6 April 2026
Beranda blog Halaman 43025

Pelatih Bulgaria Terancam Setelah Kekalahan di Kualifikasi Piala Eropa

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Bulgaria, Luboslav Penev menghadapi masa depan tak menentu, menyusul kekalahan beruntun di kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Kroasia dan Norwegia.

“Lubo (Penev) membuat banyak kesalahan. Saya ingin berterimakasih atas kerjanya dan mengatakan selamat tinggal,” kata anggota komite eksekutif Persatuan Sepak Bola Bulgaria (BFU), Ventsislav Stefanov, dikutip Reuters, Rabu (15/10).

Bulgaria dikalahkan Kroasia 0-1 pada Jumat (10/10), dan tiga hari kemudian kembali mengalami kekalahan 1-2 dari Norwegia sehingga menempatkan tim itu di urutan keempat di Grup H.

Kroasia dan Italia berada di puncak klasemen dengan mengumpulkan sembilan poin dari tiga pertandingan, disusul Norwegia dengan enam poin, Bulgaria meraih tiga poin setelah menang 2-1 di Azerbaijan pada pertandingan pembukaan mereka bulan lalu.

Mantan pemain internasional Emil Kostadinov, anggota lain dari komite eksekutif dan mantan rekan satu tim Penev di CSKA Sofia, juga kecewa dengan kekalahan di Oslo itu.

“Kami punya masalah di semua lini, arogansi pelatih dan permainan buruk para pemain menjadi penyebab keterpurukan mereka,” katanya.

Sementara itu presiden BFU Borislav Mihaylov mengatakan bahwa mantan striker itu bisa kehilangan pekerjaannya, namun komite eksekutif akan membicarakan masalah itu dalam suatu pertemuan mendatang.

Namun Penev tetap yakin kalau timnya masih punya peluang merebut posisi ketiga di grup dan melangkah ke putaran final Euro sejak pertamakali pada 2004.

“Kami hanya terpaut tiga poin dengan posisi tiga, saya optimis dan yakin kami bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Media setempat mengkritik Penev setelah tim bermain buruk, dan bahkan para pendukung mengangkat masalah itu ke forum web dan media sosial untuk menunjukkan kekecewaan mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Mantan Ketum: Persipasi Terpuruk karena Kebijakan Walikota

Jakarta, Aktual.co – Nasib tim sepakbola kebanggan Kota Bekasi, Persipasi yang kini terpuruk ditengarai akibat dari kebijakan salah dari Walikota Bekasi, Rakhmat Effendi.

Mantan Ketua Umum Persipasi, Kartono Yulianto menilai, terpuruknya prestasi Persipasi karena Walikota Rakhmat tidak mengizinkan Persipasi menempati Stadion Patriot untuk dijadikan hombase.

“Persipasi ini korban kebijakan yang kebablasan dan salah,” jelas dia dalam keterangan persnya, Rabu (15/10).

Menurut Yulianto, Walikota lebih memilih sepakbola Bekasi terpuruk, daripada berprestasi di kancah sepakbola nasional. Padahal, awal mulanya, persiapan Persipasi untuk menghadapi kompetisi sudah matang. Sponsor pun sudah ada yang bersedia.

“Pembangunan tim sepakbola itu tidak mudah dan instant. Di era kepemimpinan saya dahulu, sudah ada persiapan dengan baik, sudah ada ijin untuk menggunakan stadion sebagai hombase,” jelas dia.

Namun, lanjut Yulianto, H-1 sebelum pertandingan, Persipasi dilarang bermain di Bekasi dengan alasan tidak ada payung hukum. Alhasil, sponsor tidak bisa masuk, gaji pelatih, pemain dan official sempat nunggak dan akhirnya terdegradasi.

“Entah bagaimana kebijakannya itu datang. Tim tidak bisa main di tanah sendiri, ini sama saja pembunuhan,” ucapnya.

Ia pun menyayangkan, saat ini nasib Persipasi sudah terdegradasi ke Divisi tiga. “Sekarang ini bisa dikatakan Persipasi sudah hancur,” katadia.

Ia menilai, jika ingin membangkitkan kembali Persipasi, harus dengan kesadaran semua pihak terkait. Menurutnya, kebijakan walikota harus dilawan, karena justru menjatuhkan prestasi Persipasi.

“Ini tentunya bukan peran saya sendiri, ini menjadi peran kita bersama, peran pemain, pelatih, official, supporter dan warga bekasi untuk kembali membangkitkan Persipasi,” kata dia.

“Jangan sudah habis miliaran bangun stadion tapi tidak dijadikan sebagai tempat bermain sepak bola. Ini stadion malah seperti museum,” imbuh dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tommy Tersingkir di Denmark Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto di turnamen Denmark Open Super Series Premier 2014, terhenti pada babak pertama, setelah dikalahkan tunggal putra Tiongkok, Tian Houwei.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama 40 menit itu, Tommy kalah dua game langsung, 14-21 dan 14-21.

Pada game pertama, Tommy sempat unggul lebih awal hingga skor mencapai 9-9 dan Tian Houwei sudah tidak dapat tersusul lagi hingga skor 14-21.

Kemudian pada game kedua, pemain unggulan kelima asal Indonesia itu sudah ketinggalan skor dari Tian hingga skor berakhir 14-21.

“Dari awal saya salah menerapkan strategi permainan. Saya merasa tampil jauh dari penampilan terbaik saya,” kata Tommy yang mengakui kekalahannya selepas pertandingan di Odense Sports Park seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Tommy juga mengakui penampilannya terus menurun setelah kejuaraan BWF World Championship 2014 di Copenhagen Denmark.

“Saat ini saya sedang mencoba kembali ke permainan,” kata Tommy yang telah ditaklukkan bertubi-tubi oleh pebulutangkis dengan tangan kiri itu.

Pemain berusia 26 tahun itu mengakui kesedihannya karena kalah di babak pertama dari Tian yang menempati peringkat 14 dunia.

Sementara, tunggal putra Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka telah menyingkirkan tunggal putra Tiongkok Zhengming Wang di babak pertama yang berlangsung Rabu waktu setempat dengan skor 17-21, 21-18, dan 21-19.

Hayom pada pertandingan babak kedua yang akan digelar pada Kamis (16/10) melawan tunggal putra India Kashyap Parupalli.

Denmark Open Super Series Premier merupakan salah satu turnamen kelas paling bergengsi dengan hadiah total 600 ribu dolar AS yang berlangsung Selasa (14/10) hingga Minggu (19/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Sarankan Skuat Timnas U-19 Dipisah

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo merekomendasikan para atlet Timnas Indonesia U-19, untuk sementara dipisah. Hal ini, kata Roy Suryo, untuk mengurangi kejenuhan setelah bertanding di kejuaraan internasional.

“Meskipun saya percaya penuh pada PSSI, saya merekomendasikan agar para atlet berkarir dulu di klub masing-masing atau kalau mau, dibentuk klub baru mereka tidak disatukan dalam satu tim yang sama,” kata Roy Suryo, di Jakarta, ditulis Rabu (15/10).

Menpora mengatakan hasil pertandingan terakhir Timnas Indonesia U-19 melawan Uni Emirat Arab 1-4 di Piala Asia 2014, sudah tidak dapat diukur, karena mental para pemain timnas tidak sama.

“Saya tidak mau menyalahkan pemain, karena mereka sudah berjuang memberikan yang terbaik. Kekalahan beruntun ini membuat kami harus melakukan evaluasi total,” katanya.

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menyebut waktu puncak bagi Timnas Indonesia U-19 telah lewat ketika mereka bermain di Turnamen Hasanah Bolkiah.

“Itu sebagai pengganti ketika mereka seharusnya bermain di turnamen COTIF Spanyol,” katanya.

Roy Suryo mengatakan ada sedikit kekecewaan dari para pemain Timnas U-19 karena tidak bermain di Spanyol tapi justru ke Brunei.

“Jangan disebut saya menyalahkan, karena PSSI mengikuti keinginan para pemain. Setelah dari Brunei, mereka ingin ke Spanyol dan akhirnya dikirim ke Spanyol. Sayangnya, stamina kemudian berkurang,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Timnas Indonesia U-19 pulang dari Piala Asia 2014 tanpa poin setelah pada pertandingan terakhir Grup B di Wunna Theikdi Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa, kalah dari Uni Emirat Arab (UEA) 1-4.

Dengan kekalahan ini, Timnas Garuda Jaya mengalami tiga kali kekalahan beruntun dan harus tertahan di dasar klasemen Grup B dengan nol poin dari tiga pertandingan dan dipastikan gagal melaju ke putaran berikutnya.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai hasil kejuaraan Piala Asia 2014 di Myanmar sangat bermanfaat untuk perkembangan tim, karena semua pemain bisa belajar banyak pada kejuaraan yang diikuti tim-tim terbaik Asia itu.

“Mudah-mudahan mereka dapat tumbuh dengan baik. Makanya kami berharap klub bisa memberikan kesempatan pada pemain muda ini terus berkembang,” kata pelatih asal Sumatra Barat itu.

Artikel ini ditulis oleh:

PBR Ingin Balas Mitra Kukar di Bandung

Jakarta, Aktual.co — Tim Pelita Bandung Raya (PBR), ingin membalas kekalahan tipis 1-0 dari Mitra Kukar, pada putaran kedua babak delapan besar Liga Super Indonesia, di Bandung, Jawa Barat.

“Kita akui anak-anak sudah tampil bagus dan taktis melawan Mitra, hanya saja karena kesalahan kecil sehingga kita harus kalah, tetapi tidak ada masalah kami akan membalasnya di Bandung,” kata Pelatih Pelita Bandung Raya, Dejan Antonic di Samarinda, Rabu (15/10).

Dejan menilai kebobolan diakhir babak pertama. Karena kesalahan pemainnya yang tidak memagari saat “free kick” yang dieksekusi gelandang serang Mitra Kukar, Erick Weeks.

Kesalahan ini harus dibayar dengan kekalahan timnya 1-0. Dan membuat timnya harus berada di posisi bawah dengan koleksi satu poin. Dari hasil imbang saat menjamu Persebaya Surabaya pekan lalu. “Kita kalah karena kesalahan pemain kita sendiri pada saat free kick tidak dipagar lebih rapat, tetapi tidak masalah kita akan perbaiki kesalahan itu untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Dejan.

Dia mengakui kualitas tim Mitra, baik secara individu maupun tim, namun demikian dia juga memuji kinerja para pemainnya untuk meredam ambisi tuan rumah untuk meraih poin sempurna.

“Sepanjang pertandingan anak-anak bisa bermain taktis, namun secara hasil memang kita harus akui kekalahan,” ucapnya.

Menurut Dia, gambaran pertandingan melawan Mitra akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Kami akan berjuang terus di putaran kedua mendatang, kami harapkan bisa meraih poin sempurna utamanya laga kandang,” ujarnya.

Pemain Mitra Kukar, Erick Weeks memutuskan ambisi tim PBR untuk merajut poin berikutnya di laga tandang, setelah sukses menahan imbang Persebya di Surabaya.

Gelandang serang asal Libiria tersebut mampu mengeksekusi peluang menjadi gol pada menit 45, dan mengantarkan kemenangan tipis 1-0 Mitra Kukar atas tamunya PBR.

Artikel ini ditulis oleh:

Julio Bria Tidak Dipanggil ke Pelatnas SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Mantan petinju Asian Games 2014, Julio Bria, tidak masuk dalam tim pelatnas proyeksi SEA Games Singapura 2015, karena dinilai sulit berprestasi diajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Ketua Bidang Kepelatihan Pelatnas PP Pertina, John Amanupunyo, mengatakan tidak lagi memanggil atlet asal Bali tersebut, karena gagal membuktikan kualitasnya saat tampil pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

“Pada penampilannya di Asian Games memang cukup mengecewakan. Setelah melalui rapat evaluasi maka kita putuskan tidak lagi melibatkannya dalam pelatnas SEA Games 2015. Kita putuskan memilih atlet yang lebih mudah dan punya potensi berprestasi,” jelasnya di Makassar, Rabu (15/10).

Pada Asian Games 2014, Julio Bria gagal meraih hasil maksimal. Bahkan Julio sudah harus tersingkir pada babak 16 besar setelah dikalahkan petinju Ilyas Suleimenov dari Kazakhstan dengan angka telak 0-3.

Untuk mengisi posisi Julio Bria di kelas 52 kg, PP Pertina memilih Aldom Sugoro asal DKI Jakarta. Petinju ini dinilai layak diberikan kesempatan melihat kemampuan dan prestasinya dalam sejumlah kejuaraan nasional.

Selain memasukkan nama Aldom, PP Pertina juga memanggil sembilan atlet lain untuk menghuni pelatnas proyeksi SEA Games 2015 yakni Kornelis Kwangu (Bali/kelas 49kg), Ari Agustin (Kalbar/kelas 56 kg), Farrand Papendang (Papua Barat/kelas 60kg), Vinky Montolalu (DKI Jakarta/kelas 64 kg), dan Kristianus Nong Sedo asal Kaltim di kelas 75kg putra.

Sementara empat putri yang dipanggil yakni Beatrik Suguro (Kalsel, 48kg), Novita Sinadia (DKI, 51kg), Berta (Papua Barat, 54kg), dan Kristina Jembay (Papua Barat, kelas 57kg).

“Kita juga memanggil sembilan atlet yang lain untuk menjalani pelatnas. Kami tetu berharap seluruh atlet bisa fokus meningkatkan kemampuan agar bisa terpilih memperkuat Indonesia di SEA Games Singapura,” katanya.

Mantan Direktur Teknik Pertina Sulsel itu menjelaskan, dalam pelatnas kali ini memang tidak memanggil petinju asal Sulsel seperti Alex Tatontos dan Rico Amanupunyo yang tak lain anaknya sendiri. Kualitas keduanya dinilai masih kalah bersaing dengan atlet yang sudah disebutkan.

Namun demikian, kata dia, pihaknya tentu berharap bermunculan atlet baru yang bisa memperkuat timnas dalam sejumlah kejuaraan internasional.

“Seluruh atlet yang sekarang menghuni pelatnas kita harapkan tetap menjaga dan meningkatkan kualitasnya agar bisa mempersembahkan yang terbaik bagi timnas. Saya kira peluang atlet meraih prestasi cukup terbuka,”ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain