12 April 2026
Beranda blog Halaman 42753

PBSI Targetkan Tiga Emas di SEA Games Singapura

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), menargetkan tiga medali emas dalam ajang pesta olahraga SEA Games 2015 di Singapura.

“Untuk sementara target kita samakan dengan SEA Games Myanmar sebanyak tiga emas karena saat itu hanya ada lima nomor yang diperebutkan,” kata Kepala Sub Bidang Pelatnas PBSI, Ricky Soebagdja di Jakarta, Jumat (24/10).

Ricky mengatakan, pihaknya bisa menargetkan lebih dari tiga emas bila ada nomor beregu di SEA Games Singapura, namun ia tidak menyangkal akan ada beberapa nomor yang masih mempunyai pesaing berat dari negara tetangga.

“Kabar yang saya dapat bahwa, nanti di Singapura ada nomor beregu, dengan begitu ada kemungkinan bisa mendapat lebih dari tiga medali emas,” katanya.

Selain itu dia mengatakan masih ada wacana untuk menurunkan atlet campuran senior dan junior dalam kompetisi tersebut.

“Untuk nama-nama atlet masih melewati beberapa tahap paling tidak ada pembicaraan untuk mencampur pemain muda dan senior untuk ikut dalam kompetisi SEA Games 2015,” katanya.

Ricky mengatakan ada beberapa pemain yang telah berhasil meraih medali yang akan diturunkan ke Singapura di antaranya pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, maupun Praveen Jordan/Debby Soesanto.

“Nanti semua melalui proses seleksi dan tahapan, kemungkinan satu hingga dua bulan sebelum kompetisi, nama yang pasti akan keluar,” katanya.

Selain itu dia mengatakan akan melakukan evalusi dari setiap kejuaraan yang diikuti oleh atlet bulu tangkis sebelum menentukan nama-nama yang akan diajukan ke kompetisi SEA Games Singapura.

“Sebelum berangkat ke kejuaraan manapun pihaknya sudah memiliki target masing-masing sehingga nantinya akan kami evaluasi yang bukan sekedar laporan akan tetapi kami minta hasil dan aksinya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

PT Pusri Jual Pupuk ke Perkebunan Swasta

Jakarta, Aktual.co —  Perseroan Terbatas Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) sejak Januari hingga September 2014 telah menjual pupuk urea nonsubsidi atau komersial ke perusahaan perkebunan swasta sebanyak 332.872 ton.

“Pupuk urea nonsubsidi itu dipasarkan ke perusahaan perkebunan di sembilan provinsi yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pusri Sulfa Ghanie di Palembang, Jumat (24/10).

Selain ke perusahaan perkebunan swasta, dalam kurun waktu tersebut, PT Pusri juga telah menjual pupuk urea nonsubsidi itu ke sejumlah perusahaan sektor industri, bahkan ada yang diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia.

Realisasi penjualan pupuk ke perusahaan sektor industri dalam kurun waktu sembilan bulan itu mencapai 135.096 ton, sedangkan yang berhasil dipasarkan ke luar negeri mencapai 71.719 ton pupuk urea, ujarnya.

Menurutnya, guna meningkatkan pendapatan perusahaan, selain melaksanakan kewajiban yang ditugaskan pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di sembilan provinsi rayon atau wilayah kerja PT Pusri, pihaknya tetap berupaya melakukan kegiatan bisnis dengan memasarkan pupuk secara komersial.

Kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial itu akan terus ditingkatkan guna memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi seiring sedang dibangunnya satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik urea tertua di dunia, Pusri II, yang dibangun pada 1974.

Saat ini dengan empat pabrik yang memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dan perusahaan perkebunan dalam negeri serta sebagian dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Kegiatan pemasaran dan produksi pupuk urea tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik, sehingga program pengembangan perusahaan bisa berjalan sesuai rencana dan secara bertahap dapat segera direalisasikan, ujar Sulfa.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

“Satu Hati Melayani” Versi MHJS

Jakarta, Aktual.co — Memperingati hari ulang tahun (HUT) yang pertama, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), menggelar aksi sosial donor darah. Aksi ini digelar 24 Oktober lalu di kawasan rumah sakit, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Dalam melakukan aksi sosial ini, MHJS menggelar kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). 
Menurut CEO MJHS, dr David Santoso, aksi donor darah ini mengambil tema “Satu Hati Melayani”. Tema ini diambil sebagai bentuk kepedulian, sebab setetes darah sangat berarti bagi kehidupan orang lain.
“Kebutuhan darah tiap tahun meningkat. Menyadari hal tersebut, MJHS mengambil inisiatif donor darah. Acara ini juga melibatkan masyarakat umum, karyawan dan keluarga karyawan,” imbuhnya.
Selain itu, aksi donor darah juga terkait konteks menjaga kesehatan. Jadi, dengan donor darah, hidup menjadi sehat. Dan hidup sehat sudah menjadi tuntutan. 
“Dalam bahasa latin ada kata-kata ‘mens sana in corpore sano’, artinya di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat. Dan itu yang harus digalakkan,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hasil Sidak, KPK Beri Sanksi Anas, Akil dan 4 Tahanan Lain Dijenguk

Jakarta, Aktual.co —  Meski besok, Sabtu (25/10) hari libur Nasional, namum Komisi Pemberantasan Korupsi melarang bagi kerabat para koruptor untuk membesuk keluarganya yang saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan KPK.

“Pertimbangan, banyaknya pelanggaran yang dilakukan dan keterbatasan jumlah pesonil dikhawatirkan waktu kunjungan akan dimanfaatkan keluarga untuk kembali menyelundupkan barang-barang yang tidak diperbolehkan,” kata Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Jumat (24/10).
.
Dia mengatakan, larangan tersebut diberlakukan karena sebelumnya, dari serangkaian sidak yang dilakukan di rutan ditemukan 9 hanphone, 3 powerbank dan 1 modem wifi. Terhadap pelanggaran tersebut, kata dia, telah dijatuhkan sanksi kepada 6 orang tahanan di lt 9 Rutan C1.

“Ke 6 tahanan tersebut adalah: Akil Mochtar, Anas Urbaningrum, Teddy Renyut, Mamamk Jamaksari, Gulat Manurung, dan Kwe Cahyadi Kumala. Serta  3 orang tahanan KPK di Rutan Guntur, yaitu: Heru Sulaksono, efektif sejak 16 Okt, Teuku Chairy Wardhana sejak 13 Okt, dan Ade Swara sejak 20 Oktober,” kata Priharsa

Dia mengatakan, hukuman itu sudah berlaku efektif sejak 9 Oktober 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Panpel Persib Bawa Penyulut “Flare” ke Komdis PSSI

Jakarta, Aktual.co — Panitia Penyelenggara pertandingan (Panpel) Persib Bandung, memboyong penonton penyulut “flare” atau kembang api, saat pertandingan Maung Bandung melawan Persebaya Surabaya, pada delapan besar ISL 2014 grup L menghadap ke Komdis PSSI di Jakarta, Jumat (24/10).

“Ya seorang penonton mengaku sebagai penyulut ‘flare’ pada saat pertandingan Persib melawan Persebaya, Jumat ini dibawa Panpel menghadap ke Komdis PSSI di Jakarta,” kata Humas PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Irfan Suryadireja di Bandung, Jumat.

Ia menyebutkan, pada pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung itu, Komisi Disiplin PSSI menemukan ada penonton berbaju hitam di salah satu tribun yang menyulut flare saat pertandingan Persib lawan Persebaya berakhir dengan skor 3-1.

Dengan temuan itu, Persib terancam sanksi tampil melawan Mitra Kukar, Minggu (26/10) tanpa penonton, sesuai dengan regulasi yang ada di PSSI. Salah satunya larangan penyulut kembang api atau flare pada pertandingan ISL 2014 dengan ancaman pertandingan tuan rumah tanpa penonton.

Irfan menyebutkan, bobotoh Persib itu datang ke Kantor Sekretariat PT PBB di Jalan Sulanjana Kota Bandung, dan mengakui perbuatannya menyulut flare pada saat pertandingan Persib melawan Persebaya berakhir.

“Dia datang sendiri ke Kantor PT PBB dan mengakui perbuatannya, ia mengaku hanya melakukannya sebagai bentuk euforia, mengekspresikan suka citanya setelah Persib memenangkan pertandingan. Ia mengaku tidak berniat hal negatif selain untuk merayakan kemenangan Persib,” kata Irfan.

Menurut Irfan, pria yang mengaku bobotoh setia Persib itu, mengaku terkejut ketika membaca di media massa, Persib Bandung terancam saksi menggelar pertandingan melawan Mitra Kukar tanpa penonton akibat tindakan penyulutan flare pada pertandingan sebelumnya.

“Dia meminta maaf dan bersedia ikut menghadap Komdis PSSI. Maka hari Jumat ini ia ikut dan hadir dalam Sidang Komdis PSSI,” kata Irfan yang juga Ketua SIWO PWI Jawa Barat itu.

Terkait kehadiran penonton pada pertandingan Persib melawan Mitra Kukar, menurut Irvan tergantung pada hasil sidang Komdis.

“Bila tim lain berhasil menangkap pelaku penyulut flare, maka di Persib justeru penyulutnya datang sendiri dan mengakui perbuatannya dan bersedia dihadirkan di hadapan Komdis,” katanya.

Sementara itu pertandingan melawan Mitra Kukar merupakan partai penentu bagi Persib Bandung yang membutuhkan minimal satu angka untuk memastikan diri lolos ke babak semifinal dan memastikan juara grup L.

Persib juga masih menyisakan pertandingan tandang melawan tim sekotanya Pelita Bandung Raya (PBR) pada Kamis (30/10) di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung.

Artikel ini ditulis oleh:

Patung Pemuda Membangun di Senayan Bermakna Besar Bagi Pemuda

Jakarta, Aktual.co — Patung Pemuda Membangun ini terletak di Bunderan Air Mancur Senayan. Patung ini menggambarkan seorang pemuda gagah dan kuat menjunjung obor berbentuk piring berapi. Makna obor adalah sebagai penerang dan secara filosofi adalah untuk menerangi hati yang gelap dan diharapkan pemuda mengambil peranan secara aktif dalam pembangunan karena ditangan pemudalah terletak masa depan bangsa. 
Monumen yang terletak tidak jauh dari pertokoan Ratu Plaza ini dibuat oleh tim patung yang tergabung dalam Biro Insinyur Seniman Arsitektur (ISA) dibawah pimpinan Imam Supardi dan penanggung jawab pelaksanaan yaitu Munir Pamuncak.
Patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972. Rencana semula peresmiannya akan dilakukan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1971, namun saat itu patung belum selesai dibangun sehingga peresmiannya pun tertunda beberapa bulan. Seluruh pendanaan pembuatan patung disandang oleh perusahaan minyak saat itu bernama Pertamina. Ketika itu pimpinan tertingginya adalah Ibnu Sutowo yang ikut memegang peranan.
Dinamakan pemuda membangun karena patung tersebut menggambarkan seorang pemuda membawa obor dengan semangat yang berkobar. dari jauh patung ini terlihat seperti tanpa busana, guratan-guratan urat dan gumpalan otot ditonjolkan untuk mendukung ekspresi gerak dari tokoh pemuda. Dikutip dari wikipedia, Jumat (24/10).

Berita Lain