7 April 2026
Beranda blog Halaman 43019

Droping Terlambat, Warga Ambil Air Bersih Dari Sendang

Semarang, Aktual.co — Warga di kampung Deliksari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang kembali kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih. Pasalnya, dropping bantuan air bersih yang diberikan oleh Pemda setempat sering terlambat dengan alasan yang tidak jelas.
Hal itu dikeluhkan salah seorang warga RT 04/RW VI Kampung Deliksari, Setyaningsih, (30). Pihaknya mengatakan sering telat mendapatkan bantuan air bersih. Dengan kondisi tersebut, selama ini dia selalu mengambil air dari sendang yang berjarak 1 kilometer dari rumahnya.
“Padahal, kondisi jalannya sangat terjal dan sulit dilalui. Kemarin sempat dijanjikan sama Pak RW akan mendapatkan dropping air bersih lagi tapi ternyata sampai sekarang tak kunjung tiba,” kata dia, Rabu (15/10).
Jalan terjal yang sulit dilalui itulah, yang akhirnya membuatnya terpaksa mengangsu atau mengambil air dari Sendang untuk digunakan mencuci memasak hingga mandi. Dia mengatakan, rutinitas seperti ini harus dilakoninya kembali lantaran debit air sumur di kampungnya sering menyusut selama musim kemarau panjang.
Dia menjelaskan, untuk membawa air dari Sendang biasanya mengandalkan sang suami atau jasa angkut air di mana setiap mengangkut dikenai ongkos sebesar Rp 6000 per empat jerijen. “Kalau tadi pagi, suami saya yang langsung mengambil air dari Sendang. Jaraknya dari rumah saya sekitar 1 kilometer,” ungkap dia.
Sementara, warga lainnya Suharni, juga mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, jatah bantuan air bersih di 6 RT saat ini sering kali telat. “Bahkan, sejak sebulan terakhir bantuannya selalu datang terlambat. Kita yang tinggal di sini jadi susah dapat air bersih,” terang wanita berkulit gelap tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembongkaran Lapak Pedagang Kaki Lima Monas

Petugas Satpol PP membongkar lapak pedagang di lapangan IRTI Monas, Jakarta, Kamis (16/10/2014). Sebanyak 1.500 personil Satpol PP DKI Jakarta diterjunkan untuk membongkar lapak pedagang PKL sebagai upaya menata kembali kawasan Monas. AKTUAL/ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Jokowi, Waspadai Orang-orang Ini yang Rekomendasikan Calon Menteri

Jakarta, Aktual.co — Ada beberapa nama yang harus dipertimbangkan Jokowi, karena akan merekomendasikan (mengendorse) atau memasukkan lagi orang-orang yang bermasalah dalam kabinet. Diantaranya adalah Luhut Binsar Panjaitan, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan 2000-2001, Rini M S Soewandi mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan setelah bercerai berganti nama menjadi Rini Soemarno.

Demikian disampaikan pengamat politik Rusmin Effendy di Jakarta, Kamis (16/10).

“Nama Rini Suwandi diduga terlibat kasus penerbitan SKL (surat keterangan lunas) para pengemplang BLBI yang melibatkan Megawati, penjualan asset pabrik gula RNI serta tukar guling pembelian Sukhoi,” tegasnya.

Selain itu, nama mantan Gubernur DKI Sutiyoso, mantan Dirut Pertamina Ari Soemarno juga harus diperhatikan serius.

“Ari Soemarno sendiri diduga terlibat berbagai kasus korupsi, seperti impor minyak Zatapi yang merugikan negara Rp 500 miliar,” sambungnya.

Selanjutnya, mantan Menteri Kehutanan Prakoso, mantan Menteri DKP Rokhmin Dahuri juga harus mendapat perhatian.

“Rokhmin sendiri terseret kasus dana non-badgeter DKP. Bukan hanya itu nama eks menkeu Sri Mulyani yang terjerat skandal Bank Century, Ribka Tjiptaning dalam penghilangan ayat tembakau juga mesti diperhatikan,” imbuhnya.

Rusmin menjelaskan, banyak faktor yang harus dipertimbangkan Jokowi dalam penyusunan komposisi kabinet, karena bukan saja harus menempatkan orang-orang yang profesional maupun dari parpol, tapi juga harus memperhatikan faktor sosiologis keterwakilan daerah, agama dan sebagainya.

Jokowi Umumkan Kabinet Sehari Setelah Dilantik

Jakarta, Aktual.co —Calon Presiden RI terpilih Joko Widodo akan umumkan nama-nama menteri yang tergabung di kabinet pemerintahannya sehari setelah dirinya dilantik pada 20 Oktober mendatang.
“Tanggal 20 mungkin baru kita umumkan organisasinya seperti apa. Kira-kira tanggal 21 Oktober diumumkannya,” ujar Jokowi di Balaikota, Rabu (15/10) kemarin.
Alasannya, Jokowi mengaku merasa tidak etis apabila umumkan nama-nama menteri di kabinetnya sebelum dirinya resmi dilantik. 
“Kenapa setelah dilantik? Ya karena banyak yang ngingetin saya. Kalau diumumkannya sebelum dilantik, etis ndak? Ndak kan?” ujarnya.
Jokowi menambahkan hingga kini proses seleksi menteri masih dalam tahap ‘fit and proper test’ yang waktu dan tempatnya dirahasiakan. 
Dibeberkannya, untuk nama-nama calon menteri di tiap jabatan telah disaring. Dari yang sebelumnya tersisa lima nama, kini tersisa satu atau dua nama saja.
Sedangkan untuk formasi kabinet menteri yang sudah disusun, ujar Jokowi, tidak berubah. Yaitu 33 kementerian, yang terdiri dari 18 orang berlatar belakang profesional murni dan 15 lainnya dari partai politik, serta empat kementerian koordinator. 
“Sejauh ini tidak berubah lagi, ya segitu,” ujarnya.
Jokowi mengaku sengaja menetapkan empat kementerian koordinator agar lebih mengonsolidasikan sekaligus melaksanakan fungsi pengawasan sejumlah kementerian di bawahnya dengan baik.
Hanya saja dia mengaku masih meragukan kapabilitas dari menteri-menterinya. “Mau dibuat Menko sepuluh orang pun kalau ndak punya kemampuan manajerial ya sulit,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilih SMI, Janji Jokowi Rusak

Jakarta, Aktual.co — Nama mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjadi aktor utama Bail Out Centurygate, disebut-sebut masuk dalam ‘radar’ Presiden terpilih Jokowi menjadi kandidat menteri. Dan Sri Mulyani memiliki peluang besar untuk menjabat sebagai menkeu karena desakan kubu neoliberal di AS dan Jakarta.

Nehemia Lawalata dari Persatuan Alumni GMNI mengatakan, masuknya nama SMI menjadi pertanda buruk. Seolah tak ada calon menteri lain selain ”srikandi Centurygate” ini menjadi punggawa calon menteri bidang ekonomi.

“Sri Mulyani, aktor utama Skandal Century itu diusung kelompok Neoliberal dan  kubu Jokowi-Megawati tidak kuat menahan tekanan IMF/Bank Dunia dan kaum neolib di Jakarta agar menerima Sri Mulyani jadi menkeu atau menko perekonomian Kabinet Jokowi. Jelas, ini tragedi dan merusak janji Jokowi bagi ekonomi kerakyatan sesuai konstitusi 1945,” katanya beberapa waktu lalu.

Mungkin, Kalau Sri Mulyani menkeu dan menko ekuinnya Rizal Ramli yang mengusung Trisakti Soekarno, rakyat masih bisa menerima. Namun kalau Rizal Ramli tidak masuk kabinet Jokowi sebagai menko, hampir pasti gelombang frustasi, aksi protes dan demo marak menyergap Presiden Jokowi.

Sebelumnya pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito khawatir Sosok Sri Mulyani dianggap akan menjadi ‘peluru’  dan amunisi buat Koalisi Merah Putih, KMP dan mendorong civil society berdemonstrasi memperotes Jokowi setiap kali. Sebab selama ini publik melihat sosok Sri Mulyani selalu lekat dengan kasus skandal Bank Century.

Gelar Rapim Terakhir BUMN, Dahlan Bahas Perpisahan

Jakarta, Aktual.co —  Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk terakhir kalinya menggelar rapat pimpinan dengan agenda pembahasan perpisahannya dengan seluruh jajaran Kementerian BUMN dan seluruh pejabat korporasi.

“Ini rapim terakhir. Tidak ada pembahasan soal pekerjaan lagi, hanya bahas perpisahan saja,” kata Dahlan di Kantor Pusat PT Kimia Farma (Persero) di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut dia, rapim sengaja tidak lagi membahas masalah strategis BUMN karena masa tugas yang segera habis.

“Perpisahaan dengan Kementerian dilaksanakan Jumat (17/10), dan dengan pejabat dan komisaris seluruh BUMN pada Senin (20/10),” katanya.

Biasanya setiap hari Kamis, Dahlan menggelar rapim dengan para Deputi Kementerian BUMN guna membahas berbagai persoalan di perusahaan plat merah. Lokasi “ritual mingguan” tersebut, dilakukan berpindah-pindah dari BUMN satu ke BUMN lainnya, terutama di BUMN yang berkantor di Jakarta dan sekitarnya.

“Jadi, ini rapim terakhir,” ujar Dahlan.

Ditanya soal kemungkinan tidak lagi menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, Dahlan hanya bisa tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain