12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 737

Kejagung Siap Periksa Megawati dalam Kasus Korupsi Sritex

Karyawan PT Sritex terakhir melakukan kerja di perusahaannya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Setelah putusan pengadilan yang menyatakan Sritex pailit, kini kendali atas perusahaan ada di tangan kurator. Aktual/AFP

Jakarta, aktual.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Komisaris PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), Megawati, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit dari sejumlah bank kepada Sritex Group.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, membenarkan pemeriksaan tersebut. Megawati diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang menjerat suaminya, Iwan Setiawan Lukminto, selaku Komisaris Utama Sritex sekaligus Direktur Utama PT Griya Asri Sejahtera, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Iya benar, Megawati diperiksa hari ini. Dia adalah istri dari tersangka Iwan Setiawan,” ujar Harli kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Megawati dimintai keterangan sebagai saksi dalam rangka penyidikan terhadap Iwan Setiawan yang diduga menyalahgunakan dana kredit dari bank untuk kepentingan di luar peruntukannya.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa (ZM), Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB Dicky Syahbandinata (DS), serta Iwan Setiawan Lukminto (ISL).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Abdul Qohar, menjelaskan bahwa dana kredit yang semestinya digunakan untuk modal kerja justru disalahgunakan untuk membayar utang perusahaan dan membeli aset nonproduktif seperti tanah di Solo dan Yogyakarta.

“Seharusnya untuk modal kerja, tetapi disalahgunakan. Dana tersebut digunakan untuk membayar utang dan membeli aset nonproduktif, sehingga tidak sesuai peruntukannya,” jelas Qohar.

Akibat penyalahgunaan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp692 miliar. Kerugian tersebut berasal dari total pinjaman dana dari Bank DKI senilai Rp149 miliar dan Bank BJB sebesar Rp543 miliar.

“Terkait kerugian keuangan negara ini adalah sebesar Rp692 miliar. Ini terkait dengan pinjaman PT Sritex kepada dua bank, yakni Bank DKI Jakarta dan Bank BJB,” tutup Qohar.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Dasco Imbau Tidak Perlu Khawatir Keadaan WNI di Wilayah Konflik

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua DPR RI Dasco mengimbau semua pihak untuk tidak khawatir terkait nasib warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik Israel-Iran. Pemerintah dipastikan menyiapkan langkah terbaik dalam menyelamatkan WNI.

“Ya, kami mengimbau kepada warga negara Indonesia untuk tetap tenang, pemerintah terus berkomunikasi dan meng-update kabar WNI di Iran dan akan terus melakukan evakuasi secara bertahap,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (26/6).

Dasco menekankan Legislatif dalam hal ini pimpinan DPR hingga Komisi I akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah perihal keadaan WNI.

“DPR dalam hal ini, pimpinan DPR dan komisi 1 akan terus berkomunikasi dengan pemerintah memonitor keadaan,” kata Dasco.

Tak hanya itu, Ketua Harian Partai Gerindra itu pun menegaskan bila DPR RI telah meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) hingga kedutaan besar Iran untuk membuat hotline atau menjembatani komunikasi pemerintah dengan para WNI yang berada di lokasi konflik.

“Dan meminta kepada kementerian luar negeri dalam hal ini juga kedutaan besar Iran untuk mengupayakan adanya hotline agar komunikasi warga negara kita di Iran bisa terpantau dengan baik demikian,” tegas Dasco.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ketimpangan Ekonomi Kian Tajam, Mampukah  Prabowo Tancap Gas Lawan Oligarki? 

Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan pers bersama dalam pertemuan tahunan Leaders? Retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/pri.

Aktual.com- Presiden Prabowo Subianto sejak 2017 sudah meneriakkan bahwa ekonomi dan kekayaan nasional dikuasai oleh segelintir elit.  Politik pun sudah dikuasai kaum oligarki.  Sistem ekonomi dan politik telah menyimpang dari sistem demokrasi Pancasila.

Kini, Prabowo diminta  menunjukkan kepemimpinannya tanpa dipengaruhi dan tersandera oleh kekuatan politik pemerintahan Jokowi sebelumnya.

Mampukah Prabowo keluar dari “sandera politik” Jokowi dan menentukan kebijakan sendiri sesuai misi dan visinya ?

Prabowo dalam buku itu mengungkapkan,  terjadi penyimpangan dan ketimpangan dalam distribusi kekayaan nasional. Prabowo menulis, 10 persen orang terkaya di Indonesia, menguasai 77 persen kekayaan nasional kita. Sementara 90 persen warga negara hanya menguasai 23 persen kekayaan Indonesia.

Mantan Menkopolhukam Mahfud MD menilai apa yang digambarkan Prabowo sudah tepat, bahkan cukup cerdas. Tinggal bagaimana implementasi Prabowo menyelesaikan hal itu dalam lima tahun pemerintahannya.

“Ini sangat timpang dan sangat paradoks,” kata Mahfud dalam Podcast di channel YouTube Mahfudmdofficial yang diunggah pada 24 Juni 2025.

Menurut Mahfud, saat ini terjadi banyak paradoks. Politik dan ekonominya menyimpang. Ekonominya juga dikuasai oligarki. Sehingga yang muncul adalah pemerintahan yang dikuasai oleh oligarki.

“Dan Pak Prabowo ini sudah punya pandangan tentang ketimpangan itu sejak 2017 kalau mengacu pada buku Paradoks Indonesia,” ucap Mahfud.

Menurutnya, dalam pemerintahan, kekuatan oligarki memiliki pengaruh-pengaruh dan kekuatan untuk membeli keputusan melalui pejabat-pejabat atau masuk dalam pemerintahan lalu membuat kebijakan ekonomi dan politik.

Pak Prabowo, kata Mahfud, sudah menyadari itu dan ingin paradoks dalam politik dan ekonomi ini  dilawan dengan pemerintahan yang berani dan kuat untuk kepentingan rakyat.

Kalau kita melihat dari data yang disajikan Prabowo, dan data yang sudah berkembang saat ini, kata Mahfud, maka jika dibuat perbandingan dengan negara lain, seperti  Tiongkok pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sejak 1980 hingga 2019 naik mencapai 46,3 kali lipat. Singapura 19 kali lipat. Sedangkan Indoensia hanya tumbuh 13,1 kali lipat.

“Itu adalah suatu ketimpangan yang dipotret oleh Prabowo dengan tepat dan cerdas,” ucapnya.

Selain itu, kata Mahfud, Prabowo juga menjelaskan soal banyaknya aliran dana keluar. Bagaimana dana dari dalam negeri mengalir ke luar secara besar-besaran dan rakyat tidak dapat apa-apa.

“Selama ini kita hanya mengekspor bahan-bahan mentah dan kemudian mengimpor atau membeli kembali bahan-bahan itu dengan harga yang lebih mahal. Karena bahan itu sudah dioleh ke berbagai produk memenuhi kebutuhan masyarakat” tandasnya.

Lalu, lanjutnya, saat ini  ada 1 persen, orang terkaya di Indonesia ini menguasai 50,3 persen kekayaan nasional. Sementara yang 99 persen warga hanya menikmati 49 persen kekayaan nasional.

Lalu, dilihat dari gini rasio disebutkan buku tersebut adalah 0,67 persen. Artinya, setiap 1 persen penduduk hanya memiliki 67 persen tanah.  Sementara, 99 persen warga Indonesa hanya menikmati 33 persen lahan.

“Kemudian kalau dilihat kekayaan para pengusaha Indonesia, mencapai Rp11.400 triliun Itu ada di luar negeri. Sementara anggaran APBN kita itu hanya  1/5 dari dana yang disimpan para pengusaha di luar negeri itu,” papar Mahfud.

Dari sisi politik, dalam buku itu dijelaskan Mahfud ternyata dikuasai oleh pemodal yang super kaya. Sehingga yang terjadi adalah oligarki politik.

“Sekarang ini masih terjadi politik oligarki dan kartel dimana politik hanya dikuasai sekelompok orang. Ini yang banyak dikeluhkan orang,” katanya.

Me urutnya, pejabat dan elit politik kita banyak bohong, mau disuap dan disogok. Makanya negara ini masuk kepada paradoks yang mengerikan.

“Maka menurut Pak Prabowo kalau kerusakan ekonomi dan politik ini tidak diatasi, dan pertumbuhan ekonomi  di atas 10 persen tidak tercapai, maka kita akan menjadi negara gagal,” kata Mahfud.

“Nah kondisinya saat ini masih mengkhawatirkan. Pertumbuhan ekonomi hanya 4,7 persen. Masih jauh dari harapan,” tambahnya lagi.

Dalam bukunya itu, kata Mahfud, Prabowo juga menulis bahwa saat ini survei bisa dipesan, media bisa dipesan dan dibungkam.

“Pidato-pidato Pak Prabowo isinya sampai sekarang masih soal itu. Kita tinggal menunggu. Implementasinya apa saja kesulitannya,” ucapnya.

Mahfud juga menambahkan satu paradoks lagi yang terjadi di Indonesia. Yaitu paradoks hukum. Dimana Prabowo suka menyebutnya dengan negara maling. Hal ini terjadi karena hukum itu juga dibuat oleh penguasa hasil kongkalikong dengan pengusaha super kaya.

“Jika ingin hukum yang menguntungkan mereka, maka dibuatkan hukum, agar ada peluang bagi para pengusaha super kaya itu mengambil keuntungan secara sepihak,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, ini adalah hubungan penguasa dan pengusaha yang menjadi oligarki itu. Jika hukumnya sudah ada, namun dianggap  menghambat, maka hukumnya akan diganti diam-diam.

Lalu cara lainnya, yaitu mereka menyiapkan dan mengajukan perubahan aturan itu melalui lembaga yudikatif. Lalu mereka juga melakukan operasi-operasi politik. Sehingga pengadilan ikut mendukung. Pada akhirnya muncullah para mafia peradilan.

Menata Papan Catur Keluar dari Bayang-bayang Jokowi 

Proses itu memang terjadi sangat kuat di era terakhir pemerintahan Jokowi. Dan di pemerintahan Prabowo praktik seperti ini masih terjadi.

“Praktik ini masih berlangsung dan produk-produk hukum itu masih sepihak. Dan kini masyarakat akademis sudah menyadari praktek ini,” ucapnya.

Kebijakan yang diambil seperti  hilkrisasi oleh Prabowo sudah tepat. Termasuk membangun state kapitalisme, yaitu semua kekayaan negara dikontrol ketat oleh negara.

Dalam bukunya, kata Mahfud, Prabowo juga ingin membongkar sistem politik oligarki.  Membangun sistem demokrasi yang sesuai dengan konstitusi.

“Satgas penegakan hukum mngkin masuk dalam kategori pembersihan politik oligarki Meskipun nanti ada hambatan-hambatan ya ke depan. Yang harus kita maklumi,” ujarnya.

Namaun, lanjutnya, upaya Prabowo ini tidak mudah karena sistem itu sudah 40 tahun berjalan. Implementasinya nanti yang kita analisis seperti apa.

“Saat ini kasus-kasus besar dibongkar, Pertamina, Nikel, Raja Ampat, kantor-kantor pemerintah sekrang juga sudah diperiksa. Meskipun jika sudah masuk tahap tertentu banyak yang mentok dan balik lagi,” tegasnya.

Selain itu, Mahfud melihat  saat ini selama pemerintahan Prabowo, tidak  ada pejabat berani melakukan korupsi. Setidaknya selama  8 bulan pemerintahannya.

“Jadi, cukup efektif gertakannya itu. Sehingga korupsi yang kasus lama-lama  yang dibongkar sekarang ini,” tambahnya.

Mahfud menilai, Prabowo sudah melakukan langkah-langkah  awal yang baik menunjukan ke arah sana. Mungkin Prabowo membutuhkan waktu untuk memenggal periode. Satu sampai dua tahun ini.

“Naiknya Prabowo sebagai presiden itu adalah dari political trade off atau hasil tukar menukar kepentingan. Jadi mungkin Pak Prabowo sedang menata papan catur dulu. Political trade off itu tidak bisa dihindari dalam politik.,” ucapnya.

Kapan Prabowo bisa melepaskan diri dari political trade off dan ngegas dengan visinya? Menurut Mahfud sebaiknya Prabowo tancap gas  secepatnya. Tidak ada batas deadline waktu. Karena kalau kekuasaan sudah ditangan, siapapun tidak bisa menghalanginya.

“Tapi Prabowo, mungkin punya tenggang waktu sendiri untuk melakukan hal itu,” pungkasnya. ***

Udara Jakarta Kembali Tidak Sehat, Pimpinan MPR Desak Penanganan Lewat Manajemen Krisis

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Aktual/Dok MPR RI

Jakarta, aktual.com – Polusi Jakarta, Tangerang Selatan, dan sejumlah kota besar lainnya seperti Medan dan Surabaya kembali mencatatkan kadar kualitas udara yang tidak sehat, pada Kamis, 26 Juni 2025.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengimbau pemerintah kota dan segenap pemangku kepentingan lain untuk melakukan penanganan secara koordinatif dan segera.

“Selama tiga tahun belakangan ini, Jakarta dan sejumlah kota lainnya sering masuk daftar kota dengan kualitas indeks udara yang buruk, bahkan terburuk di dunia.”

“Kondisi ini tidak dapat dibiarkan berkepanjangan dan perlu ada upaya ekstra yang dilakukan secara kolektif dan koordinatif agar penanganannya bisa dilaksanakan secara intensif,” kata Eddy di sela-sela menjadi keynote speaker dalam acara “Validation Seminar Techinal Asistance: Accelarating The Clean Energy Transition in Southeast Asia” di Hotel Mulia.

“Pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait perlu merumuskan peta jalan untuk mereduksi polusi udara yang sudah masuk kategori akut ini. Menambah armada kendaraan umum listrik dan memperluas wilayah operasional bisa menjadi salah satu solusinya, mengingat emisi buang kendaraan merupakan kontributor terbesar dari polusi udara,” ungkap Eddy.

Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan sosialisasi bike to work, serta penyempurnaan ekosistem kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor sudah sebaiknya ditingkatkan.

“Selain itu kita juga perlu mengakselerasi program transisi energi yang tertuang dalam RUPTL tahun 2025-34 agar pembangunan sumber-sumber listrik energi terbarukan sebesar 52 GW dapat terwujud, agar pertumbuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga ke depannya berbasis energi terbarukan.”

“Terakhir, kita patut mendalami kembali upaya untuk mempensiun dinikan PLTU batubara yang berpotensi diakhiri masa operasinya lebih awal. Tentu dengan catatan bahwa pembangkit listrik penggantinya berbasis energi terbarukan telah tersedia,” lanjutnya.

Eddy menjelaskan, saat ini ia bersama sejumlah konsultan ekonomi karbon tengah mengkaji skema pembiayaan yang dapat membiayai pensiun dini PLTU batubara tanpa membebani APBN

“Saya berharap kita semua berkolaborasi dan bekerja secara urgent untuk menangani pencemaran udara yang membahayakan kesehatan masyarakat. Ini adalah panggilan mulia dan saya berharap kita semua meresponsnya dengan cepat,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Danantara Dukung Pembangunan Rusun Didanai Oleh Qatar

Konferensi pers Satu Juta Unit Rumah Susun Terjangkau di area perkotaan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (26/6/2025). (ANTARA/Aji Cakti)

Jakarta, aktual.com – Danantara mendukung pembangunan sejuta rumah susun (rusun) bagi masyarakat di wilayah perkotaan yang didanai oleh investor Qatar.

“Kami sangat senang dengan kerja sama antara Qatar dengan Danantara, dan kami berharap Danantara bisa berkontribusi lebih dari lahan dan kemungkinan juga bank bisa termasuk dalam kerja sama, Danantata akan mendukung proyek ini,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/6).

Tentu saja sebagaimana arahan Presiden RI, Danantara meyakini bahwa proyek ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya secara komersial namun tentu juga komitmen untuk memberikan yang terbaik dari Danantara sebagai perusahaan negara kepada rakyat.

“Kita punya banyak lahan, lahan-lahan yang tidak produktif, yang bisa dikerjasamakan dan nantinya tentu kita harapkan hal ini menjadi satu milestone besar dalam proyek perumahan sebagaimana diarahkan Bapak Presiden RI,” kata Dony.

Sebagai informasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menjelaskan, investasi yang diberikan oleh Qatar kepada Indonesia ditujukan untuk membangun satu juta rumah yang modelnya berupa hunian vertikal di perkotaan.

Fahri mengatakan, hunian-hunian vertikal itu bakal segera dibangun untuk menyediakan rumah-rumah layak huni bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di perkotaan, mengingat saat ini banyak dari mereka belum punya rumah, dan masih banyak juga yang menempati rumah-rumah di kawasan kumuh yang tidak layak huni.

Terdapat beberapa lokasi yang dipersiapkan pemerintah untuk membangun hunian-hunian vertikal, yaitu di kawasan-kawasan padat penduduk di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Di Jakarta, lokasi-lokasi yang dipersiapkan di antaranya di kawasan Kalibata, Senayan, Kemayoran. Tanah-tanah itu, dia menyebut, merupakan aset-aset negara yang saat ini dikelola BUMN dan kementerian/lembaga.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasang target untuk membangun tiga juta rumah per tahun yang diperuntukkan utamanya kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kecewa dengan Manajemen, SP Pegadaian Kirim Kajian Evaluasi PT Pegadaian ke Danantara

Logo PT Pegadaian (Persero)/Antara Foto
Logo PT Pegadaian (Persero)/Antara Foto

Jakarta, aktual.com – Serikat Pekerja PT Pegadaian (SP Pegadaian) secara resmi mengirimkan catatan evaluasi dan kajian perbaikan PT Pegadaian ke Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (Danantara). SP Pegadaian menyebut catatan evaluasi tersebut sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi serikat pekerja untuk melengkapi kajian yang diinginkan Danantara demi perbaikan seluruh BUMN.

“Lewat jalur-jalur komunikasi yang tersedia, kami (SP Pegadaian) mencoba berpartisipasi dan berkontribusi terhadap keinginan Danantara yang memang bertujuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan BUMN. Dalam konteks itu, kami mengirimkan catatan evaluasi dan aspirasi untuk melengkapi kajian dan evaluasi menyeluruh yang diinginkan Danantara,” kata Ketua Umum SP Pegadaian Mufri Yandi dalam keterangan kepada awak media, Rabu (25/6) sore.

Menurut Mufri, salah satu fokus evaluasi dan kajian tersebut terkait dengan pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan pekerja. Mufri menjelaskan selama kurun waktu tiga (3) tahun terakhir, manajemen perusahaan memang belum mampu memenuhi hak para pekerja dan cenderung membangun hubungan industrial yang kurang baik dengan SP Pegadaian.

Oleh karena itu, ungkap Mufri, SP Pegadaian akan terus menyuarakan hal ini dan meminta Danantara ikut memperhatikan persoalan tersebut sebagai jalan untuk menjaga peningkatan kinerja BUMN PT Pegadaian. Mufri pun meyakini seluruh karyawan PT Pegadaian merupakan ujung tombak kemajuan perusahaan.

“Salah satu isi surat kami (Kepada Danantara) adalah soal hak para pekerja dan pengelolaan hubungan industrial yang kurang baik di PT Pegadaian. Sebab, biar bagaimana pun, para pekerja di PT Pegadaian ini adalah ujung tombak kemajuan perusahaan. Jika perusahaan gagal membangun hubungan industrial yang baik, maka sudah pasti hal itu akan berdampak buruk pada kinerja pekerja dan pada akhirnya kinerja perusahaan,” jelas dia.

Mufri menjelaskan surat tersebut sudah diterima Danantara dan siap ditindaklanjuti dengan agenda audiensi pada awal Juni lalu. Meskipun hingga saat ini, SP Pegadaian masih tetap menunggu jadwal pasti agenda pertemuan tersebut. Karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun itu pun menegaskan catatan dan kajian evaluasi PT Pegadaian ini, dilakukan pihaknya semata-mata untuk menunjang kemajuan perusahaan di masa mendatang.

“SP Pegadaian sudah melayangkan permohonan audiensi dengan BPI Danantara. Saat ini, kami tinggal menunggu jadwal yang disediakan Danantara. Insya Allah, yang kami (SP Pegadaian) lakukan ini semata-mata untuk melihat PT Pegadaian terus tumbuh menjadi perusahaan yang semakin besar,” tutur dia.

Dalam surat berkop DPP Serikat Pekerja PT Pegadaian dan berisi tiga (3) halaman tersebut, surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PT Pegadaian. Surat tersebut secara garis besar memuat sejumlah poin catatan SP Pegadaian atas perkembangan pengelolaan perusahaan selama lima (5) tahun terakhir.

Secara organisasi, SP Pegadaian memberi catatan buruk atas hubungan industrial serikat pekerja dengan manajemen PT Pegadaian, jenjang karir karyawan yang semakin tidak jelas, agenda pemberdayaan pensiun yang tidak sesuai harapan dan minimnya pemahaman direksi atas hubungan industrial Pancasila (HIP) yang baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain