7 April 2026
Beranda blog Halaman 42659

Pengelola Sediakan Toilet Umum di Kawasan SUGBK

Jakarta, Aktual.co — Bagi anda yang acap kali memanfaatkan pelataran Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk berjoging, tidak perlu bingung untuk mencari toilet umum. Pasalnya, pihak pengelola SUGBK telah menyedikan ‘toliet portable’ yang tersebar di beberapa titik di pelataran SUGBK.

Seperti diketahui, sebelumnya banyak masyarakat yang mengeluh akibat susahnya mencari toilet umum di sekitaran SUGBK, apabila sedang melakukan aktifitas olahraga.

Dikatakan Anton (27), seorang warga Jakarta yang sedang berjoging di pelataran SUGBK, mengaku senang dengan perhatian yang diberikan oleh pengelola.

“Bagus sekali inisiatif pengelola. Jadi nggak usah cari-cari toilet lagi. Tapi tetep harus dirawat, biar bersih dan awet,” tutur Anton ketika di wawancarai Aktual.co di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (27/10).

Selain Anton, warga lainnya, Maya (23), yang tengah berjoging di sekitaran SUGBK juga angkat bicara terkait fasilitas kamar mandi yang disediakan oleh pengelola SUGBK.

“Berguna banget mas untuk ganti baju. Selama ini agak susah cari toilet. Harus cari dulu pintu berapa yang dibuka. Tapi harus tetep di rawat, yang pakai toiletnya juga harus sadar kebersihan,” ungkap Maya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenkeu-BPJS Sepakati Kesepahaman Stabilisasi SBN

Jakarta, Aktual.co —   Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menyepakati kesepahaman tentang koordinasi dalam rangka pemeliharaan stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Dalam rilis Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Senin (27/10) penandatanganan Nota Kesepahaman telah dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Nota kesepahaman ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk berkoordinasi dalam rangka melaksanakan stabilisasi pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Stabilisasi dilakukan melalui pembelian SBN sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, yang diharapkan dapat mendukung stabilitas sistem keuangan serta memperluas cakupan Bond Stabilization Framework (BSF) dengan melibatkan peran aktif BPJS.

Penandatangan Nota Kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan Keputusan Bersama antara Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan tentang mekanisme pelaksanaan koordinasi.

Sebelumnya, pada 2010, Kementerian Keuangan dengan Kementerian BUMN telah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Dalam Rangka Pemeliharaan Stabilitas Pasar SBN yang dilakukan untuk memperkuat BSF.

Dengan demikian, BSF saat ini merupakan kerangka koordinasi stabilisasi pasar SBN yang telah dilengkapi serta melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Asian Games 2018 jadi Prioritas Menpora Baru

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan, berdasarkan arahan dari Presiden Joko Widodo, pelaksanaan Asian Games 2018 di Tanah Air, akan menjadi prioritas pada awal jabatannya.

“Asian Games jadi prioritas. Memang masih empat tahun. Tapi semuanya harus dimaksimalkan termasuk membicarakan dengan ‘stakeholder’ lainnya,” kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/10).

Menurut dia, Asian Games 2018 menyangkut wajah Indonesia di mata internasional. Untuk itu pihaknya, dengan dukungan dari pemangku kepentingan lain, akan berusaha semaksimal mungkin mensukseskan pesta olahraga terbesar di Asia itu.

“Asian Games harus sukses. Begitu dengan SEA Games 2015 nanti. Kita harus menang, menang dan menang,” kata pria yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Imam Nahrawi setelah dilantik dan rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo, langsung menuju kantor Kemenpora yang berada di kawasan Senayan Jakarta. Pria kelahiran Bangkalan, Madura itu setibanya di kantor Kemenpora disambut oleh Sesmenpora Alfitra Salam dan jajaran eselon I dan III.

Imam Nahrowi datang ke Kantor Kemenpora dengan menggunakan kendaraan bernomor RI 48. Nomor kendaraan ini berbeda dengan menteri pendahulunya yaitu Roy Suryo yang menggunakan nomor kendaraan RI 45.

Setelah itu, Imam Nahrawi langsung melakukan rapat internal guna mendapatkan masukan terkait dengan pemuda dan olahraga. Orang nomor satu di Kemenpora itu juga akan mencari masukan dari berbagai kalangan termasuk atlet.

Meski baru satu hari masuk kerja, Imam Nahrawi langsung melaksanakan tugasnya termasuk memantau persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di halaman Candi Prambanan Yogyakarta pada Selasa (28/10).

Menghadiri puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, bisa dikatakan sebagai tugas pertama luar kota bagi pria kelahiran Bangkalan Madura itu. Imam Nahrawi pada peringatan itu juga akan memberikan penghargaan kepada pemuda dan atlet berprestasi.

Untuk kategori pemuda pelopor, tidak hanya datang dari kalangan pemuda berprestasi pada umumnya. Penghargaan juga akan diberikan kepada artis Afgansyah Reza yang dinilai sebagai pemuda berprestasi dan bebas narkoba.

Artikel ini ditulis oleh:

Hadapi Semen Padang, Pemain Arema Libur Latihan

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Arema, Suharno, mengungkapkna bahwa, menghadapi Semen Padang, beberapa pemain yang bertandingan dengan Persela Lamongan, diliburkan untuk melakukan latihan. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan stamina pemain.

“Pemain diliburkan agar pemain bisa recovery fisik sekaligus mengurangi kejenuhan sebelum melakoni pertandingan kembali melawan Semen Padang sebagai laga yang menentukan,” kata Suharno di Malang, sebelum bertolak ke Padang, Senin (27/10).

Selain itu, katanya, pada saat pertandingan menjamu Persela pun sudah dilakukan strategi untuk menghadapi Semen Padang, yakni menarik tiga pemain inti termasuk kiper Kurnia Meiga serta Gustavo Lopez dan Alberto Goncalves. Ditariknya ketiga pemain “starting eleven” itu sengaja dilakukan untuk menyimpan tenaga mereka dan itu sebagai bagian dari strategi.

Suharno mengakui dirinya tidak ingin ada pemain asuhannya itu mengalami cedera dan akhirnya tidak bisa memperkuat tim ketika menghadapi Semen Padang. Akhirnya, strategi menyimpan tenaga pemain harus dilakukan agar pemain tidak kelelahan, apalagi sampai cedera.

Menurut dia, kebugaran pemain memang wajib dijaga, sebab selama sepekan (21-25/10), Arema harus melakoni dua pertandingan berat dan penting, yakni meladeni Persipura Jayapura (21/10) di Stadion Mandala Jayapura dan Sabtu (25/10) meladeni Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

“Setelah menjamu Persela, anak-anak memang belum sempat latihan dan recovery bersama, karena Minggu (26/10) diliburkan dan pagi ini sudah bertolak ke Padang, sehingga recovery dan latihan kami lakukan di Padang,” tegas Suharno.

Pemain yang diboyong ke Padang untuk meladeni Semen Padang itu di antaranya adalah Kurnia Meiga, Achmad Kurniawan, Tierry Ghatuessy, Victor Igbonefo, Benny Wahyudi, Johan Al Farizie, Purwaka Yudhi, Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, Juan Revi, Hendro Siswanto, I Gede Sukadana, Sunarto, Alberto Goncalves, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Irsyad Maulana, dan Arif Suyono.

Pertandingan tersebut akan diselenggarakan di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Rabu (29/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Korupsi Transjakarta Drajat Adhyaksa Mulai Disidangkan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Transjakarta, Drajat Adhyaksa saat hendak menjalani sidang perdana terkait kasus pengadaan bus Transjakarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (27/10/2014). Dalam sidang tersebut, Drajat Adhyaksa didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait kasus dugaan penggelembungan harga pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2013 senilai Rp 1 triliun. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Dipimpin Jokowi-Ahok, Target Penerimaan DKI Jeblok 12 Triliun

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwicaksana mengatakan persoalan anggaran di DKI Jakarta selama masa kepemimpinan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lalu tidak hanya terkait penyerapan yang rendah. 
Tapi juga bermasalah di realisasi penerimaan anggaran. 
Kata dia, setelah dilakukan pengamatan dari sektor penerimaan, ternyata didapat kalau target APBD 2014 sebesar Rp72 triliun tidak akan mencapai target. 
“Hitungan kami dari target penerimaan hanya bisa mencapai Rp60 triliun. Dengan demikian dari sektor penerimaan mengalami penurunan mencapai Rp 12 triliun,” ujarnya, di Jakarta, Senin (27/10).
Dijabarkannya lebih lanjut, prediksi penurunan penerimaan APBD 2014 sebesar Rp12 triliun itu ada di sektor penerimaan pajak yang berkurang Rp4 triliun; sektor bagi hasil pajak Rp6 triliun; dan sektor penerimaan pajak retribusi yang berkurang hingga mencapai Rp 2 triliun.
Kata Tri ada tiga penyebab rendahnya penerimaan DKI di tahun 2014. 
Pertama, perencanaan yang buruk dalam hal kenaikan pajak reklame. Kedua, untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tidak disiapkan dengan baik. Dan penyebab ketiga, penerapan Sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) yang tergesa-gesa.
Adapun penyerapan anggaran rendah di DKI, menurutnya juga disebabkan oleh tiga hal.
Pertama ada di penggunaan e-budgeting yang tergesa-gesa. Kedua, kesiapan yang minim dari Unit Layanan Pelelangan (ULP). Dan ketiga, perencanaan yang buruk dari penggunaan anggaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain