6 April 2026
Beranda blog Halaman 43029

Hatta Tekankan Fungsi ‘Check And Balances’ Berjalan Baik

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa memberikan pembekalan kepada seluruh anggota Fraksi PAN agar fungsi legislator yang dijalankan kadernya berjalan baik di parlemen.
“Pertemuan tadi pembekalan kepada anggota Fraksi PAN terkait fungsi-fungsi dewan dan agenda kedepan,” kata Hatta, usai ditemui di Fraksi PAN, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/10).
Hatta mengatakan dirinya memberikan penekanan pada kadernya terkait fungsi legislatif yaitu menjalankan mekanisme check and balances. Menurut dia, fungsi itu menurut dia meliputi mengontrol jalannya pemerintahan, anggaran, dan legislasi.
“Saya menekankan fungsi check and balances berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, dirinya tidak memberikan instruksi khusus bagi kadernya dalam menjalankan fungsi sebagai legislator. Untuk pimpinan komisi, ujar Hatta diserahkan kepada pimpinan fraksi PAN untuk menentukan secara mandiri.
“Kami memberikan keleluasaan kepada Fraksi PAN untuk menentukan pimpinan komisi,” ucapnya.
Menurut dia, PAN mengikuti aturan Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) dalam menentukan pimpinan komisi.
Selain itu menurut Hatta, dalam pembekalan tersebut PAN menyerahkan minat kadernya untuk mengisi masing-masing komisi yang diminatinya. Namun Hatta menekankan, delegasi kader-kadernya ditiap komisi harus disesuaikan dengan kompetensi, “passion”, dan keseriusan kadernya.
“Saya serahkan kawan-kawan untuk memilih minatnya di masing-masing komisi, namun tentu harus memiliki kompetensi, passion serta keseriusan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Di Muktamar, Tjahjo Bilang Buka Pintu Buat PPP

Jakarta, Aktual.co —  Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membuka pintu terhadap Partai Persatuan Pembangunan jika ingin bergabung ke dalam koalisi pendukung pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo tersebut.
“Kalau PPP mau bergabung ke KIH kami membuka pintu, karena KIH itu prinsipnya adalah terbuka,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo usai pembukaan muktamar PPP di Surabaya, Rabu (15/10).
Pembukaan muktamar PPP dihadiri pimpinan dari beberapa partai anggota KIH. Mereka adalah Ketua DPP Partai NasDem Ferry Mursidan Baldan, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dakhiri, dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.
Kehadiran pimpinan partai-partai politik anggota KIH pada pembukaan muktamar PPP di Surabaya menjadi isyarat bahwa KIH akan menerima PPP.
Menurut Tjahjo, keinginan PPP untuk bergabung atau tidak bergabung dengan KIH itu merupakan pilihan politik PPP.

Artikel ini ditulis oleh:

Ada Empat Kebahagian Lansia, Hindarkan Keterpisahan Fisik Terlalu Lama

Jakarta, Aktual.co — Bila seseorang memasuki masa lanjut usia, pastinya ada beberapa perilaku yang akan berubah, seperti sifat negatif dan positif. Perubahan perilaku yang positif, misalnya hidup kian teratur, rajin, tidak menyulitkan orang lain maupun pasangan, lebih sabar, arif dan dekat kepada Allah SWT. Perubahan positif ini akan mempererat hubungan suami istri pada masa lansia.
Sedangkan perubahan perilaku yang cenderung negatif, misalnya hidup yang kian tidak teratur, keinginan yang terus berubah-ubah, malas, tidak sabar, emosional, berperilaku dan berbicara jorok, atau pula nafsu makan yang bertambah secara belebihan. 
Perubahan ke arah negatif ini akan mengganggu keharmonisan kehidupan rumah tangga lansia. Akibatnya, masing-masing ingin sendiri, dan tak mau hidup bersama. Jika kondisi semacam ini terjadi, peran orang keluarga terdekat, seperti anak dan kerabat sangat perlu dan menentukan menyadarkan mereka untuk bersatu kembali, dan rumah tangga pun kembali utuh.
Dalam masyarakat Indonesia, peran keluarga terutama sang anak sangat penting dan dibutuhkan kaum lansia. Sebab anak merupakan perekat keluarga. 
Menurut penelitian Rudi Salan, kematian anak atau orangtua menjadi stressor psikososial rangking kedua. Sementara sebab kehilangan pasangan hidup, menjadi stressor utama.
Sayangnya dalam kenyataan, tak semua anak atau kerabat mampu memberi perhatian maksimal kepada pasangan lansia agar tetap harmonis. Padahal, sebagai bakti kepada orangtua, anak seharusnya tidak boleh menyia-nyiakan orangtuanya yang telah lansia.
Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari api neraka di mana bahan bakarnya adalah batu-batu, dan manusia sedang yang mengawasi adalah para malaikat yang amat tegas dan keras yang tidak pernah durhaka kepada Allah apa yang diperintahkan kepada mereka, dan mereka senantiasa melaksanakan apa saja di perintahkan.” (Qs. at-Tahrîm [66]: 6).
Dalam ayat ini Allah dengan keras memperingatkan agar keluarga dijaga sebaik-baiknya. Tak boleh ada anggota keluarga terbawa arus yang menghinakan. Selalu waspada dan hati-hati terhadap keselamatan anak cucu dan keluarga, serta tidak menelantarkan orangtua yang sudah lansia.
Menjaga keharmonisan juga perlu diperhatikan. Sebelum pasangan suami-istri memasuki masa lansia bersama, banyak hal harus mereka persiapkan. Antara lain, hubungan mereka harus terus terjaga, agar keharmonisan terus bersemi hingga tiba masa lansia. Masing-masing individu juga harus menghindarkan keterpisahan fisik terlalu lama. 
Selain itu, komunikasi juga perlu berjalan dengan baik agar tak salah pengertian dan memancing emosi kedua belah pihak harus terus dijaga. Di samping upaya terus membina hubungan yang hangat dan dekat agar tumbuh rasa saling membutuhkan dan menguntungkan. Konflik pun harus seminim mungkin dihindarkan. Juga, pola hidup teratur dan tidak berlebihan harus terus dibiasakan.
Dalam sebuah hadist Nabi SAW bersabda, “Ada empat kebahagian yang akan dirasakan seseorang: istri yang baik budi pekerti, anak-anaknya berkelakuan baik dan berbakti kepada orangtua, teman pergaulan baik-baik, dan rezekinya di tempat tinggalnya sendiri.” Dikutip dari laman Qlam, Rabu (15/10).

Pengamat: Ditinggal Jokowi, Ahok Kehilangan ‘Rem’

Jakarta, Aktual.co —Pakar komunikasi politik, Effendi Gazali menilai kepemimpinan di DKI Jakarta pasca ditinggalkan oleh Joko Widodo menimbulkan permasalahan baru.
Karena menurutnya pasangan Jokowi- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang saling melengkapi bagaikan rem dan gas dalam menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta.
“Kalau pasangan ini komplit mereka saling melengkapi,” ujarnya saat ditemui di Hotel Mercuri, Jakarta, Rabu (15/10).
Dengan perginya Jokowi, ujarnya, Ahok seperti kehilangan rem dan menimbulkan masalah-masalah baru. Effendi menyontohkan seperti kasus perseteruan antara Ahok dengan Front Pembela Islam. Menyikapi kasus itu, tutur Effendi, Jokowi mengeluarkan komentar “Kita bisa bekerja sama dengan siapapun.”
“Tapi kan kalau Ahok malah menantang. Jadi memang perlu ada ‘rem-gas’. Nah kalau sekarang rem nya ngga ada tinggal gas doang,” paparnya. 
Dia pun berharap semoga Wagub DKI yang mendampingi Ahok saat naik menjadi Gubernur DKI nanti bisa berfungsi seperti rem untuk menstabilkan laju pemerintahan.
“Kalau nanti gas dua-duanya ya bisa nubruk-nubruk. Tapi untuk masalah kinerja saya gak berani menilai, itu bukan wilayah saya,” ujar Effendi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bangun “LNG Receiving Terminal” Butuh Rp96 Triliun

Jakarta, Aktual.co —   Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal, Natsir Mansyur mengatakan realisasi pembangunan “liquefied natural gas (LNG) receiving terminal” di seluruh provinsi di Indonesia membutuhkan investasi delapan miliar dolar AS atau sekitar Rp96 triliun.

“Memang ini nilainya sebesar delapan miliar dolar AS, cukup tinggi, tapi ini sama swasta dan kami minta pemerintah berkomitmen mendukung pembangunan LNG receiving terminal untuk menyuplai gas,” kata Mansyur di Jakarta, Rabu (15/10).

Fasilitas “LNG receiving terminal” diperlukan untuk mengubah gas yang sudah dicairkan (LNG) menjadi gas kembali (regasifikasi) yang siap dipakai konsumen. Indonesia tidak boleh bergantung terus menerus menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dalam menjalankan roda ekonomi.

“Saya kira upaya mengalihkan penggunaan BBM ke gas melalui LNG harus dipercepat karena kita sudah terlambat beberapa tahun,” katanya.

Ia menjelaskan kebijakan pengalokasian gas bumi kedepannya perlu diarahkan dari “revenue oriented” menjadi “benefit oriented” sehingga dapat memberikan efek ganda kepada perekonomian.

“LNG sangat strategis menentukan perkembangan industri dan pastinya memberikan peningkatan nilai tambah di dalam negeri dan dan dapat menjadi penggerak sektor ekonomi lainnya,” jelasnya.

Natsir mengatakan Indonesia sebagai negara penghasil gas besar perlu ditunjang dengan infrastruktur LNG sehingga mempunyai dampak luas terhadap perekonomian nasional, terutama daerah.

“Kebutuhan LNG dalam negeri semakin meningkat. Pada 2014 diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton atau separuh dari LNG yang diekspor,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Siapapun Presidennya, Tingkatkan Kualitas TNI

Jakarta, Aktual.co — Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin optimistis pemerintahan mendatang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, akan tetap memberikan perhatian khusus pada pembangunan bidang pertahanan.
“Siapapun yang memimpin pemerintahan mendatang tentu akan memberikan perhatian khusus bagaimana meningkatkan kemampuan pertahanan TNI untuk bisa menjaga kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan memelihara keselamatan bangsa. Saya optimistis soal itu,” kata Sjafrie, kepada wartawan di Timika, Rabu (15/10).
Wamenhan bersama rombongan yang terdiri dari para asisten kepala staf angkatan, Inspektur Jenderal, Sekretaris Jenderal Kemenhan, dan para pejabat teras lainnya tengah berkunjung selama dua hari di Timika dan Tembagapura, Kabupaten Mimika, sejak Selasa (14/10).
Kunjungan kerja itu erat kaitannya dengan pemeriksaan fasilitas pertahanan yang ada di kawasan Timika dan sekitarnya.
Kunjungan kerja ke wilayah Timika itu juga terkait rencana pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) sehingga memerlukan kesiapan tidak saja dari sisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tapi juga berbagai fasilitas pertahanan.
Sjafrie mengatakan, siapapun nantinya yang akan memimpin Kementerian Pertahanan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tentu akan memberikan prioritas pembangunan sektor pertahanan mengingat hal itu merupakan amanat konstitusi yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Menurut dia, kawasan Indonesia timur ke depan akan berkembang dari sisi ekonomi, sehingga strategi pertahanan pun yang akan dibangun mengikuti tren yakn “defence suporting economic”.
Kawasan Timika dengan PT Freeport Indonesia sebagai obyek vital nasional berskala strategis memerlukan peran TNI dalam melaksanakan operasi selain perang.
“Saya mengecek langsung bagaimana supaya Lanud Timika bisa mandiri, Lanal Timika bisa mandiri, bagaimana operasional dari alutsista produksi dalam negeri bisa bermanuver dalam upaya mengamankan obyek vital nasional. Bagaimana radar kita bisa mendukung dan mencakup wilayah timur dan bagaimana Brigif Timika bisa memiliki pangkalan yang memadai,” ujar Sjafrie.
Melalui kunjungan kerja dimaksud, katanya, Kemenhan dan jajaran terkait lainnya bisa melakukan langkah konkret “feeling the gap”.
“Kita tidak boleh lagi hanya menunggu laporan di Jakarta, tetapi harus proaktif menuju ke titik-titik yang menjadi permasalahan. Walaupun kita sudah di penghujung masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, namun kita tetap konsisten untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sampai 20 Oktober 2014,” ujar Sjafrie, mantan Pangdam Jaya itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain