9 April 2026
Beranda blog Halaman 43010

Rudi Kenal Artha Meris Ketika Masih Jabat Wamen ESDM

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Rudi Rubiandini mengaku, pertama kali kenal dengan terdakwa Artha Meris Simbolon bermula ketika menghadiri acara pengumuman pemenang lelang bahan bakar minya subsidi solar.
Hal itu diakui Rudi,  saat memberikan kesaksian dalam perkara dugaan suap terkait permohonan rekomendasi formula, dan gas amoniak dengan terdakwa Artha Meris Simbolon, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/10).
“Kenal hanya beberapa menit ketika itu saya menjadi Wamen ESDM, ketika itu saya disuruh menghadiri acara. Namun pada saat acara mulai, pak Menteri hadir.  Dan situ saya hanya perkenalan hanya 3-4 menit,” kata Rudi di Pengadilan.
Namun demikian, Rudi tetap berkelit bahwa dalam pertemuan disebuah acara itu, dirinya tak saling berbincang dengan Artha Meris. Sebab, sebelum acara dimulai, ternyata Menteri ESDM saat itu, Jero Wacik tiba-tiba hadir.
“Disitu saya hanya kenalan saja. Tidak ada percakapan lain,” kata Rudi menegaskan.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, telah menjatuhkan vonis dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Rudi Rubiandini.
Rudi dinyatakan terbukti menerima hadiah dan janji, berupa uang sebesar 200 ribu dolar Singapura, 900 ribu dolar Amerika dari Widodo Ratanachaitong selaku perwakilan PT Kernel Oil Singapura dan Fossus Energy melalui Direktur Operasional PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya.
Dia juga dinilai terbukti menerima uang senilai 522.500 dolar Amerika dari Artha Meris Simbolon selaku Dirut PT Kaltim Parna Industri (KPI).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

DPR Tunda Pemilihan Pimpinan Komisi

Jakarta, Aktual.co — Rapat paripurna pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR ditunda sampai Joko Widodo-Jusuf Kalla dilantik, pada 20 Oktober.
“Nama-nama (anggota tiap komisi) disepakati dalam rapat paripurna pada hari Selasa setelah pelantikan untuk lebih fokus dari penyusunan nama-nama tersebut,” kata wakil ketua DPR Agus Hermanto usai rapat di ruang pansus gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/10).
Agus mengatakan, sebelum rapat paripurna pada, Selasa (21/10) nanti, seluruh fraksi yang ada di DPR wajib menyerahkan nama-nama anggotanya di tiap komisi dan alat kelengkapan kepada sekjen DPR.
Setelah disahkan, paripurna kemudian menyepakati jadwal pemilihan pimpinan komisi yang teknisnya digelar di masing-masing komisi. Agus mengatakan bisa saja hari itu juga langsung pemilihan pimpinan komisi.
“Pemlihan pimpinan komisi dipimpin masing-masing wakil ketua DPR. Misal saya membidangi komisi IV, V, VI dan VII dalam pemilihan komisi,” kata dia.
Mekanisme pemilihan ketua komisi itu sendiri, kata Agus, akan mengedepankan musyawarah mufakat, jika tidak bisa maka voting dengan sistem paket.
“Kita tadi tidak bicarakan mekanisme. Tapi kita utamakan musyawarah mufakat, kalau tidak tercapai maka voting dengan paket pimpinan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Korsel Bayar 70 Persen Biaya Korut di Asian Games

Jakarta, Aktual.co — Korea Selatan membayar lebih dari 70 persen tagihan, yang timbul dari kehadiran kontingen Korea Utara pada Asian Games 2014 di Incheon.

Masalah subsidi atas kehadirah delegasi Korut pada pesta olahraga Asia yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober itu, sempat menjadi masalah ketika Seoul menyatakan, tidak ingin menerima tim penggembira dari Korut.

Pyongyang menuduh Seoul arogan, dan akhirnya membatalkan pengiriman tim penggembira yang menemani kontingen olahraga ke Incheon.

Akhirnya kesepakatan tercapai bahwa Korsel hanya akan membayar sebagian biaya kontingen, tidak penuh seperti sebelumnya.

“Meskipun kami menerapkan norma-norma internasional untuk event sepeti Asian Games, tapi kami mempertimbangkan bahwa Korsel dan Korut punya hubungan khusus,” kata Park Soo-Jin, jurubicara Kementerian Unifikasi Korsel, dikutip AFP, Kamis (16/10).

Total tagihan kontingen Korut di Asian Games sekitar 750 juta won (708 ribu dolar AS), dan mereka membayar sekitar 200 juta won untuk makanan dan akomodasi di perkampungan atlet.

Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan, pihaknya menangggung sisa pembayaran sebesar 550 juta won, sebagian besar untuk biaya penyiarann televisi dan transportasi.

Delegasi Korut disedikan transportasi khusus selama Asian Games, karena alasan keamanan.

Park mengatakan bahwa dana tersebut diambil dari anggaran pemerintah untuk kebutuhan antarwarga Korea.

Artikel ini ditulis oleh:

Terpilih, Roby Arya: Tidak Akan Ada Lagi Anggota DPR Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Hubungan Internasional di Sekretariat Kabinet, Roby Arya Brata, menyatakan jika dirinya terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), makan tidak akan adalagi anggota dewan yang terlibat korupsi.
“Pokoknya misi saya kalau jadi pimpinan KPK tidak ada lagi anggota dewan yang ditangkap karena sistemnya sudahberintegritas,” ujar Roby, ketika dihubungi, Kamis (16/10).
Selain itu, jika terpilih nanti tidak adalagi operasi tangkap tangan yang akan dilakukan KPK.
“Jadi, kalau saya ditakdirkan jadi pimpnan KPK saya tidak ingin mengedepankan penangkapan orang. Karena orang ini kan kasian, dia punya keluarga, anak, istri. Bukan berarti bahwa saya tidak berani nangkap koruptor. Tapi, tidak ada lagi yang ditangkap karena sistemnya sudah berintegritas,” kata Roby.
Selain itu, Roby pun mengklaim dirinya memiliki latar belakang yang cukup banyak untuk menjadi pimpinan KPK. Salah satunya, mempunyai pengalama di kebijakan publik dan hukum.
“Bukan menyombongkan diri, tapi semua background lengkap saya punya.Saya  aktif dalam kegiatan public policy termasuk ketika di Australia,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PT KAI Tertibkan Pengolahan Sampah di Juanda

Jakarta, Aktual.co —PT Kereta Api Indonesia (KAI) menertibkan kawasan tempat pengolahan sampah di bawah jembatan kereta api Stasiun Kereta Api Juanda, Jakarta.

“Setelah sosialisasi dan kerja sama dengan kewilayahan kita lakukan penertiban barang-barang yang ditampung di bawah jalan layang Juanda-Sawah Besar,” kata Kepala Humas PT KAI Daop I Agus Komaruddin di Jakarta, Kamis (16/10).

Pantauan Antara, penertiban dilakukan di tempat pengolahan sampah yang berada di bawah jembatan kereta api, di belakang Stasiun Juanda, Jakarta, daerah Jalan Pintu Air.

Penertiban tersebut, karena terkait dengan penataan kembali kawasan bersih dan rapi di Stasiun Juanda.

“KAI akan mengembalikan fungsi ruang bawah jalan layang sesuai peruntukannya untuk ruang terbuka hijau,” katanya.

Penertiban dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), beberapa anggota TNI, aparat keamanan stasiun, dan beberapa karyawan PT KAI, serta dibantu warga sekitar.

Salah satu warga, Sumiati, mengaku pasrah atas penertiban tersebut karena memang tanah itu milik PT KAI.

Selanjutnya, ia dan teman-temannya tidak dapat menggunakan tempat itu lagi sebagai tempat pengolahan sampah dari pemulung.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

WHO: 4.493 Jiwa Melayang Akibat Ebola

Jakarta, Aktual.co — Korban tewas akibat virus Ebola telah mencapai 4.493 jiwa dan situasi di Guinea, Sierra Leone dan Liberia terus memburuk akibat wabah tersebut.
WHO juga mengatakan bahwa sudah 8.997 orang yang positif maupun diduga terjangkit Ebola di tujuh negara sampai pada 12 Oktober lalu–sebagian besar di antaranya terdapat di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea.
Selain di tiga negara tersebut, virus Ebola juga mulai menjangkiti sejumlah pekerja kesehatan di Amerika Serikat dan Spanyol. Di sisi lain, WHO menilai Senegal dan Nigeria berhasil mencegah penyebaran wabah.
“Sudah jelas bahwa situasi di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone terus memburuk akibat penyebaran Ebola,” kata WHO dalam sebuah laporan tertulis.
Di Guinea, sudah 843 orang yang tewas karena penyakit tersebut. Kasus baru juga semakin meningkat di kota Conakry dan distrik Coyah.
Sementara di Liberia, WHO mengatakan bahwa masalah pengumpulan data telah membuat badan PBB tersebut kesulitan untuk menarik kesimpulan mengenai evolusi wabah. WHO menduga jumlah kasus di negara itu jauh lebih besar dari yang tercatat.
Sejumlah bantuan dari komunitas internasional sudah mulai berdatangan ke tiga negara Afrika Barat. Amerika Serikat menempatkan 4.000 tentara di Liberia untuk membangun 17 unit perawatan Ebola (ETU).
Menurut keterangan kepala lembaga bantuan USAID di Liberia, Ben Hemingway, pembangunan ETU dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain