8 Januari 2026
Beranda blog Halaman 749

Taklukkan Pasar Halal Indonesia Lewat Inovasi dan Diferensiasi Produk

ilustrasi produk halal.

Jakarta, aktual.com – Di tengah ketatnya persaingan pasar dan makin tipisnya diferensiasi antar merek, nilai-nilai halal kini mencuat sebagai sumber keunggulan baru yang makin diperhitungkan. Seiring besarnya potensi pasar Muslim—baik dari sisi jumlah konsumen maupun preferensi yang kuat atas produk halal—strategi diferensiasi berbasis nilai menjadi krusial dalam membangun brand yang relevan dan berdaya saing.

Sayangnya, banyak pelaku usaha di Indonesia masih memandang aspek halal semata sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi. Padahal, nilai halal memiliki potensi besar sebagai order winner—daya tarik strategis yang mampu memperkuat posisi merek di pasar.

Menjawab tantangan ini, Ihatec Marketing Research dan Inspark Indonesia resmi menjalin sinergi melalui peluncuran pendekatan sistematis bertajuk “Authentic Halal Brand (AHB)”. Pendekatan ini menjadi formulasi baru dalam pengembangan brand halal yang otentik, berbasis nilai, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

“Model Authentic Halal Brand yang kami kembangkan dapat menjadi panduan strategis bagi para pemilik brand yang ingin bertumbuh dengan nilai-nilai halal, tidak hanya secara simbolik, tapi juga substansial dan berdampak,” ujar Dr. Wahyu T. Setyobudi, Founder & CEO Inspark Indonesia, dalam penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Bogor Icon Center, Jumat (13/6).

Senada, Evrin Lutfika, Direktur Ihatec Marketing Research, menegaskan bahwa brand halal bukan sekadar label, melainkan cerminan nilai, proses, dan komitmen perusahaan. “Pendekatan berbasis riset dan sistematis sangat diperlukan agar brand benar-benar autentik di mata konsumen Muslim,” ungkapnya.

Model AHB ini dibangun di atas tiga dimensi utama, yaitu:

Brand Signifier: Elemen penciri yang mudah dikenali dan diingat pelanggan, Brand Values: Nilai-nilai fungsional, emosional, dan spiritual yang dirasakan langsung oleh konsumen, Brand Role: Peran strategis brand dalam membangun dan memperkuat ekosistem halal, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Sebagai bagian dari kerja sama, model ini akan diperkenalkan kepada publik melalui berbagai kanal edukatif seperti buku, seminar, hingga pelatihan intensif. Ihatec akan menyediakan insight dan jejaring yang luas berkat pengalaman panjangnya di dunia riset halal, sementara Inspark akan menggarap inovasi model melalui riset lanjutan dan konsultansi praktis.

“Kami optimis bahwa kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia dan menjadikan brand halal bukan hanya patuh syariah, tetapi juga unggul di pasar,” tutup pernyataan bersama keduanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

BPKH Serahkan Uang Kompensasi Jamaah Haji

Penyerahan uang kompensasi dari BPKH Limited kepada jamaah haji Indonesia atas keterlambatan konsumsi pada 14 Dzulhijah 1446 Hijriah di Makkah, Kamis (12/6/2025). ANTARA/HO-MCH 2025

Makkah, aktual.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited menyerahkan uang kompensasi ke jamaah haji Indonesia yang terdampak kendala pengiriman konsumsi hingga berujung tidak mendapat makanan usai puncak haji.

“Insya Allah BPKH Limited bertanggung jawab atas ketidaknyamanan kemarin. Kami sudah melakukan langkah-langkah,” ujar Direktur BPKH Limited Imam Ni’matullah di Makkah, Jumat (13/6).

Penyerahan kompensasi mulai dilakukan kepada jamaah yang menginap di Hotel 614 Makkah. Ada sekitar 20 ribu orang yang menerima kompensasi uang tunai dalam jumlah berbeda sesuai jumlah makanan yang mereka tidak terima.

Kompensasi yang diberikan senilai SAR 10 untuk sarapan, SAR 15 untuk makan siang, dan SAR 15 untuk makan malam. Jamaah di Hotel 614 ini sendiri mendapat kompensasi karena tidak mendapat makan malam pada 14 Dzulhijah 1446 H yang bertepatan dengan 10 Juni 2025 atau usai puncak haji.

Imam menyampaikan permintaan maaf. Imam mengatakan BPKH Limited tak ingin mencari-cari alasan terkait masalah yang terjadi dan mengutamakan pemenuhan hak jamaah.

“Kami akan bertahap kepada hotel-hotel lain kami akan bagikan langsung kepada jamaah. Namun apabila jamaah tidak ada waktu dan bersiap untuk pulang kami Insya Allah akan kirimkan melalui rekening masing-masing,” ujar Imam.

Imam menyebut BPKH Limited telah berupaya menyalurkan makanan siap saji ke jamaah pada 14 dan 15 Dzulhijah. Pihaknya juga menambah dapur lain sehingga masalah keterlambatan makanan bisa diatasi.

“Pertama kami sudah menambah dapur reguler kemarin sehingga di hari kedua lebih cepat dan tertib,” ujarnya.

Imam juga menegaskan BPKH Limited akan mengambil langkah hukum terhadap dapur yang bermasalah. Ia menyebut BPKH Limited berkomitmen memberi pelayanan terbaik ke jamaah haji.

“Kami akan melakukan tindakan tegas secara hukum kepada dapur-dapur yang bermasalah yang kemarin menyebabkan ketidaknyamanan ini. Kami tidak akan membiarkan dapur-dapur bermasalah tenang begitu saja,” kata dia.

Total kompensasi yang disiapkan berjumlah sekitar SAR 900 ribu hingga SAR 1,5 juta (Rp6,4 miliar). Dia menyebut ada dua hingga empat dapur yang akan dimintai tanggung jawab dan bakal masuk blacklist.

“Tentu akan kami blacklist kami akan berikan surat peringatan dan juga akan kami minta tanggung jawab atas wanprestasi,” ujarnya.

Dia mengatakan dapur-dapur yang bermasalah itu awalnya menyatakan sanggup memenuhi makanan jamaah. Namun, katanya, pihak dapur mendadak menyatakan tak sanggup pada 14 Dzulhijah dini hari.

“Yang kami kecewa adalah di tanggal 14 pagi hari itu ada dapur yang menyatakan pegawainya mogok, alatnya rusak dan lain-lain sehingga menyebabkan kiriman tidak sesuai dengan kesepakatan kontrak,” ujarnya.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH 2025, Ali Machzumi, mengatakan pemberian kompensasi ini dilakukan sesuai perintah Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia menjamin hak-hak jamaah akan dipenuhi.

“Ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri Agama, Bapak Dirjen PHU untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji kita. Kita juga mengapresiasi kepada BPKH Limited yang berkomitmen memberi kompensasi kepada jamaah haji kita,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pasukan Israel Serang Sejumlah Titik di Iran

Ilustrasi - Bendera Iran dan Israel. ANTARA/Shutterstock/aa.

Moskow, aktual.com – Pasukan udara Israel telah menyerang sejumlah titik di Iran pada Jumat (13/6) pagi waktu setempat, demikian menurut media AS Axios.

Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, meski belum diketahui lokasi-lokasi mana saja yang terkena serangan.

Sebelumnya pada Kamis (12/6), CBS News, merujuk pada sumber AS, menyatakan bahwa Israel sepenuhnya siap melakukan operasi militer di Iran.

Washington juga memperkirakan bahwa Teheran akan balas menyerang fasilitas militer AS yang ada di Irak.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa petinggi pemerintahan dan militer Iran telah membahas strategi untuk membalas kemungkinan serangan Israel.

Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa rencana yang disepakati pihaknya adalah untuk meluncurkan serangan balasan sesegera mungkin setelah serangan pertama terjadi.

Sementara, ketua otoritas pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan keadaan darurat nasional terkait serangan yang dilakukannya terhadap Iran.

“Menyusul serangan pendahuluan Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak balasan terhadap Israel dan populasi sipil dapat terjadi dalam waktu dekat,” kata Katz.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pesawat Air India Makan Korban Mahasiswa Kedokteran: 5 Mahasiswa Tewas dan 40 Terluka

kantin makan kampus kedokteran BJ Medical College yang dihantam pesawat Air India 171, tampak piring dan gelas yang tergeletak di atas meja, serta makanan yang belum habis dimakan. Terlihat pula dinding kantin yang jebol terhantam pesawat - foto X

Ahmedabad, Aktual.com – Selain menewaskan hampir seluruh penumpang dan kru pesawat Air India AI 171 yang terdiri dari 230 penumpang, 10 awak pesawat, serta pilot dan copilot pesawat. Ternyata pesawat naas itu juga memakan lima korban nyawa di asrama mahasiswa kedokteran BJ Medical College di Kota Ahmedabad, India.

Dilansir dari NDTV, tercatat lima mahasiswa kedokteran meninggal, termasuk empat mahasiswa sarjana dan seorang mahasiswa pasca sarjana. Selain itu, puluhan orang juga mengalami luka-luka setelah pesawat Air India 171  menabrak gedung asrama BJ Medical College di Kota Ahmedabad, Gujarat, pada Selasa siang (12/6)  pukul 13.38 waktu setempat.

Dari foto-foto yang tersebar luas di media sosial, terlihat ruang makan dengan piring berisi makanan yang belum sempat dimakan, dan gelas terlihat tergeletak bertebaran di atas meja di kantin asrama, yang menunjukkan mahasiswa kedokteran saat kejadian sedang makan siang. Ada pula foto yang menunjukkan dinding bangunan yang jebol terhantam badan pesawat.

Dilaporkan, bahwa hampir 40 dokter terluka, dan setidaknya satu orang dalam kondisi kritis. Kepada NDTV, Dr. Shyam Govind, seorang saksi mata dari BJ Medical College, mengatakan : ”Saya dan dokter junior saya terluka. 30 sampai 40 dokter sarjana juga mengalami luka-luka, dan satu hingga dua mahasiswa mengalami luka serius.”

”Kami sangat terkejut mendengar berita jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad. Berita menjadi lebih mengerikan setelah tahu bahwa pesawat itu hancur di BJ Medical College, Hostel, dan banyak mahasiswa yang  terluka !! Kami memantau situasi dengan saksama dan siap untuk memberikan bantuan!” kata asosiasi Dokter FAIMA dalam sebuah pernyataan di platform X.

Ramila, ibu dari salah satu mahasiswa kedokteran yang berada di asrama saat kecelakaan terjadi, mengatakan putranya sedang istirahat makan siang. Ia melompat dari lantai dua gedung untuk menyelamatkan diri.

”Anak saya pergi ke asrama saat istirahat makan siang, dan pesawat jatuh di sana. Anak saya selamat, dan saya sudah berbicara dengannya. Dia melompat dari lantai dua, jadi dia mengalami beberapa luka,” ungkap Ramila, yang tiba di rumah sakit sipil di Ahmedabad, Gujarat saat berbicara dengan kantor berita ANI.

Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA), pilot pesawat yang bernama Kapten Sumeet Sabharwal sempat mengeluarkan berkali-kali panggilan ’Mayday’ ke Pengendali Lalu Lintas Udara sesaat sebelum pesawat kehilangan kontak. Panggilan Mayday adalah sinyal marabahaya yang diakui secara internasional yang digunakan terutama dalam komunikasi penerbangan dan maritim untuk menunjukkan keadaan darurat yang mengancam jiwa.

Dari foto-foto yang tersebar di media sosial, asap hitam tebal mengepul di udara begitu pesawat itu jatuh dan meledak. Belasan mobil ambulans langsung mendatangi lokasi kejadian, puluhan petugas medis dan polisi langsung berusaha mengevakuasi korban selamat, maupun yang sudah meninggal untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Menteri Penerbangan Sipil Ram Mohan Naidu Kinjarapu mengatakan bahwa dirinya secara pribadi memantau situasi dan mengarahkan semua lembaga penerbangan dan tanggap darurat untuk mengambil tindakan cepat.

Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi mengungkapkan kesedihan atas kecelakaan pesawat tersebut. Ia mengatakan bahwa kecelakaan itu sangat menyedihkan dan tak terlukiskan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sedang berkomunikasi dengan para menteri dan pihak berwenang yang tengah berupaya membantu mereka yang terkena dampak.

”Tragedi di Ahmedabad telah mengejutkan dan membuat kami sedih. Sungguh menyayat hati yang tak terlukiskan. Di saat yang menyedihkan ini, pikiran saya tertuju kepada semua orang yang terdampak. Saya telah menghubungi para menteri dan pejabat yang tengah berupaya membantu mereka yang terdampak,” tulis PM Modi di akun X.

Pihak maskapai Air India sendiri telah menyiapkan nomor hotline khusus 1800 5691 444 untuk memberikan informasi tentang insiden tersebut. Hingga kini, tim investigasi masih terus mencari keberadaan black box untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Untuk diketahui, pesawat jumbo berbadan lebar jenis Boeing 787-8 Dreamliner yang dioperasikan Air India saat jatuh  sedang membawa 230 penumpang dan 10 kru pesawat ditambah satu pilot dan satu copilot. Pesawat tersebut baru saja lepas landas, namun tiba-tiba kehilangan daya angkatnya lalu jatuh di pemukiman warga.

Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI 171 yang jatuh itu kemudian menghantam sebuah kampus kedokteran di Kota Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India. Sebanyak 230 penumpang yang terdiri dari 169 WN India, 53 WN Inggris, 1 WN Kanada, 7 WN Portugal, plus 12 kru pesawat, termasuk dua bayi diperkirakan nyaris seluruhnya tewas. Namun pihak Kepolisian Ahmedabat menyebutkan seorang penumpang yang duduk di kursi penumpang 11A atas nama Vishwash Kumar Ramesh dipastikan selamat, dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad pada Kamis siang (12/6) pukul 13.38 waktu setempat. Padahal pesawat tersebut sebenarnya dijadwalkan berangkat pukul 13.10 waktu setempat, atau terlambat sekitar 28 menit dari waktu yang dijadwalkan, dengan tujuan London Gatwick Airport, di Kota Crawley, West Sussex, Inggris yang diperkirakan tiba pukul 18.25 waktu London.

Namun baru sekitar 30 detik pesawat lepas landas, mendadak pesawat turun dengan cepat lalu jatuh menghantam sebuah kampus kedokteran.  Data dari Flightradar24, sinyal terakhir pesawat di ketinggian 625 kaki atau 190,5 meter, jatuh di tengah pemukiman warga, di dekat Meghani Nagar, daerah padat penduduk di Ahmedabad. Diperkirakan, saat berada di ketinggian 625 kaki itulah pesawat jatuh. Persisnya, pesawat menghantam bangunan kampus kedokteran BJ Medical College.

Penumpang pesawat di kursi 11A yang selamat, Vishwashkumar Ramesh dengan boarding pass pesawat miliknya – foto X

Kepala Polisi Ahmedabad Komisaris Polisi Ahmedabad GS Malik mengatakan kalau seorang penumpang pria ditemukan selamat dari kecelakaan pesawat tersebut.  Pria yang selamat itu adalah penumpang yang duduk di kursi 11A. Manifes penerbangan yang dibagikan oleh pihak berwenang mengatakan penumpang di kursi itu adalah warga negara Inggris bernama Vishwash Kumar Ramesh. Menurut Kompol Malik kepada ANI kalau korban saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Media India melaporkan kalau mereka telah berbicara dengan Ramesh di rumah sakit, bahkan kepada wartawan, Ramesh menunjukkan boarding pass yang mencantumkan nama dan nomor kursinya.

Kepada wartawan Ramesh mengatakan : ”Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras, dan kemudian pesawat jatuh. Semua itu terjadi begitu cepat.”

(Indra Bonaparte)

Baru Lepas Landas 30 Detik, Air India Jatuh Tewaskan Nyaris 242 Penumpang dan Kru Pesawat

Pesawat Air India terbang rendah di atas pemukiman warga, beberapa detik sebelum jatuh di Kota Ahmedabad, Gujarat, India pada Kamis siang (12/6) pukul 13.38 waktu setempat - foto X

Ahmedabad, Aktual.com – Tragedi dalam dunia penerbangan kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah pesawat berbadan lebar jenis Boeing 787-8 Dreamliner yang dioperasikan Air India yang sedang membawa 230 penumpang dan 12 kru pesawat. Pesawat tersebut baru saja lepas landas, namun tiba-tiba kehilangan daya angkatnya lalu jatuh di pemukiman warga. Persisnya, pesawat menghantam bangunan kampus kedokteran BJ Medical College di kota itu.

Dilansir dari NDTV, ICBS News, dan India Today, pesawat Air India dari Maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI 171 yang jatuh itu kemudian menghantam sebuah kampus kedokteran di Kota Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India. Sebanyak 230 penumpang yang terdiri dari 169 WN India, 53 WN Inggris, 1 WN Kanada, 7 WN Portugal, plus 12 kru pesawat, termasuk dua bayi diperkirakan nyaris seluruhnya tewas. Namun pihak Kepolisian Ahmedabat menyebutkan seorang penumpang yang duduk di kursi penumpang 11A dikabarkan selamat, dan dalam keadaan luka-luka langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Dilaporkan kalau pesawat naas tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad pada Kamis siang (12/6) pukul 13.38 waktu setempat. Padahal pesawat tersebut sebenarnya dijadwalkan berangkat pukul 13.10 waktu setempat, atau terlambat sekitar 28 menit dari waktu yang dijadwalkan, dengan tujuan London Gatwick Airport, di Kota Crawley, West Sussex, Inggris yang diperkirakan tiba pukul 18.25 waktu London.

Namun baru sekitar 30 detik pesawat lepas landas, mendadak pesawat turun dengan cepat lalu jatuh menghantam sebuah kampus kedokteran.  Data dari Flightradar24, sinyal terakhir pesawat di ketinggian 625 kaki atau 190 meter, jatuh di tengah pemukiman warga, di dekat Meghani Nagar, daerah padat penduduk di Ahmedabad. Diperkirakan, saat berada di ketinggian 625 kaki itulah pesawat jatuh.

Pesawat menghantam sebuah sekolah kedokteran di Ahmednabad.  Badan dan mesin pesawat menghantam ruang makan kampus, yang saat kejadian dipenuhi orang yang sedang  makan siang. Diduga banyak juga korban dari sekolah tersebut.

Sebagian badan pesawat dan mesin pesawat Air India yang masuk ke dalam bangunan kampus – foto X

Pihak aparat Kepolisian Ahmedabad menyatakan kalau pihaknya sudah menemukan dan mengevakuasi 204 jenazah di lokasi jatuhnya pesawat. ”Kami telah mengevakuasi 204 jenazah yang ditemukan meninggal di lokasi kejadian jatuhnya pesawat,” kata Komisaris Polisi Ahmedabad GS Malik dilansir dari Livemint, Kamis (12/6).

GS Malik juga menyebutkan, selain 204 jenazah yang ditemukan di lokasi jatuhnya Air India. Terdapat pula puluhan korban yang dilarikan ke rumah sakit. ”41 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit,” ujarnya. Namun belum dirinci apakah yang terluka itu dari pihak penumpang atau kru pesawat, atau dari korban yang sebelumnya memang sudah berada di dalam kampus.

Seorang Penumpang Selamat

Kepala Polisi Ahmedabad Komisaris Polisi Ahmedabad GS Malik mengatakan kalau seorang penumpang pria ditemukan selamat dari kecelakaan pesawat tersebut.  Pria yang selamat itu adalah penumpang yang duduk di kursi 11A. Manifes penerbangan yang dibagikan oleh pihak berwenang mengatakan penumpang di kursi itu adalah warga negara Inggris bernama Vishwashkumar Ramesh. Menurut Kompol Malik kepada ANI kalau korban saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Media India melaporkan kalau mereka telah berbicara dengan Ramesh di rumah sakit, bahkan kepada wartawan, Ramesh menunjukkan boarding pass yang mencantumkan nama dan nomor kursinya.

Kepada wartawan Ramesh mengatakan : ”Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras, dan kemudian pesawat jatuh. Semua itu terjadi begitu cepat.”

Sementara itu, operasional Bandara Ahmedabad telah ditangguhkan karena kecelakaan pesawat yang melibatkan pesawat Air India, yang terjadi pada 12 Juni 2025, tak lama setelah lepas landas. ”Sebagai akibat dari insiden jatuhnya pesawat Air India, Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel (SVPIA), Ahmedabad, saat ini tidak beroperasi. Semua operasi penerbangan ditangguhkan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Juru Bicara SVPIA.

Dilansir dari CBS News, untuk diketahui, pesawat Boeing 787-8 Dreamliner adalah ”pesawat berbadan lebar penumpang terlaris sepanjang masa” di industri penerbangan, yang telah mengangkut lebih dari 1 miliar penumpang sejak pertama kali dikirim ke maskapai penerbangan pada tahun 2011.

Penerbangan Air India AI-171, dari Ahmedabad ke London, jatuh tak lama setelah lepas landas, setelah mencapai ketinggian hanya 672 kaki, dan NDTV – berdasarkan kesaksian ahli – telah menyimpulkan apa yang mungkin terjadi dalam beberapa detik terakhir di kokpit.

Pesawat jatuh pada pukul 13.38 siang waktu setempat, tak lama setelah lepas landas dari bandara Ahmedabad. Rekaman video menunjukkan pesawat itu berjuang untuk mendapatkan ketinggian sebelum mulai kehilangan daya angkat (gaya ke atas yang memungkinkan pesawat tetap mengudara) dan jatuh, meledak dalam bola api.

Berdasarkan analisis rekaman video, para ahli mengatakan Boeing 787-8 Dreamliner, sebuah model yang memiliki catatan keselamatan yang sangat baik, lepas landas dari landasan pacu di Ahmedabad dan mengalami sedikit dorongan segera setelahnya. Para ahli mengatakan, pilot mungkin tengah menarik kendali pada saat itu dalam upaya memperoleh daya angkat dan ketinggian, dan video menunjukkan bahwa roda pendaratan pesawat juga turun.

Panggilan darurat Mayday dikeluarkan setelah lepas landas, yang mengindikasikan bahwa pesawat dalam keadaan darurat. Para ahli mengatakan bahwa saat daya angkat menurun, pilot pasti telah mencoba menarik hidung pesawat ke atas, tetapi pesawat terus turun.

Mereka menambahkan, 174 knot adalah kecepatan maksimum yang dapat dicapai pesawat, yang seharusnya jauh lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa mesin tidak menghasilkan cukup tenaga.

”Lepas landasnya sempurna dan, saya yakin, sebelum roda gigi dinaikkan, pesawat mulai turun, yang hanya dapat terjadi jika mesin kehilangan tenaga atau pesawat berhenti menghasilkan daya angkat. Jelas, penyelidikan akan mengungkap alasan pastinya,” terang Kapten Saurabh Bhatnagar, mantan pilot senior, mengatakan kepada NDTV.

Hingga kini, tim investigasi masih terus mencari keberadaan black box untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Pesawat itu sendiri pertama kali diserahkan kepada Air India tersebut pada bulan Januari 2014.

Pesawat naas, selama ini telah mencatat lebih dari 41 ribu jam terbang, dengan hampir 8 ribu lepas landas dan mendarat, menurut Cirium, sebuah firma analisis penerbangan. Air India sendiri mengoperasikan 190 pesawat, dengan usia rata-rata 8,4 tahun, kata Cirium. Saat ini ada lebih dari 1.100 Boeing Dreamliner yang beroperasi di seluruh dunia, dengan pesawat tersebut telah beroperasi selama rata-rata 7,5 tahun, catat Cirium.

(Indra Bonaparte)

Piala Presiden Akan Diikuti oleh Enam Tim Berhadiah Rp5 Miliar

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/6/2025). (ANTARA/Rubby Jovan)

Jakarta, aktual.com – Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait memastikan turnamen pramusim ini diikuti oleh enam tim yang terdiri dari empat tim Indonesia dan dua tim luar negeri, dengan hadiah Rp5 miliar untuk tim juara.

“Hadiahnya juara satu Rp5 miliar, juara dua Rp3 miliar, juara tiga Rp2 miliar, juara empat Rp1 miliar,” kata Maruarar kepada wartawan di Kantor Emtek, Jakarta, Kamis (12/6).

Turnamen edisi ketujuh ini akan dimulai awal Juli, dengan laga pembuka digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Setelah pembukaan di SUGBK, pertandingan lainnya akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

“Saya sudah periksa di Bandung, kita sudah cek GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) itu ternyata tidak kondusif dari segi rumput,” kata Maruarar.

“Saya sama pak Dedi (Gubernur Jawa Barat Dedi), dua minggu lalu sudah ke sana, sama pak Farhan (Wali Kota Badung Muhammad Farhan. Kita simpulkan GBLA tidak siap. Jadi, kita ke Si Jalak Harupat,” tambah dia.

Menteri Perumahan dan Pemukiman Indonesia ini enggan mengungkapkan keenam tim yang bakal mengikuti turnamen itu.

Ia hanya menjawab akan mengumumkan soal itu pada jumpa pers Jumat siang esok pukul 11.00 WIB.

Mengenai dua tim luar negeri, Maruarar menyebut tujuan pihaknya mengundang mereka adalah agar klub-klub lokal terbiasa bermain melawan tim luar negeri.

Edisi tahun ini akan menjadi edisi pertama Piala Presiden yang diikuti klub luar negeri.

“Alasannya saya rasa bagus supaya kita juga makin banyak bertanding dengan (tim) luar negeri sebagai negara timnas kita. Dengan begitu, klub-klub kita juga sudah terbiasa main sama klub-klub asing,” jelas dia.

Jumlah tim pada edisi ini dipastikan paling sedikit dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Dalam edisi pertama pada 2015 ada 16 tim yang turut serta, dan bertambah menjadi 20 tim pada edisi kedua (2017), ketiga (2018), dan keempat (2019). Kemudian berkurang lagi menjadi 18 tim pada edisi kelima (2022) dan lalu delapan tim pada edisi terakhir (2024).

Arema menjadi tim tersukses karena empat kali menjuarai turnamen ini pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain