 
“Kami segera tertibkan agar kantor ini tidak semrawut,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Razia Kampus Unas, BNN Temukan Paket Ganja

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional temukan narkotika jenis ganja di Kampus Universitas Nasional (Unas), Pejaten, Jakarta Selatan.
Ganja beserta alat penghisap sabu ditemukan di Ruang Serba Guna kampus saat BNN gelar razia di kampus tersebut.
“Kita dapati dari plafon kantin 1 paket ganja, di belakang toilet 1 linting ganja, dan dari ruang serba guna kita temukan alat penghisap sabu,” kata Kepala Humas BNN Kombes Sumirat, Jumat (17/10). 
Temuan itu didapat dari razia yang digelar sore tadi pukul 15.00 di dua kampus Unas. “Yaitu Kampus Pejaten dan Bambu Kuning,” ujarnya. 
Untuk penyisiran di dua kampus, BNN membagi dalam dua tim dengan dilengkapi anjing pelacak. Semua ruangan disisir mulai dari ruang serbaguna, kantin, hingga parkiran motor, maupun mobil.
Menanggapi temuan itu Wakil Rektor Universitas Nasional, Iskandar, mengakui kalau di wilayah kampusnya ternyata masih ada narkoba.
“Rupanya memang masih tetap ada. Karena banyak yang beranggapan kampus aman untuk memakai narkotika, tapi kita bebas bagi aparat untuk masuk,” jelasnya.
Iskandar berjanji akan menindak tegas jika ada mahasiswa yang memang terbukti memakai ataupun mengedarkan narkoba. “Ada uji urin dan tes kandungan rambut. Kalau terbukti kita kasih sanksi dari skorsing 2 semester sampai dikeluarkan.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemain PSCS Cilacap Dirotasi Hadapi Persis Solo

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pemain PSCS, dirotasi untuk menghadapi Persis Solo, dalam laga lanjutan babak delapan besar Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama 2014 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (18/10) malam.

“Kondisi pemain kami memang banyak yang cedera sehingga beberapa pemain kami dirotasi sebaik mungkin. Dengan demikian jika terjadi perubahan komposisi pemain, mudah-mudahan adik-adik tidak mengalami kesulitan dalam membentuk organisasi permainan,” kata pelatih PSCS Gatot Barnowo, di Cilacap, Jumat (17/10).

Ia mengakui bahwa beberapa pemain PSCS dalam kondisi kurang fit sehingga tidak dapat diturunkan saat menjamu Persis Solo.

Dalam hal ini, kata dia, sedikitnya empat pemain pilar PSCS yang kemungkinan tidak dapat diturunkan, yakni Taryono, Heru Nerli, Elvis Neilson, dan Gunaryo.

“Taryono kemungkinan besok (Sabtu, red.) tidak bisa kami turunkan, makanya kami siapkan Saeful Bahri sebagai pengganti. Mudah-mudahan Saeful Bahri bisa langsung ‘nyetel’ dan bisa memberikan kepercayaan kepada pelatih maupun tim,” katanya.

Kendati PSCS baru mendapatkan satu poin, dia mengatakan bahwa seluruh tim yang tergabung dalam grup P masih memiliki peluang untuk lolos ke babak empat besar.

Oleh karena itu, kata dia, sekecil apapun peluang yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh PSCS.

“Kami dengan Solo (Persis, red.) tetap main terbuka dan mudah-mudahan pertandingan pun berjalan ‘fair’. Apalagi ini sama-sama tim dari Jateng, sehingga siapa yang menang, memang itu tim yang paling siap,” katanya.

Ia mengharapkan Persis Solo dapat menurunkan pemain dengan kekuatan penuh sehingga pertandingan akan berjalan menarik.

Terkait prediksi pemain PSCS yang akan diturunkan, Gatot mengatakan bahwa posisi libero dipercayakan kepada Haudi Abdullah, sedangkan “stopper” diisi Erick Awaoundja dan Muhammad Arifin.

Sementara untuk bek kanan dan bek kiri, kata dia, kemungkinan akan dipercayakan kepada Julia Mardianus dan Asep Rudianto, lini tengah tetap diisi Rastiawan, Andesi, dan Saeful Amar, sedangkan lini depan Roberto Kwateh dan Saeful Bahri.

“Posisi penjaga gawang nanti kami lakukan rotasi, mungkin Wendra Kanasta yang akan diturunkan. Kami ingin mengangkat kembali mental Ega Rizky karena dalam beberapa pertandingan kebobolan terus sehingga tidak bisa memenangkan pertandingan, jangan sampai dia ngedrop,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Lebih Tahu Diri Dibanding Ahok

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo, Jumat (17/10) siang tadi, langkah yang positif bagi kepentingan nasional dimana sebelumnya banyak pihak yang tidak menginginkan pertemuan ini terjadi.
Biar bagaimanapun, kata dia, Joko Widodo adalah pemimpin nasional yang terpilih yang ditemukan dan dibesarkan oleh Prabowo. Sebab, sejarah mencatat ketika Jokowi mau maju sebagai gubenur DKI Jakarta justru ditolak oleh PDIP.
“Prabowo yang meyakinkan Ibu Megawati untuk mencalonkan Joko Widodo maju sebagai Gubenur DKI Jakarta,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Aktual.co, Jumat (17/10).
Seorang pemimpin yang berhasil adalah yang bisa melahirkan pemimpin baru dan itulah yang ada pada diri Prabowo ketika mengetahui pontensi kepemimpinan seorang Joko Widodo dan kenapa Prabowo mau memperjungkan Jokowi sebagai cagub waktu itu. 
Datangnya Jokowi ke Prabowo sebelum dilantik menjadi presiden adalah bentuk penghormatan yang besar bagi Gerindra dan Prabowo. Apa yang dilakukan oleh Jokowi menunjukan bahwa dirinya adalah orang yang sangat menghormati Prabowo. Joko Widodo punya sifat yang lebih baik dan tau diri dibandingkan Ahok yang kurang mengerti adat ketimuran.
“Ya semoga Jokowi bisa benar-benar menjalankan amanat rakyat dan program trisaktinya untuk kemajuan bangsa. Kedepan Joko Widodo juga harus berani menindak tegas para koruptor dan mafia migas yang banyak merugikan negara selama pemerintahan SBY,” kata dia.
“Mari kita lupakan masalah selama pilpres dan kita ‘move on’ untuk bersama sama mendukung pemerintahan Jokowi-JK dan terus mengkritisi dan menolak setiap program pemerintah dan kebijakan Jokowi-JK yang pro neolib dan merugikan kepentingan rakyat.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain