12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 734

Ribuan Warga Kepung Jalanan, Desak PM Thailand Mundur

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, putri mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.Aktual//REUTERS

Jakarta, aktual.com – Ribuan warga Thailand turun ke jalan dalam unjuk rasa besar-besaran di Bangkok pada Sabtu (28/6/2025), mendesak Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mengundurkan diri di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan dengan Kamboja dan tekanan politik domestik yang kian tajam.

Dilansir Reuters, demonstrasi yang digelar di bawah hujan deras ini menjadi yang terbesar sejak Partai Pheu Thai kembali berkuasa pada 2023. Aksi ini mencerminkan kekecewaan publik yang mendalam terhadap kepemimpinan Paetongtarn dalam menghadapi krisis perbatasan dan kondisi ekonomi yang memburuk.

“Dia harus mundur karena dialah masalahnya,” kata Parnthep Pourpongpan, salah satu tokoh utama aksi protes.

Unjuk rasa dipicu oleh perselisihan wilayah perbatasan yang memanas antara Thailand dan Kamboja sejak Mei 2025, yang kemudian diperparah dengan bocornya percakapan telepon antara PM Paetongtarn dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Dalam percakapan itu, Paetongtarn terdengar mengkritik seorang komandan militer Thailand dan dianggap terlalu “tunduk” terhadap Hun Sen. Komentar tersebut memicu kecaman keras, terutama dari kalangan nasionalis pro-militer, mengingat militer masih menjadi kekuatan penting dalam lanskap politik Thailand.

Paetongtarn telah menyampaikan permintaan maaf secara publik, namun tekanan tidak mereda. Banyak kalangan menilai bahwa dirinya — serta sang ayah, mantan PM Thaksin Shinawatra — tengah dimanipulasi oleh Hun Sen, yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu keluarga Shinawatra namun kini dianggap berbalik arah.

Kerumunan demonstran, termasuk banyak orang tua, berkumpul di Monumen Kemenangan, lokasi ikonik di Bangkok. Mereka membawa bendera Thailand dan meneriakkan, “Ung Ing, keluar!” — merujuk pada nama panggilan PM Paetongtarn.

“Komentarnya tentang militer dan usahanya menyenangkan Hun Sen tidak bisa diterima,” ujar Thapanawat Aramroong, salah satu peserta aksi.

Aksi ini diselenggarakan oleh United Force of the Land, koalisi nasionalis yang selama dua dekade terakhir aktif menentang pemerintahan yang didukung keluarga Shinawatra.

Dalam pernyataan resminya di hadapan massa, kelompok ini menuduh bahwa “cabang eksekutif dan legislatif tidak lagi bekerja demi demokrasi dan monarki konstitusional,” serta menuntut seluruh mitra koalisi pemerintah agar segera mengundurkan diri.

Protes ini berlangsung di tengah ancaman mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Paetongtarn yang diperkirakan akan digulirkan di parlemen dalam waktu dekat. Dengan koalisi yang rapuh dan tekanan dari berbagai penjuru, masa depan kepemimpinan PM Paetongtarn kini berada di ujung tanduk.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Sekolah Rakyat Hadir di Cipayung, Harapan Baru bagi 75 Anak Didik

Gedung Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur. Aktual/DOK ID

Jakarta, aktual.com – Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Sentra Handayani, Jalan PPA No.1, Cipayung, Bambu Apus, Jakarta Timur, siap menyambut 75 siswa dari keluarga miskin ekstrem untuk mengikuti masa orientasi yang dijadwalkan mulai 14 Juli 2025. Sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung kesiapan fasilitas sekolah tersebut bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, pada Minggu (29/6/2025).

“Ini tahap finalisasi. Insyaallah tanggal 14 Juli sesuai arahan Presiden, kita mulai dulu matrikulasi atau Masa Orientasi Siswa dan Guru,” ujar Gus Ipul kepada awak media di sela kunjungan.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga mengajak para calon siswa dan wali murid untuk mengenal langsung lingkungan sekolah dan fasilitas yang tersedia. Ia menegaskan bahwa sekolah ini merupakan bagian integral dari kompleks Sentra Handayani yang memiliki luas 1,2 hektare.

“Ini adalah bagian dari Sentra Handayani yang nanti akan menampung 75 siswa. Hari ini siswa dan calon siswa dikenalkan dengan fasilitas sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo melaporkan bahwa proses pembangunan fisik sekolah di kawasan Sentra Handayani telah mencapai 92% penyelesaian. Dari total 100 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, secara rata-rata progres pembangunan telah mencapai 83%.

“Yang di sini sudah 90% lebih, mungkin 92%. Di beberapa tempat lain masih antara 88–90%. Jadi secara rata-rata nasional, progres pembangunan sekolah rakyat berada di angka 83%,” ujar Dody.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, akan ada 200 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menyasar kelompok masyarakat dalam Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Program ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penyediaan akses pendidikan dasar hingga menengah bagi masyarakat miskin ekstrem. Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan disiapkan untuk menyediakan fasilitas, pengajar, dan kurikulum terbaik yang mampu mengangkat derajat sosial peserta didik melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

BTN Jakim 2025 Pecah Rekor, Jalan Sudirman-Thamrin Menjadi Lautan Manusia

Sebanyak 31.000 ribu pelari memenuhi kawasan Jalan Sudirman-Thamrin untuk mengikuti ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 yang mengambil start di kawasan Silang Monas dan Finish di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 29/6/2025). Ajang BTN JAKIM 2025 membuat kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dipenuhi lautan manusia. Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu ikut berlari di tengah kerumunan peserta yang turun diikuti oleh 52 negara. Turut hadir pada acara tersebut para menteri seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan sejumlah anggota DPR RI. BTN JAKIM 2025 turut menggerakkan ekonomi Jakarta dengan meningkatnya permintaan kamar hotel serta membuat UMKM hidup. Dengan kesuksesan BTN JAKIM 2025 sebagai rangkaian HUT ke 498 Pemprov DKI Jakarta, diharapkan semakin meningkat dengan jumlah peserta ditargetkan mencapai 40.000 pada tahun 2026 dan 50.000 pada 2027 saat perayaan HUT DKI Jakarta ke-500 tahun. Aktual/DOK BTN

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Ribuan Pelaut Ikuti Fun Walk Hari Pelaut Sedunia di Ancol

Jakarta, aktual.com – Ribuan pelaut yang tergabung dalam Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) dan Lintas Alumni Akademi Pelayaran seluruh Indonesia mengikuti jalan santai atau fun walk di pantai Ancol, Jakarta, pada Minggu (29/6) pagi. Ribuan pelaut bersama anggota keluarganya tersebut tampak kompak menggunakan seragam jersey bertuliskan Day of The Seafarer 2025, dan berjalan sekitar 5 kilometer dari titik start hingga ke titik finish.

Acara fun walk dimulai dengan semarak permainan marching band yang disajikan taruna-taruni STIP, AMAN Jaya dan SMK Pelayaran Jakarta Tg. Priok. Pasukan marching band kemudian menjadi pengiring dan pendamping jalan santai atau fun walk yang melibatkan para pelaut dan keluarganya. Suasana bahkan semakin riuh-ramai saat pasukan maching band membawakan sejumlah jingle-jingle nostalgia yang mengingatkan kembali para pelaut dengan masa-masa bersekolah dahulu.

“Alhamdulillah, funwalk pagi ini berhasil mengumpulkan dua ribu orang alumni akademi pelayaran. Insya Allah, kita akan terus menyelenggarakan program-program semacam ini dan berharap dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas,” ujar Ketua Seksi Acara Funwalk Seafarer 2025, Capt. Syaida Menggara dalam wawancara kepada awak media.

Ketua Panitia Funwalk Day of The Seafarer 2025, Capt Harry Buana Putra mengatakan agenda jalan santai ini sebenarnya sebagai bentuk apresiasi kepada pelaut Indonesia yang tengah bertugas di perairan manapun. Menurutnya, para pelaut Indonesia harus membanggakan diri karena profesinya memiliki peran yang sangat krusial untuk menggerakkan perdagangan dunia dan menjaga stabilitas rantai pasok alias supply chain barang serta jasa.

“(Lewat Rangkaian Fun Walk Day of The Seafarer 2025) Kami sebenarnya ingin memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk seluruh pelaut Indonesia yang sedang berjuang bekerja untuk kehidupan keluarga dan kepentingan bangsanya. Hari ini kita rayakan untuk semua pelaut Indonesia yang tengah menjalani pekerjaannya di seluruh dunia. Bangun kebanggaan kita sebagai pelaut Indonesia,” kata dia.

Capt Harry pun mengingatkan pelaut untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari perundungan sesuai dengan tema hari Pelaut Sedunia ‘My Harrasment Free Ship’. Dimana seluruh kapal yang menjadi tempat bekerja, seharusnya bisa menghormati hak azasi manusia, melindungi pekerja dari segala bentuk pelecehan dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan pelaut. Komitmen ini juga harus dilakukan para pelaut Indonesia kepada para pelaut perempuan di seluruh dunia.

“Kami (Pelaut Indonesia) berkomitmen mewujudkan lingkungan kerja di atas kapal yang bebas dari perundungan, pelecehan dan pembullyan. Merujuk catatan IMO, hampir 50 persen pelaut wanita mengalami pembullyan dan pelecehan. (Melalui tema Day of The Seafarer tahun 2025 ini) Kami berharap tidak ada lagi pembullyan dan perundungan di atas kapal sehingga dapat terciptanya lingkungan kerja yang baik, kondusif dan profesional,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, para pelaut juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap terkait peringatan hari pelaut sedunia. Diantaranya tuntutan yang menginginkan adanya peraturan setingkat Undang Undang yang melindungi profesi pelaut. Termasuk pernyataan yang menegaskan bahwa pelaut Indonesia merupakan tenaga kerja yang lex specialis dan tidak termasuk bagian kelompok pekerja migran.

“Kami pelaut pelayaran niaga merupakan lex specialis dan bukan pekerja migran. Kami pelaut pelayaran niaga menginginkan adanya peraturan tentang perlindungan profesi setingkat Undang Undang,” ucap Capt Harry bersama sejumlah pengurus alumni akademi lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Wamenhaj Arab Saudi Apresiasi Layanan Haji Indonesia, Beri Catatan untuk Perbaikan 2025

Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi bersama Wamenhaj Arab Saudi Abdul Fattah Mashat. Aktual/KEMENAG

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Fattah Mashat, melakukan kunjungan bersejarah ke kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Sabtu (28/6/2025). Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan oleh pejabat tinggi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi ke kantor operasional PPIH.

Dalam kunjungannya, Abdul Fattah menyampaikan apresiasi mendalam terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 oleh Indonesia, terutama atas keberhasilan seluruh jemaah haji menyelesaikan rangkaian ibadah secara tertib. Ia juga memberikan sejumlah catatan teknis sebagai bahan evaluasi bersama.

“Meski ada beberapa catatan teknis, hal itu sangat dimaklumi mengingat jumlah jemaah haji Indonesia yang sangat besar. Ini bukan hanya terjadi pada satu misi haji, tapi merupakan bagian dari evaluasi umum,” ujar Abdul Fattah.

Ia menegaskan bahwa catatan tersebut tidak menodai kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini. Berkat koordinasi solid antara PPIH, Kementerian Haji dan Umrah, serta syarikah layanan, berbagai tantangan di lapangan dapat dimitigasi dan diantisipasi dengan baik.

Abdul Fattah juga menyoroti aspek kesehatan jemaah haji Indonesia. Ia menyebut dua hal yang perlu mendapat perhatian khusus: tingkat istitha’ah kesehatan (kemampuan fisik menjalankan haji) dan jumlah jemaah wafat selama operasional haji berlangsung.

“Ini harus menjadi perhatian dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang, mulai dari penyaringan, pemantauan, hingga pendampingan kesehatan sejak sebelum keberangkatan,” katanya.

Asisten Deputi Bidang Operasional Haji, Eyad Rahbini, menambahkan bahwa pengalaman haji tahun ini harus menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas layanan di masa depan. Ia turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara PPIH Arab Saudi dan Kementerian Haji dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.

“Catatan teknis lapangan telah ditangani dengan baik sepanjang operasional haji berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator dan Supervisor Kantor Urusan Haji, Badr al-Sulami, mengungkapkan bahwa Kementerian Haji telah mulai mempersiapkan Haji 1447 H/2026. Di antaranya adalah pembentukan kelompok kerja lintas sektor yang akan memulai tugasnya pekan depan.

“Kelompok kerja ini akan membahas berbagai kebijakan baru serta timeline teknis yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak untuk menghindari kendala dan menyempurnakan pelayanan haji tahun depan,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan dari pihak Arab Saudi, Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kerajaan Arab Saudi dalam menyelenggarakan ibadah haji di tengah tantangan global dan regional.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah kedua negara, khususnya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Bobby Nasution Berpotensi Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution usai menghadiri kegiatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk memeriksa Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di provinsi tersebut. Langkah ini diambil menyusul adanya kedekatan antara Bobby dan tersangka TOP, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumut, yang sebelumnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Pernyataan itu disampaikan oleh Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan keterlibatan pejabat lain dalam perkara tersebut.

“Kalau memang bergerak ke salah seorang, misalkan ke kepala dinas yang lain atau ke gubernurnya, kami akan minta keterangan,” ujar Asep dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Sabtu (28/6/2025).

Asep menyebut KPK saat ini tengah menyelidiki aliran uang dari pihak swasta yang diduga menjadi sumber suap dalam proyek pembangunan jalan. Penelusuran dilakukan menggunakan pendekatan follow the money dengan bekerja sama bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kami bekerja sama dengan PPATK untuk melihat ke mana saja uang itu bergerak,” kata Asep. Siapa pun yang teridentifikasi dalam aliran dana, lanjutnya, tidak akan luput dari pemeriksaan, termasuk Gubernur Sumut.

Asep juga menegaskan bahwa perkara ini masih dalam tahap pengungkapan awal, sehingga tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang akan dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah: TOP – Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut, RES – Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut merangkap pejabat pembuat komitmen (PPK), HEL – Pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumut, KIR – Direktur Utama PT DNG dan RAY – Direktur PT RN

TOP, RES, dan HEL diduga menerima suap dari KIR dan RAY guna memuluskan pemenangan tender proyek jalan dengan total nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Tersangka KIR dan RAY disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, TOP, RES, dan HEL dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang yang sama, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Masyarakat diminta untuk terus mengawal kasus ini, mengingat proyek pembangunan jalan merupakan fasilitas publik yang sangat vital bagi masyarakat Sumatra Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain