6 April 2026
Beranda blog Halaman 43026

Sriwijaya U-21 Nilai Persipura Lawan Terberat

Jakarta, Aktual.co — Tim Sriwijaya FC U-21 menganggap, laga melawan Persipura pada semifinal ISL U-21 2014 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/10), sebagai partai paling berat musim ini.

“Persipura merupakan pertemuan kedua bagi kami di Semifinal ISL, tahun ini terulang lagi. Kami menganggap pertemuan ini realfinal musim ISL ini,” kata Manajer Sriwijaya FC, Ocky Bunyamin di Bandung, Rabu (15/10).

Ocky menyebutkan, dengan kekuatan penuh timnya siap untuk tampil “all out” untuk memenangkan pertandingan semifinal sekaligus merintis jalan ke tangga juara untuk kedua kalinya.

Dengan dukungan tiga pemain yang magang di tim Sriwijaya FC senior, yakni Hafid Ibrahim, Teja Pakualam dan Rifan, Ocky akan memaksimalkan pertandingan yang akan digelar pada laga kedua yang berlangsung Kamis malam (16/10).

“Tiga pemain yang magang di tim senior diharapkan memberi motivasi bagi pemain lain untuk menghadapi permainan kolektif Persipura,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ocky menegaskan pihaknya akan berusaha untuk mengembalikan tropy ISL, sekaligus menjadi pelipur atas kegagalan tim senior yang gagal menembus babak delapan besar.

“Kami sudah melakukan persiapan di Cilegon selama sebulan,” katanya.

Sementara itu Pelatih Persipura, Jhon Fikar menyatakan siap untuk meraih kemenangan pada laga semifinal, sehingga bisa melaju ke final.

“Kami harus menang tahun ini, target kami bisa tampil di final dan memenangkan kompetisi,” katanya.

Terkait pemindahan tempat pertandingan semifinal dan final ISL U-21 tahun 2014 dari Gelora Bung Karno ke Stadion Si Jalak Harupat, kedua manajer tim tidak menjadi masalah, meski mereka harus pindahan dari Jakarta ke Bandung.

“Saya datang dari Jayapura ke Jakarta untuk bertanding, tapi harus pindah lagi hari ini. Nggak masalah dan tak jadi alasan untuk tidak bisa memenangkan pertandingan esok hari,” kata Jhon Fikar.

Sementara itu media officer ISL 2014, Asep Hidayat menyebutkan, pertandingan babak semifinal, Kamis (16/10) dan Minggu (19/10) dipindahkan dari Jakarta ke Bandung karena terkait persiapan pelantikan Presiden.

“Alasan pertandingan semifinal dan final dipindahkan ke Bandung karena terkait persiapan Pelantikan Presiden,” kata Asep Hidayat menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Marussia Bantah Kecelakaan di Sochi Kesalahan Jules

Jakarta, Aktual.co — Seluruh anggota Marussia F1 Team, kaget dan marah ketika berhembus berita bahwa kecelakaan yang dialami oleh pebalapnya, Jules Bianchi, ketika gelaran balap di sirkuit Sochi, Jepang pada Minggu (5/10), merupakan kesalahan Jules.

Sebelumnya, terdapat kabar yang menyatakan bahwasanya pebalap berusia 25 tahun itu, tidak mengindahkan bendera tanda hati-hati yang dilambaikan oleh ofisial pertandingan dan terus melaju cepat, hingga dirinya tidak bisa mengendalikan mobilnya dan menabrak sebuah traktor yang berada di luar lintasan.

Dalam peraturan International Automobile Federation (FIA), apabila ofisial lomba mengibarkan bendera kuning, itu artinya telah terjadi kecelakaan dan semua pebalap harus memperlambat kecepatan tunggangannya.

Mendengar berita tersebut, Marussia F1 Team langsung membuat pernyataan klarifikasi. Dikatakan dalam pernyataan tersebut, jika pihak Marussia F1 Team telah memberikan rekaman data telemetri kepada FIA dan pihak FIA sendiri juga telah memutuskan bahwa sebelum kecelakaan tersebut, Jules sudah menurunkan kecepatannya.

“Melalui direkturnya, Charlie Whiting, FIA menyatakan bahwa Jules telah memperlambat mobilnya setelah melihat kibaran bendera kuning. Hal tersebut diperkuat dengan hasil konfrensi pers yang dilakukan oleh FIA yang berlangsung di Sochi pada Jumat 10 Oktober lalu,” begitu bunyi pernyataan dari Marussia F1 Team, seperti dikutip Crash.net, Rabu (15/10).

Selain itu, Marussia F1 Team mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan salinan penuh ‘audio transmission’ antara Jules dengan tim sebelum terjadinya kecelakaan tersebut.

“Dari salinan suara tersebut, FIA juga telah menetapkan bahwa Jules dan timnya sudah mencoba menghindari kecelakaan yang akhirnya menimpa pebalapnya. Dari salinan suara tersebut terbukti, bahwa tim komunikasi mendesak Jules untuk segera memperlabat laju mobilnya,” tutup pernyataan Marussia F1 Team.

Artikel ini ditulis oleh:

Labu Seberat Dua Ton Tumbuh di California Utara

Jakarta, Aktual.co — Sebuah labu berbobot dua ton yang tumbuh di California Utara telah dinyatakan sebagai labu terberat yang pernah ditanam di wilayah itu.
Suatu organisasi sedang mengatur pengiriman labu kuning raksasa itu ke New York untuk dipamerkan di kebun raya.
“Sebuah labu yang ditanam dan tumbuh di Lembah Napa, telah diukur pada Senin lalu untuk mengikuti perayaan Half Moon Bay Pumpkin yang akan datang dan bobot labu itu 933 kg,” kata juru bicara festival Tim Beeman.
“Labu itu yang terberat yang pernah tumbuh di Amerika Utara, mengalahkan rekor tahun lalu yang juga dipegang oleh labu dari Lembah Napa,” kata David Stelts, ketua lembaga nirlaba Persemakmuran Labu Utama, pemantau lomba makanan pokok untuk hari sedekah bumi dan pesta Halloween itu.
Labu raksasa itu akan diterbangkan ke New York pekan ini dan dipamerkan di kebun raya, bersama dua labu yang berasal dari daerah lain, kata Stelts.
John Hawkley, warga Lembah Napa yang menanam labu itu memperoleh hadiah sebesar USD13.348, atas labunya. 
“Para petani di Lembah Napa adalah orang-orang hebat,” kata Stelts.
“Tidak ada orang jahat yang bisa menghasilkan labu raksasa.” Rekor labu raksasa yang pernah dihasilkan di dunia akan dipegang oleh penanam asal Switzerland dengan labu berbobot 952 kg.

Hendra/Ahsan Kalahkan Pasangan Jepang

Jakarta, Aktual.co — Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan, bertarung hebat pada babak pertama Denmark Open Super Series Premier 2014, melawan pasangan Jepang, Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu Hirata di kota Odense Denmark.

Hendra/Ahsan, dipaksa bekerja keras oleh Hashimoto/Hirata, dalam pertandingan berdurasi 46 menit hingga meraih skor 22-20 dan 24-22.

“Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pasangan Jepang kini tidak gampang mati. Mereka tampil bagus, pertahanan mereka rapat sekali walaupun telah tertinggal skor jauh dari kami,” kata Ahsan di Odense seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Rabu (15/10).

Ahsan mengatakan semua lawan dalam turnamen Denmark Open Super Series itu merupakan lawan-lawan yang berat dan kemenangan akan diraih oleh pemain yang siap.

“Di babak pertama ini, kami juga merasa belum siap. Saat keadaan genting adu setting, kami tampil lebih tenang hingga menyelesaikan pertandingan dengan baik. Pelatih juga menginstruksikan agar kami tidak panik dan tetap tenang di lapangan,” kata Hendra.

Hendra-Ahsan pada babak kedua akan melawan ganda asal Tiongkok Cai Yun-Kai Lu atau pasangan Rusia Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov pada Kamis (16/9).

Di partai lain, pasangan Hendra Aprida Gunawan-Andrei Adistia gagal melanjutkan babak kedua setelah ditaklukkan pasangan Jerman Max Schwenger-Josche Zurwonne dengan skor 17-21, 21-15, dan 19-21 dalam pertandingan yang berlangsung 45 menit.

Ganda putra Indonesia yang belum bertanding adalah Gideon Markus Fernaldi-Markis Kido dengan lawan pasangan Prancis Lucas Corvee-Brice Leverdez.

Denmark Open Super Series Premier merupakan salah satu turnamen kelas paling bergengsi dengan hadiah total 600 ribu dolar AS yang berlangsung Selasa (14/10) hingga Minggu (19/10).

Artikel ini ditulis oleh:

FIFA dan UEFA Kutuk Kekerasan di Pertandingan Serbia-Albania

Jakarta, Aktual.co — Presiden FIFA, Sepp Blatter dan presiden UEFA, Michel Platini, mengutuk keras kejadian-kejadian kekerasan yang memaksa pertandingan Serbia melawan Albania harus dihentikan.

Platini menyebut kekerasan berlatar politik di Beograd itu, sebagai “tidak dapat dimaafkan” sedangkan Blatter mengatakan sepak bola “semestinya tidak pernah digunakan untuk pesan-pesan politik.” Para pemain dari kedua tim berkelahi setelah pesawat tanpa awak yang membawa bendera pro-Albania terbang di atas Stadion Beograd, di mana kedua tim sedang memainkan pertandingan kualifikasi untuk Piala Eropa 2016.

Platini “sangat menyesalkan kejadian-kejadian yang terjadi di Beograd tadi malam (Rabu, 15/10 dini hari WIB),” kata juru bicara UEFA Pedro Pinto, dikutip AFP.

“Sepak bola semestinya digunakan untuk menyatukan warga dan permainan kami seharusnya tidak dicampur dengan politik dalam bentuk apapun. Kejadian-kejadian di Beograd tadi malam tidak dapat dimaafkan,” kata sang juru bicara mengutip perkataan Platini.

UEFA diharapkan membuka penyelidikan formal terhadap kejadian-kejadian yang terjadi pada Rabu, setelah mempelajari laporan dari wasit dan koordinator pertandingan.

Blatter menambahi, “Sepak bola seharusnya tidak pernah digunakan untuk pesan-pesan politik. Saya mengutuk keras apa yang terjadi di Beograd tadi malam.”

Artikel ini ditulis oleh:

Tontowi/Liliyana Lolos ke Babak Kedua Denmark Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melibas pasangan tuan rumah, Niclas Nohr-Sara Thygesen, pada babak pertama kejuaraan Denmark Open Super Series Premier 2014 di kota Odense Denmark.

Owi/Butet, sapaan akrab pasangan Indonesia itu, meraih skor 21-16 dan 21-19 atas pasangan Denmark dalam pertandingan yang berlangsung selama 37 menit pada Rabu (15/10) waktu setempat.

“Walaupun belum terlalu terkenal, tidak gampang juga mengalahkan mereka. Pertahanan mereka juga lumayan bagus, terutama pemain putrinya,” kata Butet di Odense Sports Park selepas bermain seperti dilansir Tim Humas dan Media Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Meskipun meraih kemenangan mudah pada game pertama, Owi/Butet sempat dibuat repot Niclas-Sara pada game kedua, ketika skor mencapai 11-4 hingga 16-17.

“Ciri khas pemain Eropa memang pantang menyerah, meskipun tertinggal hingga 1-20. Saat banyak bola-bola yang seharusnya mati, justru dapat dikembalikan dengan baik oleh mereka,” kata Owi.

Kemenangan atas ganda campuran tuan rumah membawa Owi/Butet ke babak berikutnya untuk menantang pasangan Tiongkok, Lu Kai/Huang Yaqiong pada Kamis (16/10) waktu setempat.

Pasangan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth, di partai lain, harus mengakui kemenangan ganda campuran Jepang, Keigo Sonoda/Shizuka Matsuo pada babak pertama dengan skor 25-27 dan 19-21.

Sebelumnya, Riky Widianto-Richi Puspita Dili dan Praveen Jordan/Debby Susanto lolos dalam babak pertama yang berlangsung pada Selasa (14/10) waktu setempat.

Riky-Richi berhasil mengalahkan pasangan Jerman Michael Fuchs/Brigit Michels dengan skor 21-11, 21-13.

Sementara, pasangan Praveen-Debby mampu menundukkan ganda campuran Hong Kong Lee Chun Hei/Chau Ho Wah dengan skor 21-16, 20-22, dan 24-22.

Denmark Open Super Series Premier merupakan salah satu turnamen kelas paling bergengsi dengan hadiah total 600 ribu dolar AS yang berlangsung Selasa (14/10) hingga Minggu (19/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain