9 April 2026
Beranda blog Halaman 43009

Periset Sebut Ketegangan Politik Bikin Ongkos Ekonomi Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Riset Katadata Heri Susanto mengatakan bahwa pemerintah Jokowi-JK berpotensi menghadapi lima ancaman jika ketegangan politik terus berlanjut. Kelima ancaman itu adalah pelemahan kurs rupiah dan indeks saham, memburuknya iklim bisnis, terhambatnya pembangunan infrastruktur, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, dan meningkatnya pengangguran.

Menurutnya Heri, para elite politik dari kedua kubu yaitu koalisi Prabowo dan Jokowi perlu secara arif meredakan ketegangan dan menghindari terjadinya kebuntuan negosiasi yang bisa berujung pada krisis politik.

“Jika kebuntuan politik terus berlanjut, bahkan semakin memanas, sangat mungkin ancaman-ancaman tersebut akan menjadi kenyataan. Jika ini terjadi, maka perekonomian nasional benar-benar tersandera oleh kepentingan sempit politik dan akibatnya ongkos ekonomi yang harus ditanggung seluruh rakyat sangat mahal,” kata Heri saat ditemui di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis (16/10).

Ia menyarankan, bagi pemerintahan baru, mengingat beratnya tantangan ekonomi ke depan, presiden Jokowi hendaknya juga memilih sepenuhnya tim ekonomi kabinet dari kalangan profesional yang memiliki rekam jejak teruji, baik dari sisi integritas maupun kapabilitas.

“Terlalu riskan jika portofolio ekonomi yang sangat penting dalam lima tahun ke depan, dipertaruhkan dalam ruang negosiasi politik,” lanjutnya.

“Presiden Jokowi jangan mengulang kesalahan masa lalu,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Investor Tiongkok Bangun Pelabuhan Kalbar Rp30 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Investor asal Tiongkok berencana menginvestasikan dana sebesar Rp30 triliun untuk membangun pelabuhan berskala internasional di Provinsi Kalimantan Barat.

“Lokasinya di Pulau Pelapis, Kabupaten Kayong Utara,” ungkap Sekda Provinsi Kalbar M Zeet Hamdy Assovie di Pontianak, Kamis (16/10).

Menurut dia, pelabuhan tersebut nantinya akan menjadi tempat penampungan crude palm oil, tambang serta bahan bakar minyak skala besar. Bahan bakar minyak itu nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan di Kalbar sendiri, Kalteng, serta sekitar Kalbar.

“Karena pulau tersebut berada di perlintasan internasional, dan langsung ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” ujar M Zeet Hamdy.

Ia menambahkan, izin pelabuhan itu telah diterbitkan Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Kedalaman lautnya juga dianggap ideal yakni sekitar 16 meter.

“Ini lebih dalam dibanding rencana lokasi lainnya di Kalbar,” kata dia.

Sebelumnya, ada dua rencana lokasi pembangunan pelabuhan internasional di Kalbar. Yakni di Pulau Temajuk, Kabupaten Mempawah, dan Tanjung Gundul, Kabupaten Bengkayang. Pembangunan pelabuhan tersebut diperkirakan dimulai pada tahun depan. Saat ini, tengah dipersiapkan analisa mengenai dampak lingkungan kalau pelabuhan tersebut direalisasikan.

“Kalau lancar, tahun 2017 sudah selesai pembangunannya,” kata M Zeet. Ia mengakui, pelabuhan itu juga untuk mengantisipasi meningkatnya produksi CPO Kalbar yang diperkirakan mencapai 5 juta ton pada lima tahun mendatang.

Menurut M Zeet, ada potensi pajak senilai Rp2 triliun dari bagi hasil pajak ekspor ke Kalbar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rudi Akui Ikut Dilobi Bos Grup Parna Raya

Jakarta, Aktual.co — Bos Grup Parna Raya Marihad Simbolon disebut ikut melobi permohonan rekomendasi penurunan formulasi harga gas amoniak kepada PT Kaltim Parna Industri.
Hal tersebut diakui oleh Bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Rudi Rubiandini ketika menjadi saksi di sidang lanjutan terdakwa Artha Meris Simbolon di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/10).
Rudi mengaku, ketika itu Marihad mengeluh bakal bangkrut bila harga jual gas kepada perseroannya tidak berubah. Bahkan, kata Rudi Marihad pernah tiba-tiba datang ke kantornya. Marihad, menurut dia, langsung mengeluh soal harga gas itu.
“Marihad datang ke kantor saya, sekitar lima menit saja, mengeluh masalah PT KPI akan gulung tikar kalau harga gas tetap seperti ini,” kata terpidana kasus suap proyek SKK Migas itu.
Rudi mengaku, dari laporan anak buahnya, Popi Ahmad Nafis, diketahui ada kesenjangan harga jual amoniak dari Total kepada perusahaan lain di Kalimantan Timur. PT KPI, lanjut dia, harus membeli gas amoniak dari perusahaan minyak dan gas asal Prancis itu dengan harga USD 12. Sementara saingan mereka, PT Kaltim Pasific Amoniak, bisa membeli dengan harga USD 5.
“Marihad mau dinegosiasikan dengan penjualnya. Karena gasnya dari Total. Setelah itu dilakukan negosiasi. Ternyata yang sudah dilakukan harga untuk PT KPA dinaikkan, tapi PT KPI belum diapa-apakan. Mestinya selesai negosiasi Maret 2013, tapi April belum selesai,” kata Rudi.
Bahkan, Rudi mengaku pernah diajak Marihad bermain golf di lapangan golf Gunung Geulis. Di sela-sela kegiatan itu, lanjut dia, Marihad kembali mengulangi permintaannya kepada Rudi.
“Marihad pernah mengajukan permohonan ke BP Migas ingin membangun perusahaan gas di Jawa Timur. Tapi tidak jadi. Dia menanyakan lagi soal itu, tapi saya bilang tidak mungkin karena seluruh gas amoniak di Jawa Timur didistribusikan untuk pupuk,” kata Rudi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

PD Pasar Jaya Bakal Renovasi 153 Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co —PD Pasar Jaya menargetkan renovasi 153 pasar tradisional di wilayah ibu kota, Jakarta, selesai pada 2016.

“Ada sebanyak 153 pasar tradisional yang akan segera kita renovasi dalam waktu dekat, dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun ke depan,” kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan suntikan dana melalui penyertaan modal pemerintah (PMP) bernilai sebesar Rp4,5 triliun.

“Melalui PMP tersebut Pak Wagub (Basuki Tjahaja Purnama) menginstruksikan agar dibangun pasar-pasar tradisional yang dapat bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan modern yang makin marak saat ini,” ujar Djangga.

Dengan dilakukannya renovasi tersebut, dia menuturkan, maka nantinya kondisi pasar tradisional di Jakarta akan semakin bersih, tertata rapi dan nyaman untuk dikunjungi.

“Jadi, lewat renovasi itu, kita ingin menghilangkan kesan kumuh dan jorok di pasar-pasar tradisional. Pasar akan kita buat bersih dan ditata ulang supaya pengunjung merasa nyaman ketika berbelanja,” tutur Djangga.

Selain penataan ulang, dia mengungkapkan pihaknya juga akan menerapkan konsep baru, yaitu para pedagang hanya diizinkan untuk memiliki satu kios saja agar tidak ada lagi pedagang yang merasa berkuasa hanya karena memiliki banyak kios.

“Disamping itu, kita juga mau mulai menerapkan sistem transaksi secara non tunai di pasar tradisional. Sehingga, pembeli bisa membayar belanjaannya dengan uang elektronik atau electronic money (e-money),” kata Djangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ekonom: ‘Balance of Payment’ Seperti Kolestrol

Jakarta, Aktual.co — Pada bulan ini, Bank Indonesia (BI) rate diputuskan tidak berubah seperti bulan-bulan sebelumnya yaitu masih di level 7.5 persen. Jikalau BI Rate diturunkan maka neraca capital dan finance account bakal terkerek turun, pada akhirnya akan memukul pasar domestik.

“Kalau BI rate diturunkan, neraca capital and finance account juga menurun, hal ini bisa memukul pasar domestik, kredit juga akan turun, dan pertumbuhan ekonomi juga melemah,” ujar Ekonom Unika Atmajaya, Agustinus Prasetyantoko, Kamis (16/10).

Menurutnya, untuk mengatasi finansial dalam negeri ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan, seperti akses tabungan yang mudah dan kesadaran masif di dalam negeri tentang pentingnya pengetahuan finansial.

Selain itu, lanjutnya, ada hal yang perlu dilakukan agar finansial Indonesia membaik adalah menjaga balance of payment dan memperketat kebijakan moneter senilai 3.75 persen.

“Data balance of payment itu seperti data kolestrol. Kolestrol tinggi karena kebiasaan pola hidup yang tidak baik, cara menyembuhkannya tidak bisa langsung harus bertahap. Anggaplah kebijakan moneter sebagai obat yang harus kita telan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pedagang Keluhkan Pembagian Relokasi PKL Monas

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah pedagang Monas mengeluhkan kuota pembagian jatah daftar pedagang kaki lima (PKL) yang akan direlokasi ke tempat baru pemusatan pedagang di Kawasan Ikatan Restoran Taman Indonesia (IRTI) Monas, Jakarta Pusat.

“Beberapa nama kami tidak ada dalam daftar PKL yang direlokasi, jadi kami tidak dapat jatah,” kata Sri salah satu pedagang lama di Monas, Kamis (16/10).

Ia mengeluhkan nama yang tertera dalam daftar relokasi tidak sesuai dengan data yang ada selama ini.

“Saya di sini sejak tahun 1992, saya hafal nama pedagang yang ada dan itu berbeda dengan yang tertulis,” ujarnya.

Jumlah PKL yang dipindah berjumlah 339 ke tempat penampungan baru yang saat ini dalam proses pengerjaan.

Setelah dikonfirmasi dengan petugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kukuh Hadi Santoso, pedagang diminta untuk menghubungi pihak pengurus UKM (Usaha Kecil Menengah), karena bukan wewenang dari Satpol PP.

Ia mengatakan nanti akan disampaikan kepada pihak yang berwenang menangani kuota PKL.

“Kami ingin diselesaikan dengan musyawarah saja, tanpa harus saling menyalahkan, yang terpenting nasib kami diperhatikan,” kata Sri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain