8 April 2026
Beranda blog Halaman 43349

KPK Takut Sita Dokumen Bergambar Ibas



Jakarta, Aktual.co — Tim kuasa hukum Anas Urbaningrum segera mengadakan jumpa pers terkait penggledahan rumah Anas di Duren Sawit oleh penyidik KPK. Penggledahan Rumah Anas ini terkait dengan Attiyah Laila (Istri Anas) mantan komisaris PT. Dutasari Citralaras. Saat ini attiyah masih berstatus sebagai saksi untuk tersangka Mahfud Suroso selaku Direktur PT. Dutasari Citralaras.
Paska penggledahan oleh KPK, tim kuasa hukum Anas yang diketuai oleh Firman Wijaya menolak menandatangani berita acara penggeledahan, dikarenakan banyak barang-barang yang disita oleh penyidik KPK tidak ada korelasinya dengan kasus tersebut. Tim kuasa hukum juga mempertanyakan kepada penyidik KPK soal tidak dibawanya buku Yasin bergambar Ibas padahal buku tersebut ditemukan KPK pada tempat yang sama dengan buku Yasin bergambar Anas. Penyidik KPK hanya menjawab “Nanti dijelaskan di persidangan”.
Selain menyita 3 handphone milik Anas dan 3 hanphone milik Attiyah,KPK juga menyita kartu kredit atas nama Anas dan paspor atas nama Attiyah, serta surat kaleng yang mengaitkan aliran dana ke SBY dari proyek Hambalang dalam rangka pilpres 2009.
Untuk lebih lengkapnya simak presconference tim kuasa hukum Anas Urbaningrum pada video diatas.

Dana Operasional Disita, PPI Melawan KPK



Jakarta, Aktual.co — Selasa, 12 November 2013.Sekitar Pukul 10.00-21.00, Rumah Perhimpunan Pergerakan Indonesia digeledah KPK. Penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK ini terkait kasus Sport Center Hambalang, dimana Attiyah Laila (istri Anas Urbaningrum) menjadi saksi untuk tersangka Mahfud Suroso. Mahfud Suroso merupakan direktur PT. Dutasari Citralaras, sedangkan Attiyah Laila mantan Komisaris PT. Dutasari Citralaras. PT. Dutasari Citralaras yang menjadi Sub Kontraktor PT. Adhi Karya terindikasi menerima aliran dana proyek Hambalang sebesar Rp170,39 miliar. 
Dalam penggledahan Rumah Pergerakan yang menjadi markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), KPK menyita uang dalam bentuk rupiah sebesar Rp. 1 Milyar. “Uang yang disita KPK tersebut merupakan uang operasional PPI selama 1 tahun kedepan”. Jelas Makmun Murod.
Makmun Murod juga mempertanyakan maksud penggeledahan KPK di Rumah Pergerakan, karena rumah yang dijadikan markas PPI itu sudah tidak di tempati keluarga Anas Urbaningrum sebelum PPI dideklarasikan. Jadi Rumah Pergerakan tidak ada hubunganya dengan kasus yang menjerat Attiyah Laila.
Untuk lebih jelasnya simak Press Conference Makmun Murod, setelah KPK meninggalkan Rumah Pergerakan pada Video di atas.    

IHSG Tumbang 61 Poin

Seorang berjalan depan papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (12/11/2013). Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup anjlok 61,084 poin (1,38%) ke level 4.380,640. Anjloknya IHSG ini dipicu maraknya aksi jual setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga acuan ke level 7,5%. Naiknya BI Rate ini di luar prediksi pasar. Aktual/Tino Oktaviano

Empat Pilar Untuk Pelajar

Tim Sosialisasi MPR Dani Anwar menyampaikan materi kepada siswa SMU 26 Jakarta, saat Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara , di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (12/11/2013). Sosialisasi ini dilakukan untuk menguatkan kecintaan terhadap nilai-nilai Pancasila yang telah kembali masuk dalam kurikulum pendidikan sekolah, sehingga dapat diimplementasikan dalam berpikir dan berkarya bagi pelajar terutama untuk menangkis serbuan budaya barat seperti bahaya Pornografi dan Narkoba. Aktual/Tino Oktaviano

Kisruh DPT Menjelang Pemilu

Wakil Ketua Komisi II Arief Wibowo menunjukan data melalui layar saat konferensi pers mengenai kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT), di ruang Fraksi PDIP, Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (12/11/2013). Beberapa waktu lalu, KPU telah menetapkan 186 juta pemilih masuk daftar pemilih tetap (DPT), namun 10,4 juta ternyata tanpa NIK. Setelah disisir, KPU berhasil melengkapi 3,2 juta NIK pemilih sehingga hanya tersisa 7,2 juta pemilih tanpa NIK. Aktual/Tino Oktaviano

Merdeka Atau Mati



Jakarta, Aktual.co —Sutomo atau Bung Tomo merupakan salah satu tokoh dibalik perlawanan rakyat Surabaya terhadap tentara sekutu. Tentara Inggris mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945, tentara Inggris tergabung dalam tentara AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang ke Surabaya untuk melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Tentara Inggris yang diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administrations) berusaha mengembalikan pemerintahan Indonesia ke pemerentahan Belanda. Maksud inilah yang memicu perlawanan laskar-laskar pemuda di Surabaya. Terbunuhnya Brigadir Mallaby oleh pemuda Surabaya, menyebabkan tentara Inggris lewat penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh memberi ultimatum kepada para laskar untuk menyerahkan senjata sampai batas pukul 6 pagi, 10 November 1945. Ultimatum Inggris itu dibalas dengan pidato Bung Tomo yang sangat membakar semangat rakyat Surabaya. Selama pertempuran melawan tentara Inggris pidato Bung Tomo diputar berulang-ulang di radio RRI dan radio-radio Pergerakan.
20.000 lebih tentara Indonesia gugur sedangkan dari pihak Inggris 2 perwira dan 2.000 tentara tewas, serta 300 tentara asal India dan Pakistan desersi ke pihak Indonesia. Inggris yang memperkirakan cukup 3 hari untuk menguasai Surabaya, ternyata butuh waktu 21 hari untuk meluluhlantakan kota Surabaya.
Bung Tomo lahir 3 Oktober 1920, Bung Tomo dibesarkan dalam keluarga menengah dan pernah mengenyam pendidikan MULO dan HBS. Bung Tomo mengawali berorganisasi di KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Di KBI nama Bung Tomo mulai terkenal, karena Bung Tomo merupakan Orang Hindia Belanda kedua yang mencapai tingkat Pandu Garuda. Bung Tomo juga pernah bergabung pada Serikat Islam dan tahun 1944 Bung Tomo menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru.
Di masa kemerdekaan Bung Tomo pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran, Anggota DPR (1956-1959) mewakili Partai Rakyat Indonesia. Pada masa orde baru (1978) Bung Tomo ditahan karena sikap kritisnya terhadap pemerintahan. 
Pada tanggal 7 Oktober 1981, Bung Tomo meninggal dunia di Padang Arafah – Mekkah, saat beliau menunaikan ibadah haji. Bung Tomo dimakamkan di pemakaman umum ngagel Surabaya. Pada tanggal 10 November 2008 Bung Tomo dianugrahi Pahlawan Nasional lewat Surat Keputusan Presiden Nomor 041/TK/2008.  

Berita Lain