12 April 2026
Beranda blog Halaman 42985

Pakar: Jakarta Butuh Pohon Penyerap Karbon Dioksida

Jakarta, Aktual.co —Pakar Lingkungan Universitas Indonesia Mohammad Hasroel Thayib mengatakan Provinsi DKI Jakarta membutuhkan pohon penyerap karbon dioksida yang menjadi salah satu parameter pencemaran udara, dan tidak sekadar menanam pohon pelindung di ruang terbuka hijau (RTH) yang telah tersedia.

“RTH mempunyai peran sebagai pengubah energi cahaya matahari menjadi energi atau oksigen dan tidak mengubahnya menjadi energi panas. Jadi ada dua peran yang berbeda yaitu sebagai penyerap panas dan mengubah energi radiasi matahari menjadi oksigen,” katanya di Jakarta, Jumat (17/10).

Perbedaan peran tersebut kata dia, juga akan berdampak kepada perlakuan jenis pohon yang ditanam, apakah sekadar perindang atau pohon yang mampu menyerap polutan di udara.

Khusus untuk pohon penyerap CO2, pemerintah disarankan menanam pohon khusus seperti Ginkgo Biloba yang banyak ditanam di Jepang yang punya peran besar meminimalkan pencemaran udara, sementara pohon-pohon lainnya yang saat ini ditanam seperti angsana atau pinus lebih sebagai pohon peneduh dan kurang menyerap CO2.

“Saya mencoba menghubungi teman-teman yang ada di Jepang agar bisa mendatangkan biji Ginkgo Biloba ke sini untuk dikembangbiakkan. Mungkin agar sulit berkembang karena berbeda habitatnya,” katanya.

Walaupun agak sulit dikembangkan di Indonesia atau Jakarta, namun dia optimistis dengan peran teknologi yang dimiliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dapat dilakukan mutasi sehingga bisa bisa beradaptasi dengan lingkungan Indonesia.

Sebab menurut dia dengan kondisi pertumbuhan kendaraan di Jakarta sebesar 8-12 persen per tahun, peluang meningkatnya pencemaran udara yang diakibatkan sektor transportasi tidak bisa dihindarkan.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi. Tak perlu meniadakan pohon yang telah ditanam saat ini, tapi perlu menyisipkannya dengan pohon penyerap CO2. Apalagi bila dilihat dari udara hanya sedikit ruang terbuka hijau yang kelihatan,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil pemantauan kualitas udara kontinyu yang dilakukan pada tahun 2013 di lima titik wilayah perkotaan ditemukan paramater pantau karbon monoksida, sulfur dioksida dan ozon telah berada di atas ambang batas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

MPR Undang Amien Rais ke Pelantikan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua MPR RI Amien Rais diundang dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober mendatang.
“Ini sedang usahakan, bisa besok atau minggu kami undangnya. Intinya, sebelum tanggal 20 Oktober saya akan menemui beliau,” kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan usai mengikuti silaturahim tokoh bangsa di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (17/10).
Dalam pertemuan itu hadir mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR yang juga anggota DPD Oesman Sapta Odang, dan Wakil Ketua MPR EE Mangindaan.
Zulkifli yakin sebagai negarawan Amien Rais dapat hadir dalam pelantikan presiden-wakil presiden yang juga merupakan pesta demokrasi dan ajang silaturahim antartokoh bangsa.
“Dari kemarin, semua negarawan yang kami undang bisa hadir. Ada Pak Habibie, Bu Mega, Pak SBY dan Pak Boediono, mudah-mudahan Pak Amien juga bisa bergabung dengan mereka,” kata dia.
Setelah mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah, Zukifli Hasan beserta pimpinan MPR lainnya berencana akan menemui Prabowo Subianto untuk menyampaikan undangan pelantikan Jokowi-JK. (Baca: Amien Rais Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-JK Bila Diundang)
Sebelumnya, Mantan Ketua MPR Amien Rais belum memastikan untuk hadir di acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober 2014. Hal itu lantaran dirinya belum mendapat undangan pelantikan.
“Kalau diundang saya datang, tapi kan saya sudah enggak dapat undangan, sebagai apa saya diundang,” kata Amien di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/10). 

Artikel ini ditulis oleh:

Kerugian Kasus Indosat M2 Bisa Dicicil, Kejagung: Tapi Jangan Kelamaan

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah membentuk tim untuk melakukan negosiasi dengan PT Indosat, untuk menunaikan kewajiban membayar uang pengganti Rp 1,3 triliun, terkait kasus korupsi PT Indosat Mega Media 2 (IM2), dengan terpidana bekas Direktur PT IM2 Indar Atmanto.
Pembayaran uang penggganti itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 787K/PID.SUS/2014 tanggal 10 Juli 2014 yang memperbaiki Amar Putusan PT DKI nomor 33/pid/tpk/2013/PT DKI tanggal 12 Desember 2013 dengan menyatakan terdakwa Indar Atmanto telah melakukan perbuatan pidana.
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung R Widyo Pramono mengatakan, timnya juga sudah bekerjasama dengan Pusat Pemulihan Aset atas persoalan ini. Bahkan, sambung Widyo, timnya sudah bertemu dengan pihak Indosat untuk membahas mekanisme pembayaran uang pengganti dalam kasus itu.
“Ada upaya (Indosat) untuk membayar, tetapi mengangsur. Kita akan upayakan mencicilnya itu harus bagus. Jangan mencicil kepanjangan sampai lama,” kata Widyo usai Salat Jumat di Kejagung, Jakarta, (17/10).
Ketika disinggung kapan dimulai dan berapa lama waktu harus mengangsur untuk melunasi denda, Widyo mengaku hal itu akan dibicarakan secara khusus antara timnya dengan Indosat. Menurut dia, hal itu butuh pendalaman secara baik. “Tidak perlu gegabah, nanti negara rugi,” katanya.
Widyo menambahkan, yang jelas dengan adanya upaya ini maka uang negara yang berhasil diselamatkan dari perbuatan korupsi bertambah.
Seperti diketahui, pelaksanakan eksekusi ini berdasarkan putusan MA nomor 787K/PID.SUS/2014 tanggal 10 Juli 2014 yang memperbaiki Amar Putusan PT DKI nomor 33/pid/tpk/2013/PT.DKI tanggal 12 Desember 2013 dengan menyatakan terdakwa Indar Atmanto bersalah.
Putusan itu berisi bahwa Indar dipidana penjara delapan tahun, denda Rp 300 juta subsider kurungan enam bulan. Dan menghukum PT Indosat Mega Media (IM2) membayar uang pengganti Rp 1.358.343.346.670. Indar sudah dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadis Kesehatan: Air Minum Jakarta Berbakteri

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan sumur dangkal yang digunakan warga sebagai sumber air minum keseharian sudah tidak layak dikonsumsi karena telah tercemar bakteri serta logam berat.
“Bakteri bisa saja diakibatkan oleh rembesan dari septic tank atau bak penampungan air limbah warga. Belum lagi logam berat yang karena ada aktivitas industri,” katanya di Jakarta, Jumat (17/10).
Emmawati mengatakan meskipun air sumur dimasak namun masih ada unsur kimia besi yang dikandung dalam air, belum lagi unsur kimia lain yang bila dikonsumsi tidak baik untuk kesehatan jiwa.
Karena itu lanjut dia pemerintah provinsi menyarankan warga beralih pada penggunaan air isi ulang dan air perusahan air minum (PAM), walaupun dari sisi cakupannya masih terbatas dan belum menjangkau semua konsumen.
“Tentu warga bertanya apakah air isi ulang sudah memenuhi standar kelayakan ketika diminum? Kami rutin melakukan pemeriksaan atau uji laboratorium tentang air isi ulang yang disediakan produsen. Dan itu jalan, kalau tidak layak pasti tidak diberikan izin beroperasi,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, bila seseorang dalam jangka waktu panjang terus mengonsumsi air sumur yang terkontaminasi logam berat akan menderita kanker, merusak ginjal, membentuk kristal, mengganggu sirkulasi darah serta kanker hati.
“Karena itu penting ada instalasi pengolahan air limbah terpadu dan komunal sehingga tidak ada limbah yang mencemari lingkungan termasuk air sumur yang setiap hari dikonsumsi warga,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jelang Pertandingan Lawan Persipura, Tiga Pemain Arema Cedera

Jakarta, Aktual.co — Tiga pemain pilar Arema Cronus, mengalami cedera, jelang pertandingan melawan Persipura Jayapura, Selasa (21/10). Pertandingan itu adalah, pertandingan lanjutan babak delapan besar Liga Super Indonesia, yang akan diselenggarakan di Stadion Mandala Jayapura.

Pelatih Arema, Suharno, mengaku optimistis ketiga pemain tersebut bakal sembuh pada saat menjelang keberangkatan tim ke Papua.

“Kami terus berkomunikasi dengan tim dokter terkait perkembangan ketiga pemain yang saat ini masih dalam proses pemulihan dari cederanya,” katanya di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/10).

Ketiga pemain yang mengalami cedera dan dalam proses pemulihan itu adalah Samsul Arif, Juan Revi dan Irsyad Maulana. Suharno meyakini para pemain yang mengalami cedera itu bisa segera sembuh dan diboyong ke ranah Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura.

Oleh karena itu, lanjutnya, tim pelatih juga memboyong pemain lebih banyak untuk berjaga-jaga terhadap kondisi pemain di Papua. Biasanya pemain Arema yang diboyong untuk melakoni pertandingan luar kandang hanya 18 orang, tapi pada saat dijamu Persipura nanti ada 19 pemain yang di bawa.

Menurut Suharno, pemain yang diboyong ke Papua nanti harus ideal, artinya siap secara fisik maupun mental. Sebenarnya, semua pemain ingin diturunkan ketika melawan Persipura, namun tim pelatih memutuskan hanya pemain yang benar-benar siap yang bakal di bawa.

Selain membawa pemain lebih banyak untuk antisipasi, pelatih juga mewaspadai lini belakang dan tengah Persipura, seperti Lim Jun Sik yang memiliki daya jelajah tinggi dan cukup merepotkan setiap tim lawan, termasuk Arema. “Hanya saja, kami masih belum tau satrategi apa yang akan diformulasikan Jacksen F Tiago ketika menghadapi Arema di kandangnya, apakah bertahan atau bermain agresif dan menyerang,” ujarnya.

Sebelum bertolak ke Papua yang rencananya besok (Sabtu, 18/10) malam dan memboyong 19 pemain terbaiknya, para pemain masih digembleng permainan dengan umpan-umpan silang, bertahan, menyerang serta memaksimalkan serangan dan umpan-umpan sayap.

Meski bermain di kandang Persipura, Arema tetap menargetkan mampu mencuri poin agar langkah lolos ke babak semifinal semakin lapang. Pada putaran pertama babak delapan besar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, ARema menundukkan Persipura dengan skor telak 3-0.

Artikel ini ditulis oleh:

Awasi Rumah Susun, Dewan Kota Minta Dilibatkan

Jakarta, Aktual.co — Anggota Dewan Kota Jakarta Utara M Arfan Madrianta mengharapkan pemerintah kota melibatkan pihaknya dalam pengawasan rumah susun di daerah itu.

Selaku perwakilan masyarakat selama ini Dewan Kota tidak diajak serta untuk mengawasi rumah susun yang ada di Jakarta Utara, ke depan akan lebih baik semua pihak bersama-sama terlibat, kata dia di Jakarta, Jumat (17/10).

Menurut dia, pengawasan rumah susun yang ada di Marunda dan lainnya perlu melibatkan semua pihak karena yang lebih memahami kondisi masyarakat sekitar tentu warga setempat.

Sehingga tidak ada lagi upaya pemindahan kepemilikan dan orang yang tidak berhak menempatinya, ujarnya.

Sebelumnya, puluhan petugas gabungan Satpol PP, TNI, kepolisian serta Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta melakukan penyegelan dan penggembokan terhadap ratusan unit Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam pemeriksaan itu dari 1.000 ribu unit rusun di 10 blok di Cluster B, sebanyak 107 unit disegel karena tidak sesuai Surat Perjanjian (SP) kontrak dan 33 unit lain digembok karena tidak ditempati.

Lebih lanjut Arfan mengatakan selaku anggota Dewan Kota pihaknya berkomitmen membangun dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kendati bukan seperti Dewan Perwakilan Daerah, tetapi merupakan representasi perwakilan masyarakat pada setiap kecamatan, kata dia.

Ia memastikan Dewan Kota siap mengakomodir permasalahan yang terjadi di lapangan dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain