Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (12/7/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp.
Jakarta, aktual.com – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Selasa (17/6), merosot Rp18.000 per gram, dari Rp1.968.000 per gram, jadi Rp1.950.000 per gram.
Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pun turut turun ke angka Rp1.794.000 per gram.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.025.000
– Harga emas 1 gram: Rp1.950.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.840.000.
– Harga emas 3 gram: Rp5.735.000.
– Harga emas 5 gram: Rp9.525.000.
– Harga emas 10 gram: Rp18.995.000.
– Harga emas 25 gram: Rp47.362.000.
– Harga emas 50 gram: Rp94.645.000.
– Harga emas 100 gram: Rp189.212.000.
– Harga emas 250 gram: Rp472.765.000.
– Harga emas 500 gram: Rp945.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.890.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Jakarta, aktual.com – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengingatkan soal keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik antara Iran dengan Israel menjadi nomor satu yang perlu diutamakan.
“Pertama kan kalau ada kejadian, yang mesti kita amankan kan nyawa. Urutan nomor satu nyawa,” kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).
Sebab, kata dia, satu nyawa manusia yang melayang pun amat berharga karena tidak bisa dikalkulasi dengan angka.
“Jadi kita nggak bisa menyebut hanya satu (nyawa melayang), we can not count the numbers untuk nyawa,” ucapnya.
Oleh sebab itu, dia menyebut pemerintah perlu mempersiapkan langkah evakuasi untuk mengamankan WNI ke wilayah aman lainnya ataupun ke Tanah Air.
“Kalau memang perlu sementara kita sampai aman, kira-kira sebulan ditarik atau langkah lain,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, perlu terlebih dahulu mendata kepastian jumlah WNI yang berada di Iran maupun yang sekiranya tengah melakukan ziarah rohani di Israel.
Menurut dia, pemerintah Indonesia sebelumnya pun pernah berhasil mengirimkan pesawat dari Tanah Air untuk mengevakuasi WNI di wilayah konflik antara Ukraina dengan Rusia.
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan Rolliansyah Soemirat perlu melaporkan rincian data terkait kondisi WNI di wilayah konflik tersebut.
“Idealnya, Pak Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengundang Dubes RI di Teheran untuk memberikan laporan tertulis karena beliau yang ada di Teheran dan di Teheran yang terluka atau yang wafat atau instalasi apa saja yang rusak akibat perang yang baru berjalan tiga hari ini,” kata dia.
Sebelumnya Israel pada Jumat (13/6) dini hari waktu setempat melancarkan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran dan beberapa kota lainnya di berbagai penjuru Iran. Serangan-serangan tersebut menyerang fasilitas nuklir serta menewaskan sejumlah komandan tinggi militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil Iran. Serangan Israel terus berlanjut ke berbagai wilayah di Iran pada Sabtu (14/6).
Sebagai respons, Iran pada Jumat dan Sabtu (14/6) tersebut melancarkan beberapa gelombang serangan rudal terhadap sejumlah target di Israel, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.
Sementara itu, pasukan intelijen Iran telah menangkap dua “anggota” Mossad, badan intelijen Israel di Provinsi Alborz, Iran utara, sebut laporan dari kantor berita semiresmi Iran, Tasnim pada Minggu (15/6).
Dua orang anggota Mossad tersebut ditangkap di sebuah rumah di wilayah Savojbolagh, tempat mereka merakit bom, bahan peledak, perangkap, dan berbagai perangkat elektronik, ungkap laporan Tasnim tanpa menyebutkan tanggal penangkapan.
Presenter acara TV IRIB, Sahar Emami, yang sedang siaran saat serangan Israel terjadi, Senin (16/6) - foto tangkapan layar X
Teheran, Aktual.com – Jet-jet tempur Israel kembali menyerang Ibu Kota Teheran sepanjang Senin (16/6). Salah satu satu sasarannya adalah kompleks perkantoran dan studio televisi Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), saat sedang menayangkan siaran langsung. Dalam serangan itu, sejumlah karyawan tewas dan terluka.
Dilansir dari NDTV, saat studio televisi negara itu menerima serangan udara Israel, seorang presenter, Sahar Imami, sedang menyampaikan bulletin berita yang disiarkan secara langsung. Namun dari rekaman video yang tersebar di media sosial, di saat Imami sedang menyampaikan berita mendadak terdengar suara gemuruh dan guncangan di studio televisi itu. Menunjukkan serangan rudal menghantam kompleks studio TV Negara Iran.
Imami terlihat syok, kemudian berdiri dan pergi karena seluruh studio bergetar akibat hantaman rudal tersebut. Terdengar teriakan ’Allahu Akbar’ saat ia berhasil menyelamatkan diri. Laporan lokal di Teheran menunjukkan bahwa Imami dan staf di studio tersebut selamat dan bebas dari cedera.
Ada klaim bahwa ia mungkin telah melanjutkan tugasnya untuk melaporkan insiden yang timbul akibat konflik tersebut. NDTV tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen. Namun, seorang reporter dari stasiun tersebut mengungkapkan bahwa para staf tetap bekerja hingga detik-detik terakhir sebelum serangan terjadi.
Kepala IRIB, Peyman Jebeli menunjukkan naskah berlumuran darah yang digunakan presenter berita Iran saat Israel menyerang gedung TV sipil – foto tangkapan layar X
Dilansir dari BBC, Peyman Jebeli, Kepala IRIB, muncul di layar televisi untuk diwawancara tak lama setelah serangan berlangsung. Ia tampak memegang selembar kertas yang berlumuran darah, yang disebutnya milik salah satu korban. Dalam pernyataannya, Jebeli menegaskan bahwa televisi nasional dan seluruh pekerjanya akan terus berdiri hingga akhir. ”Tidak ada sedikit pun gangguan dalam tekad kami untuk meraih kemenangan media atas barisan kekafiran,” tegas Jebelli.
Ia menuturkan, saat terjadinya serangan, rekan-rekan jurnalis sedang melaksanakan tugasnya. Ia pun mempertanyakan militer Israel yang menyerang sebuah institusi media yang tidak memiliki senjata yang sama sekali tidak dapat dibenarkan. ”Dan ketika kita melihat sejarah rezim Zionis, wartawan selalu menjadi salah satu targetnya,” ujar Jebeli.
Jebeli menambahkan : ”Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan bahwa dengan berani dan dengan segenap kekuatan dan setiap tetes darah, kami akan terus mengibarkan bendera media nasional. Kami berjanji bahwa putra-putri media nasional tidak akan mengabaikan tugas moral, profesional, dan historis mereka untuk mengungkap kejahatan rezim Zionis. Kami akan terus memenuhi tugas kami untuk melaporkan dengan sekuat-kuatnya.”
Sementara pejabat senior IRIB, Hassan Abedini menegaskan bahwa suara revolusi Islam tidak bisa dibungkam oleh operasi militer. ”Rezim Zionis, musuh bangsa Iran, beberapa menit yang lalu melakukan operasi militer terhadap jaringan berita Republik Islam Iran. Namun rezim (Israel) tidak menyadari fakta bahwa suara revolusi Islam Iran Iran yang agung tidak akan dibungkam dengan operasi militer,” tegas Abedini.
Seorang reporter berita sedang menunjuk gedung pusat media IRIB yang mendapat serangan jet tempur Israel – foto X
Sebelum menyerang komplek televisi IRIB, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di Distrik 3, Teheran Utara yang berpenduduk sekitar 330 ribu orang. Wilayah Distrik 3 mencakup Perpustakaan dan Arsip Nasional Iran serta kompleks IRIB. ”Dalam beberapa jam ke depan, IDF (Israel Defense Forces) akan beroperasi di area tersebut, sejalan dengan serangan terhadap fasilitas militer rezim Iran dalam beberapa hari terakhir,” tulis juru bicara IDF, Avichay Adraee, di akun X.
Menurut media pemerintah Iran, setidaknya 224 orang tewas dalam serangan Israel. Sementara itu, serangan balasan Iran dilaporkan menewaskan minimal 24 orang di Israel. Pemadaman siaran IRIB, salah satu media propaganda utama Iran, menunjukkan sasaran Israel tidak hanya terbatas pada instalasi militer, tetapi juga infrastruktur komunikasi sipil.
Untuk diketahui, dilansir dari Wikipedia, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) adalah sebuah perusahaan media yang dikendalikan pemerintah Iran yang memegang monopoli layanan radio dan televisi domestik di Iran.
IRIB merupakan salah satu organisasi media terbesar di kawasan Asia-Pasifik, dan anggota reguler dari Asia-Pacific Broadcasting Union. Kepalanya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Dengan 13 ribu karyawan, dengan cabang di 20 negara di seluruh dunia, termasuk Prancis, Belgia, Malaysia, Lebanon, Inggris, Amerika Serikat. IRIB juga menawarkan layanan radio dan televisi domestik dan asing, menyiarkan 12 saluran televisi domestik, 4 saluran televisi berita internasional, enam saluran televisi satelit untuk pemirsa internasional, dan 30 saluran televisi provinsi tersedia di seluruh negeri, setengahnya disiarkan dalam bahasa status minoritas di Iran, misalnya Azerbaijan dan Kurdi, serta aksen lokal atau dialek Persia.
IRIB menyediakan dua belas stasiun radio untuk pemirsa domestik, dan melalui IRIB World Service, tiga puluh stasiun radio tersedia untuk pemirsa asing dan internasional. Ini juga menerbitkan surat kabar berbahasa Persia.
Teheran, Aktual.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa jika pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak mengendalikan rezim zionis Israel, ia memastikan negaranya akan memberi respons yang lebih menyakitkan.
Dilansir dari Kantor Berita Tasnim Iran, hal itu disampaikan Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Sultan Oman pada Senin, (16/6). Pezeshkian juga memperingatkan tentang konsekuensi dari tindakan nekat rezim Israel di wilayah Iran.
”Jika pemerintah AS tidak mencegah penyebaran ketidakamanan ke wilayah tersebut dengan mengekang rezim (Israel) yang biadab itu, Iran akan dipaksa untuk memberikan respons yang lebih berat dan lebih menyakitkan daripada apa yang telah terjadi sejauh ini,” tegas Pezeshkian.
Menurut Pezeshkian, AS secara eksplisit mengakui selama perundingan nuklir tidak langsung baru-baru ini, bahwa mereka mengendalikan dan memengaruhi rezim Zionis, dan bahkan mengklaim bahwa Israel tidak akan mengambil tindakan apa pun tanpa izin mereka.
Ia menambahkan, Iran percaya bahwa agresi kriminal Israel terhadap Iran tidak mungkin terjadi tanpa ”lampu hijau” dan dukungan dari AS. Ditegaskannya pula, musuh telah membuat kesalahan perhitungan tentang kapasitas, kekuatan, dan solidaritas rakyat Iran.
Sementara itu, masih dikutip dari Tasnim, Juru bicara Pusat Komunikasi Staf Umum Angkatan Bersenjata, Kolonel Reza Sayyad memberi peringatan keras kepada warga Israel, serta mendesak mereka untuk meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki, karena tidak ada bagian dari wilayah tersebut yang akan tetap aman bagi mereka.
”Respons yang menghancurkan oleh para pejuang Iran akan mencakup semua wilayah wilayah yang diduduki. Penduduk wilayah ini harus menanggapi peringatan yang dikeluarkan dengan serius dan mengevakuasi wilayah ini,” kata Reza Sayyad.
Menurutnya, warga di wilayah-wilayah ini harus menanggapi peringatan yang dikeluarkan Iran dengan serius dan mengungsi, karena dalam waktu dekat, wilayah-wilayah ini tidak akan lagi layak huni.
”Mereka harus benar-benar menghindari tinggal di dekat atau bergerak di sekitar lokasi-lokasi sensitif, karena bahkan tempat perlindungan bawah tanah tidak akan menjamin keselamatan mereka,” kata Kolonel Sayyad.
Ia menambahkan, dalam beberapa malam terakhir, pusat-pusat sensitif dan kritis rezim Israel, termasuk fasilitas militer dan keamanan, pusat-pusat pengambilan keputusan, dan bahkan tempat tinggal para komandan dan ilmuwan militernya—telah berhasil menjadi sasaran Iran beberapa kali.
Komandan senior IRGC Mayor Jenderal Mohsen Rezaei – foto X
Sehari sebelumnya, Komandan senior IRGC Mayor Jenderal Mohsen Rezaei dalam sebuah wawancara di televisi Iran, ia mengatakan kalau pihaknya belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya, termasuk belum menggunakan senjata baru. Hal tersebut belum dilakukan karena pihaknya masih menahan diri.
”Kita masih menahan diri, dan belum mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghindari kekacauan global. Namun, kita mungkin mencapai titik di mana kita menggunakan senjata baru. Kita harus bergerak menuju bom atom, tetapi menurut fatwa Pemimpin Tertinggi, saat ini kita tidak bermaksud membangun senjata nuklir. Namun Iran mungkin terpaksa mengambil tindakan yang dapat mengganggu stabilitas seluruh kawasan,” ungkap Mohsen Rezaei.
Ia menambahkan, kalau konfrontasi antara Iran dan Israel akan berkepanjangan, tetapi menegaskan bahwa Iran pada akhirnya akan menang dengan memanfaatkan kemampuan militernya yang dirahasiakan. ”Iran memiliki kemampuan yang belum diungkapkan untuk dilepaskan”
Senjata baru yang dimaksud Mohsen Rezaei kemungkinan adalah rudal Etemad dan rudal Ghadr-380. Rudal Etemad sendiri adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Rudal Etemad mampu mencapai target sejauh 1.700 kilometer. Rudal ini dikategorikan sebagai rudal hipersonik yang berarti kecepatannya lebih dari Mach 5 (sekitar 6.174 km/jam).
Sedangkan rudal Ghadr-380 adalah rudal jelajah anti kapal perang buatan Iran dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer (600 mil). Rudal ini memiliki kemampuan ’anti-jamming’ dan mampu menjangkau target yang berjarak sangat jauh, termasuk kapal Angkatan Laut AS di Teluk Persia dan Laut Oman, menurut Iran International dan The Hindu.
Rudal Ghadr-380 diketahui memiliki kecepatan Mach 15, atau setara dengan 5.145 meter per detik atau 16.880 kaki per detik, atau 15 kali kecepatan suara. Beberapa sumber juga menyebutkan kecepatan terminalnya antara Mach 13 hingga 15, yang berarti tiga kali lebih cepat dari batas bawah kecepatan hipersonik (Mach 5).
Selain itu, Iran juga memiliki rudal hipersonik lain, yakni rudal Fattah yang berkecepatan Mach 15, dengan jangkauan hingga 1.400 kilometer. Rudal jenis ini juga kemampuan mengubah lintasan sehingga bisa sulit dicegat.
Untuk diketahui, hingga Senin malam (16/6) sekitar 30 rudal Iran kembali membombardir wilayah Israel. Begitu pula, jet-jet tempur Israel masih membombardir wilayah Iran yang mengakibatkan kehancuran dimana-mana, termasuk korban jiwa. Terbaru, sebuah kantor televis pemerintah Iran diserang jet tempur Israel hingga hancur dan terbakar.
Peta Selat Hormuz (Strait of Hormuz) yang merupakan jalur pelayaran angkutan minyak dan gas alam paling penting dunia
Teheran, Aktual.com – Saling serang antara Iran dan Israel sudah memasuki hari ke lima. Puluhan pangkalan militer, pangkalan rudal, dan infratruktur militer dan energi Iran sudah hancur lebur dibombardir Israel menggunakan rudal dari jet tempur dan drone tempur.
Begitu pun sebaliknya, serangan balasan Iran menggunakan rudal jarak jauh dan drone tempur sudah banyak memberi kehancuran terhadap infrastruktur sipil dan militer Israel. Sudah ratusan nyawa melayang dan terluka, baik dari pihak Iran maupun Israel.
Terbaru, Iran kini mempertimbangkan akan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran ”maha penting” untuk pengangkutan minyak bumi dari Timur Tengah ke seluruh dunia. Sekitar 40 persen minyak bumi yang dikonsumsi di seluruh dunia, melintasi Selat Hormuz.
Dilansir dari Arab News, salah seorang Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga anggota Parlemen Iran, Sardar Esmail Kowsari dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi Iran memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz sedang dipertimbangkan, dan Iran akan membuat keputusan terbaik dengan tekad yang kuat.
Sedangkan dilansir dari Open The Magazine, Sardar Esmail Kowsari mengatakan : ”Jika keamanan nasional kita terancam, Iran berhak untuk menanggapi dengan tegas, termasuk dengan mengendalikan Selat Hormuz.”
Menurut para ahli, militer Iran dapat menggunakan drone tempur, seperti seri Shahed, untuk menargetkan rute pelayaran atau infrastruktur tertentu di selat tersebut. Iran juga dapat menggunakan kapal angkatan laut mereka untuk menghalangi jalur melalui selat tersebut.
Masih dilansir dari Open The Magazine, inti dari kecemasan global atas eskalasi militer Iran-Israel jelas adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit namun penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Faktanya, titik sempit ini, yang dilalui oleh 4 dari 10 barel minyak yang diperdagangkan secara global, namun menjadi jalur yang paling rentan dalam sistem energi internasional.
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), hampir 20 juta barel minyak melewati Selat tersebut setiap hari pada tahun 2023, hampir 30 persen dari perdagangan minyak global melalui laut. Jalur penting ini menghubungkan raksasa penghasil minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Irak, dan Iran kepada negara-negara yang haus energi seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Sekitar 3 ribu kapal melintasi Selat Hormuz setiap bulan untuk menuju dan dari Teluk Persia, untuk mengangkut minyak, gas alam, dan barang lainnya. Dengan sedikit alternatif yang layak, gangguan apa pun akan memicu konsekuensi langsung dan luas.
IRGC-Navy telah menugaskan kapal induk drone, Shahid Bahman Bagheri, yang berfungsi sebagai kapal induk drone dan pangkalan operasi terdepan. Landasan pacunya berukuran 180 meter & berisi 8 hanggar – foto X
Kini, dengan isyarat yang diberikan Teheran bahwa penutupan Selat tersebut ’sedang dipertimbangkan’ pada level tertinggi, meski lebih bersifat retorika daripada mendesak. Hal tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran akan eskalasi asimetris menyusul serangan Israel pada 13 Juni lalu yang menewaskan pejabat tinggi militer Iran, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Sementara itu, Badan Informasi Energi AS memperkirakan bahwa sekitar seperlima dari konsumsi minyak bumi global melewati Selat Hormuz setiap tahunnya. Ancaman gangguan, nyata atau yang dipersepsikan, cukup untuk mengguncang pasar energi di seluruh dunia.
Militer Israel sendiri telah melancarkan serangan terhadap ladang gas terbesar Iran, South Pars, yang terletak di lepas pantai Provinsi Bushehr, Iran, dan berbagi cadangan gas alam terbesar di dunia dengan Qatar, yang memaksa para analis untuk mengatakan bahwa serangan semacam itu hanya membuat pasokan energi Rusia menjadi lebih berharga.
Faktanya, Selat Hormuz bukan hanya tentang minyak. Di sisi lain, ia juga merupakan jalur penting untuk gas alam cair (LNG). Dalam sepuluh bulan pertama tahun 2023, menurut IEA, hampir 90 miliar meter kubik LNG Qatar dan 5,5 miliar meter kubik dari UEA mengalir melalui Selat tersebut, atau sekitar 20 persen dari perdagangan LNG global, yang mendorong negara-negara Asia yang bergantung pada impor gas.
Qatar, eksportir LNG terbesar kedua di dunia setelah AS, tidak dapat mengalihkan kargo melalui jalur pipa mana pun. Menurut IEA, negara-negara seperti Bangladesh, India, dan Pakistan mengimpor lebih dari 70 persen LNG mereka melalui Selat Hormuz. Jika terjadi penutupan, pembangkit listrik bertenaga gas mereka akan menjadi yang pertama berhenti beroperasi, yang mengakibatkan pemadaman listrik, penutupan pabrik, dan kekurangan pupuk.
IEA memperkirakan bahwa penutupan penuh akan menghentikan 295 juta meter kubik gas per hari, hampir dua kali lipat aliran harian pipa Nord Stream Rusia sebelum disabotase. Tidak ada produsen LNG lain yang memiliki kapasitas cadangan untuk mengisi kekosongan itu, menurut IEA.
Sementara angkatan laut Barat mempertahankan kehadirannya di Teluk, ketegangan tetap tinggi. Menurut laporan, Angkatan Laut AS baru-baru ini mengeluarkan pernyataan hati-hati yang menegaskan kembali komitmennya untuk ’memastikan arus perdagangan bebas melalui semua perairan internasional’ tanpa secara langsung menyebut Iran.
Negara-negara Eropa, yang sudah terhuyung-huyung akibat krisis energi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, semakin bergantung pada pasokan energi dari Teluk Persia. Pada tahun 2023, impor Eropa dari kawasan tersebut melonjak hingga lebih dari 900 ribu barel per hari, naik dari 700 ribu sebelum perang, menurut para analis. Gangguan di Selat Hormuz akan berdampak jauh melampaui Asia, mengguncang pasar di seluruh benua, mereka memperingatkan.
Sekali lagi, hal ini juga akan membuat pembeli Asia dan Eropa bersaing satu sama lain, menaikkan harga dan memaksa pemerintah untuk memilih antara memutus aliran listrik, menutup industri atau mensubsidi energi dengan biaya fiskal yang sangat besar.
Di negara-negara seperti Bangladesh dan Pakistan, yang mana gas masing-masing menghasilkan 60 persen dan 35 persen pembangkitan listrik, dampaknya akan sangat buruk, memperdalam inflasi dan menimbulkan risiko kerawanan pangan. Oleh karena itu, Selat Hormuz, meski hampir tidak terlihat di peta dunia, tetap menjadi titik kritis energi paling berbahaya di planet ini. Dan sekali lagi, ia menjadi pusat krisis global.
Sementara dilansir dari Al Jazeera, Selat Hormuz yang merupakan satu-satunya pintu masuk laut menuju Teluk Persia. Dimana selat ini memisahkan Iran di satu sisi, dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi lainnya. Selat ini juga menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab di kawasan Samudera Hindia. Pada titik tersempitnya, lebar Selat Hormuz hanya sekitar 33 kilometer, dan jalur pelayaran di dalamnya bahkan lebih sempit, menjadikannya sangat rentan terhadap serangan atau ancaman penutupan.
Pakar keamanan Claude Moniquet mengungkap empat dampak yang akan terjadi jalur perdagangan minyak tersebut diblokir. Pertama, harga minyak dunia akan melonjak tajam dan pasokan berkurang.
Kedua, guncangan hebat pada ekonomi dunia, disebabkan harga minyak yang akan meningkat tajam berdampak pada angka inflasi. Kenaikan harga dan pasokan yang menurun akibat tersendat jalur perdagangannya, akan mengganggu berbagai sektor industri. Sektor manufaktur, transportasi, dan pertanian akan sangat rentan. Reaksi pasar dan volatilitas di bursa saham Eropa dapat menjadi efek berantai.
Ketiga, terjadi peningkatan tensi perang. Blokade Selat Hormuz oleh Iran, dapat memicu konfrontasi militer yang melibatkan AS, Uni Eropa, dan negara-negara Teluk, yang berisiko memicu perang regional yang lebih luas.
Keempat, mandeknya perdagangan global dan naiknya biaya transportasi. Selat Hormuz merupakan rute utama untuk pengiriman global. Gangguan dapat menunda impor bahan baku, elektronik, dan barang-barang konsumen Eropa, yang memengaruhi rantai pasokan. Premi asuransi untuk pengiriman dapat melonjak, sehingga meningkatkan biaya bagi bisnis dan konsumen Eropa.
Jakarta, aktual.com — Gaya hidup mobile dan tren traveling yang semakin meningkat di kalangan generasi digital mendorong kebutuhan akan koneksi internet yang mudah, cepat, dan hemat biaya. Mengandalkan jaringan data seluler saat bepergian ke berbagai kota atau negara tak jarang menguras kuota dan dompet. Di tengah tantangan tersebut, aplikasi Wifi Map Terdekathadir sebagai solusi cerdas bagi para pelancong.
Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk menemukan jaringan WiFi gratis terdekat yang tersedia di tempat umum seperti kafe, hotel, bandara, hingga ruang publik lainnya. Didukung oleh kontribusi komunitas global, Wifi Map menyertakan informasi penting seperti nama hotspot dan kata sandi, menjadikannya alat bantu yang praktis untuk tetap terkoneksi saat berada di luar negeri maupun dalam perjalanan domestik.
Tak hanya memudahkan koneksi, Wifi Map juga menghadirkan fitur-fitur yang menunjang efisiensi dan keamanan bagi para pengguna:
● Penghematan kuota data: Akses internet gratis di berbagai lokasi memungkinkan pengguna mengurangi ketergantungan pada paket data seluler.
● Ketersediaan global: Wifi Map mencakup jutaan titik akses di ratusan negara, memberikan jaminan konektivitas di berbagai destinasi.
● Fungsi offline: Pengguna dapat mengunduh peta WiFi sebelum berangkat, sehingga tetap bisa mencari koneksi meski tanpa sinyal.
● Navigasi lebih cepat: Akses WiFi memudahkan pencarian informasi lokal, pemesanan akomodasi, hingga pembaruan media sosial secara real-time.
Meskipun menggunakan jaringan publik menawarkan banyak manfaat, pengguna tetap perlu memperhatikan aspek keamanan. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain menggunakan VPN, menghindari aktivitas keuangan saat terhubung ke jaringan publik, serta selalu memperbarui sistem keamanan perangkat.
Bagi pengguna yang mencari koneksi lebih stabil untuk penggunaan di rumah, layanan Biznet Home menjadi pilihan yang tepat. Dengan infrastruktur fiber optic dan kecepatan tinggi, Biznet Home menawarkan pengalaman internet yang lancar untuk berbagai kebutuhan mulai dari streaming, gaming, hingga bekerja dari rumah.
Melalui kombinasi solusi di perjalanan seperti Wifi Map Terdekat dan layanan broadband andal di rumah, masyarakat kini memiliki akses internet yang lebih efisien, terjangkau, dan aman.