12 April 2026
Beranda blog Halaman 42993

Pemerintah Teken MoU Renegosiasi Kontrak Karya Weda Bay Nickel

Jakarta, Aktual.co — PT Weda Bay Nickel (WBN) dan Pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait renegoisasi Kontrak Karya. Dalam penandatanganan ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Perusahaan menyambut gembira penandatanganan MoU dengan Pemerintah yang menandai tercapainya kesepakatan yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Kami berterima kasih kepada pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian ESDM, yang telah mendukung proyek kami dan telah banyak membantu kelancaran dari proses renegosiasi ini,” kata Presiden Direktur WBN Alain Giraud di Jakarta, Jumat (17/10).

Menurutnya, kelanjutan dari penandatanganan MoU adalah penandatanganan amandemen yang akan dilakukan pada kemudian hari. Kedepannya, WBN berharap tahapan ini akan membantu mempercepat upaya kami untuk mendirikan industri nikel di kawasan Timur Indonesia, tepatnya di Halmahera Tengah.

Pada 2011, WBN terpilih sebagai salah satu dari 17 proyek strategis yang mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) Indonesia dan berdasarkan hasil keputusan akhir investasi, memiliki potensi untuk menyediakan sekitar 3.500 lapangan pekerjaan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan milestone penting bagi proyek kami. Meski demikian akan ada beberapa tahapan penting lainnya yang perlu kami lalui sebelum perusahaan dapat memulai tahapan konstruksi pendirian pabrik pengelolaan nikel dengan teknologi hidrometalurgi,” ujar Alain.

Proses tersebut tentunya memerlukan waktu, sambung dia, untuk itu kami mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya serta karyawan kami, khususnya, di sekitar wilayah proyek beroperasi untuk dapat bekerjasama dengan kami agar semua proses persiapan dapat berjalan dengan lancar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Terkait Kurs Rupiah, Ini Harapan BI Pada Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang ditemui disela-sela acara perpisahan Menteri Koordinasi (Kemenko) bidang Perekonomian menaruh harapan untuk perekonomian Indonesia.

“Prestasi yang ada saat ini harus dipertahankan dan jadi lebih baik lagi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/10).

Menanggapi tentang nilai rupiah menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi JK yang akan dilaksanakan 20 Oktober ini, dirinya mengatakan rupiah bakal aman-aman saja.

“Saya berharap nilai tukar rupiah aman-aman saja. Sepertinya lebih stabil menjelang pelantikan ini,” tukasnya.

Seperti diketahui, acara perpisahan Kementerian Koordinasi (Kemenko) bidang Perekonomian yang dilakukan hari ini, Jumat (17/10) dihadiri beberapa pejabat dan staff Kemenko.

Beberapa menteri yang hadir diantaranya, Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perhubungan ad Intern Bambang Susantono, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kriteria Menteri ESDM versi Menko Perekonomian

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung (CT) berpesan kepada pemerintah baru di bawah kepemimpinan Jokowi-JK agar memperhatikan sektor ESDM.

“Sektor ESDM sangat strategis bagi negara. Sektor ini punya peran besar dalam penerimaan negara dan untuk digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar CT yang juga menjabat plt Menteri ESDM di Jakarta, (17/10).

Lebih lanjut CT mengatakan bahwa sektor ESDM juga memiliki peran yang besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Salah satunya, memiliki potensi listrik yang banyak. Oleh sebab itu, CT berpesan agar Jokowi memilih figur yang tepat untuk menjadi Menteri ESDM.

“Pesan saya untuk Menteri ESDM, taruh orang yang kompeten, integritasnya tidak tercela, tidak punya conflict of interest, punya kemampuan dan ahli di bidangnya, serta mengerti masalah Migas,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait nama yang cocok menjadi Menteri ESDM, dirinya enggan memberikan nama. “Sulit kalau menyebut nama orang,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pertemuan Jokowi-Prabowo, PDIP: Mereka Tokoh Indonesia yang Hebat

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengapresiasi pertemuan Joko Widodo dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dia pun menilai keduanya merupakan tokoh hebat.
“Kunjungan silaturahmi Jokowi kepada Prabowo hari ini membuktikan bahwa mereka berdua adalah tokoh-tokoh Indonesia yang hebat,” kata Basarah, Jumat (17/10).
Basarah mengatakan, ciri-ciri pemimpin hebat adalah pemimpin yang selalu tanggap terhadap perkembangan situasi, dan siap mengambil inisiatif untuk mengambil berbagai langkah penyelesaian masalah.
Dia mengatakan, Jokowi sadar bahwa tiga hari lagi akan menjadi Presiden bagi segenap rakyat Indonesia, bukan presidennya partai Koalisi Indonesia Hebat, PDI-P, apalagi presidennya orang Solo.
“Oleh karena itu, keputusannya untuk menemui tokoh-tokoh politik di luar pendukung KIH membuktikan Jokowi seorang yang berjiwa kesatria dan negarawan,” kata dia.
Selain itu, pertemuan siang tadi bagi Prabowo dengan sukarela menerima kunjungan silaturahim Jokowi adalah suatu sikap yang cerdas dan menunjukkan sikap kenegarawanannya.
Hal itu menurut dia, di tengah berbagai macam spekulasi publik akan adanya gangguan dalam proses pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2014.
“Bagi Jokowi, kompetisi pilpres sudah selesai, dan pemilihan pimpinan DPR/MPR juga sudah selesai,” kata dia.
Pertemuan Jokowi-Prabowo berlangsung di kediaman Sumitro Djojohadikusumo di Jalan Kertanegara Nomor 4 Jakarta Selatan.
Pertemuan keduanya berlangsung secara tertutup, Jokowi datang pukul 10.05 WIB dan pertemuan berlangsung selama 10 menit. Jokowi di dampingi ketua tim transisi Rini M. Soemarno, Deputi Tim Transisi Andi Wijanarko, dan politisi PDI Perjuangan Aria Bima.
Sementara itu Prabowo didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Edy Prabowo. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Tepat, Dinsos Kelola Rusun

Jakarta, Aktual.co —Rencana pengalihan pengelolaan rumah susun dari Dinas Perumahan dan Gedung DKI ke Dinas Sosial DKI dianggap tepat.
Karena dengan begitu Dinas Sosial bisa mengurus persoalan administrasi penghuni rusun. Sementara Dinas Perumahan bisa fokus di penataan fisik rusun.
“Dinas sosial nanti bertugas mengurus persoalan administrasi, mencatat siapa yang berhak tinggal di rumah susun. Kalau bangun fisik kan gampang, sementara bangun warga tidak mudah,” kata pengamat perkotaan Yayat Supriatna, ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (17/10).
Jika sudah dikelola Dinsos, dia menyarankan bisa dibuat tata tertib peraturan sedemikian rupa sehingga penghuni rusun menjadi nyaman dan betah menempati tempat tinggalnya.
Latar belakang dialihkannya pengelolaan rusun, ujarnya, karena saat ditangani Dinas Perumahan ternyata banyak ditemui preman yang berprofesi jadi penjaja unit rusun dengan tarif tertentu. 
Di mana Dinas Perumahan dinilai tidak mampu mengatasi masalah premanisme yang kerap terjadi di rusun. 
Diberitakan sebelumnya, setelah rusun dikelola Dinsos DKI selanjutnya akan dibuat kesepakatan dengan penyewa rusun untuk menaati peraturan. 
Jika tidak, resikonya adalah penyewa rusun akan dituntut ke jalur hukum.
“Setelah itu saya minta polisi ikut masuk dan membantu memberantas premanisme. Nanti, Dinas perumahan hanya mengurus, membangun, dan pelihara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota DKI, Selasa (14/10) lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Komentar Masyarakat Soal Siaran Langsung Pernikahan Raffi-Nagita

Jakarta, Aktual.co — Hari ini, Jumat (17/10) selebritis tanah air, Raffi Ahmad mempersunting pujaan hatinya, Nagita Slavina. Prosesi pernikahan kedua pasangan artis tersebut disiarkan secara langsung di stasiun Televisi tanah air. Ada banyak komentar positif dan negatif terkait dengan acara tersebut. 
Dan berikut ini kami sajikan sejumlah komentar masyarakat terkait pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang disiarkan secara langsung oleh TV swasta. 
Menurut Angga Nugraha (27), Eksekutif Muda yang mempunyai rumah makan cukup terkenal di Bandung berpendapat”Ya menurut saya sih, ya turut berbahagia saja dengan pernikahannya Raffi Ahmad yang sudah jadi salah satu ikon idola penikmat hiburan tanah air. Dengan ditontonnya gelaran pernikahannya oleh banyak pasang mata, doanya pun akan semakin banyak. Semoga bahagia.”
Dan beberapa komentar lain seperti salah satu komunitas Shuffle anak muda Di Bandung pun berpendapat, “Acara terlalu sombong, ria, menampilkan berlebihan secara live pula, seperti tidak ada acara lain.”
Sementara itu Nuryati (22) ibu rumah tangga juga berkomentar “Menurut saya mungkin karena dia artis papan atas yang terkenal playboy dan menikah jadi stasiun televisi mengambil keuntungan dari acara tersebut walaupun itu sifatnya jadi sombong.”
Adhi Wibawa (22), Pekerja Swasta justru berkomentar menarik, “Bagus karena mengenalkan proses pernikahan adat Jawa, baik buat pembelajaran yang masih belum mengetahuinya. Tapi mungkin ga disiarin terlalu lama kali yah.”
Memang pendapat akan muncul berbeda-beda tetapi kita sebagai masyarakat seharusnya juga bisa memilah tontonan mana yang patut kita tonton.

Berita Lain