2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 940

Mendagri Minta Pemda Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok. Kemendagri.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat, terutama yang terdampak bencana alam.

“Jangan membiarkan masyarakat, mereka bekerja sendiri. Negara harus hadir dan kehadiran negara itu yang paling utama. Untuk jangka pendek, yang paling utama adalah kita harus tahu tentang prediksi [cuaca] apa yang akan terjadi,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/3).

Dia mencontohkan di negara lain peristiwa bencana alam juga terjadi. Namun hal itu mampu diantisipasi dengan baik sehingga jumlah korban dapat diminimalkan.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemda untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Selain itu, untuk jangka panjang, daerah-daerah yang terdampak bencana didorong untuk mendiskusikan skema terbaik dalam menghadapi potensi bencana.

“Yang paling penting adalah informasinya (prediksi terjadinya cuaca ekstrem) akurat dan kita cepat menyiagakan kekuatan kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Tito mendorong pemda untuk memanfaatkan informasi cuaca yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Secara khusus, ia meminta daerah yang memiliki dinas terkait agar berkoordinasi dengan BMKG guna mendapatkan informasi prakiraan cuaca yang valid, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan lebih baik.

Pada forum yang sama, dia juga mengimbau pemda untuk memastikan kelancaran pelaksanaan mudik.

Berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) beberapa waktu lalu, telah disusun kebijakan untuk mengurai kepadatan arus mudik Hari Raya Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemberlakuan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 24–27 Maret 2025. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pemudik pada hari tertentu.

“Nah ini silakan setiap daerah, setiap kementerian/lembaga diminta untuk mengatur masing-masing. Setiap dinas bisa mengatur, yang penting pekerjaan-pekerjaan tetap berjalan,” ujar Tito.

Ia menekankan pemda harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal selama pelaksanaan WFA. Selain itu, pemda juga harus memastikan kelancaran arus mudik dengan berbagai langkah, seperti memastikan infrastruktur jalan layak dilalui kendaraan, menata potensi pasar tumpah yang dapat mengganggu lalu lintas, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan pemudik di titik-titik tertentu.

“Dermaga, pelabuhan, juga perlu dicek. Jangan sampai over kapasitas, terutama di dermaga-dermaga kecil. Kemudian banyak kejadian sudah [pernah terjadi], seperti peristiwa [kecelakaan] di Danau Toba dan lain-lain, kita upayakan jangan sampai terjadi,” tandasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyatno, serta para pimpinan tinggi kementerian/lembaga terkait.

Selain itu, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir, serta pejabat terkait di lingkungan Kemdagri.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Hizbullah Tegaskan Takkan Izinkan Kehadiran Israel di Lebanon selatan

Ilustrasi - Pejuang Hizbullah. FOTO/Reuters

Beirut, Aktual.com – Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem pada Minggu (9/3), menegaskan kembali bahwa kelompok perlawanan itu tidak akan mengizinkan kehadiran Israel di Lebanon selatan.

Dalam wawancara dengan al-Manar TV, Qassem mengungkapkan bahwa selama perjanjian gencatan senjata diberlakukan, Hizbullah menghentikan operasi militer mereka, tetapi tetap mempertahankan kesiapan militer secara penuh.

“Selama 60 hari terakhir, Israel telah melakukan banyak pelanggaran. Perjanjian itu dengan jelas menetapkan bahwa Israel harus mundur melewati Sungai Litani,” kata dia.

Terkait masalah dalam negeri, Qassem menegaskan kembali dedikasi Hizbullah terhadap tata kelola dan stabilitas nasional, serta mendukung otoritas eksklusif pasukan keamanan atas keamanan dalam negeri.

Namun, Qassem menekankan bahwa persenjataan Hizbullah sangat penting untuk menghadapi Israel.

“Israel adalah ancaman eksistensial, dan perlawanan adalah hak Lebanon,” ungkapnya.

Menyinggung rekonstruksi Lebanon, Qassem menegaskan bahwa pembangunan kembali area-area yang dilanda perang merupakan tanggung jawab negara.

Dia menekankan peran berkelanjutan Hizbullah dalam urusan politik dan militer, seraya menegaskan bahwa “perlawanan” akan terus berlanjut selama ancaman Israel masih ada.

Perjanjian gencatan senjata, yang dicapai pada 27 November 2024, menghentikan sebagian besar konflik antara Hizbullah dan Israel yang telah berlangsung selama satu tahun, termasuk perang besar selama dua bulan yang melibatkan pengerahan pasukan darat Israel.

Perjanjian itu memerintahkan Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan dalam waktu 60 hari, tetapi Israel masih mempertahankan kehadirannya di lima posisi strategis di sepanjang perbatasan, dengan dalih adanya ancaman berkelanjutan dari Hizbullah.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Komisi I DPR: Revisi UU Penyiaran Harus Relevan 50 Tahun ke Depan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/3/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan bahwa revisi terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran harus bisa relevan atau masih bisa dimanfaatkan hingga 20 sampai 50 tahun ke depan.

Menurut Dave, Undang-Undang Penyiaran yang berlaku saat ini masih terbelakang sebab masih mengatur sistem penyiaran secara analog. Padahal saat ini era penyiaran sudah berubah ke sistem digital.

“Tinggal produk-produk hukum turunan ke bawahnya itu yang bisa menyesuaikan perkembangan zaman,” kata Dave saat rapat dengar pendapat dengan sejumlah lembaga penyiaran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/3)

Untuk itu, menurut dia, penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Penyiaran itu harus mempelajari sistem penyiaran yang diterapkan di negara-negara lain guna menopang industri penyiaran lokal.

“Apakah selain soal pemancarnya, konten yang disediakannya, ini semua saling berkaitan, karena ini menopang kehidupan khalayak banyak juga,” katanya.

Selain itu, RUU Penyiaran juga perlu mengatur dan melindungi generasi muda dari konten-konten yang bisa berdampak buruk.

Saat ini, kata Dave, anak-anak sudah sangat tergantung kepada gawai pintar yang menampilkan berbagai jenis konten.

“Inilah gunanya Undang-Undang Penyiaran kita ini untuk kita bisa beri perlindungan dan memberikan pengamanan kepada anak-anak kita sehingga generasi kita ke depan jangan sampai tergerus akhlaknya,” katanya.

Untuk itu, Dave ingin agar RUU Penyiaran perlu mendengar berbagai masukan agar tidak terkesan sebagai RUU yang “asal jadi” karena jika RUU tersebut mengalami kekurangan maka akan mudah untuk digugat ke Mahkamah Konstitusi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Mendagri: Dana Pendidikan-Kesehatan Tak Bisa Dikorbankan untuk PSU

Mendagri Tito Karnavian di hadapan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di Ruang Rapat Komisi II, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/2/2025). (Foto: Puspen Kemendagri)

Jakarta, Aktual.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan anggaran pendidikan dan kesehatan dalam APBD tidak dapat digunakan untuk pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 di 24 daerah se-Indonesia.

Menurutnya, anggaran pendidikan, kesehatan dan infrastruktur tidak bisa diganggu lantaran memiliki dampak langsung ke masyarakat.

“Mohon maaf Pak Longki, kita tidak akan mengorbankan yang wajib Pak, yang pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Nah itu dampaknya langsung ke masyarakat,” kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/3).

Awalnya, anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola mengusulkan kekurangan anggaran PSU dapat ditutupi dengan menggunakan dana pendidikan atau kesehatan. Dia menilai dana pendidikan dan kesehatan dapat diambil sekitar 10 hingga 20 persen untuk PSU.

“Kemudian barangkali saran saja Pak Menteri untuk meringankan jalan Bapak mencari dana, memutuskan dana ini barangkali jalan lain yang mungkin bisa ditempuh untuk memberikan kewenangan, diskresi kepada daerah untuk menggunakan dana wajib misalnya anggaran pendidikan 20 persen dan kesehatan 10 persen,” ujar Longki.

Dia menyarankan agar daerah dibuat kewenangan untuk menggunakan dana tersebut. Sebab, dana tersebut dapat digunakan untuk PSU.

“Kalau daerah dibikin diskresi untuk bisa mencubit untuk KPU, saya kira namanya untuk kepentingan daerah apa bedanya dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 efisiensi anggaran yang luar biasa,” tambahnya.

“Saya kira perlu dipertimbangkan sepanjang kalau memang diatasi dengan kebijakan Pak Menteri yang terakhir ini itu saran saja,” sambung dia.

Lebih lanjut, Tito menyatakan tidak setuju dengan usulan tersebut. “Jangan, di dalam surat efisiensi saya itu jelas sekali yang pendidikan, kesehatan yang wajib infrastruktur itu tidak boleh diganggu,” tambah Tito.

Tito pun mengingatkan agar anggaran pendidikan dan kesehatan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dia mengatakan ada hal-hal yang lebih penting untuk diperbaiki, seperti toilet sekolah hingga membantu beasiswa.

“Jangan proyek kemudian pengadaan-pengadaan itu yang tidak perlu, nah itu kira-kira. Jadi diambil dari porsi yang paling banyak itu lah harus diambil dari porsi belanja operasional, terutama yang untuk kepentingan pegawai sendiri,” pungkas dia.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan PSU di 24 daerah setelah memutuskan sengketa hasil Pilkada 2024.

Putusan tersebut diumumkan dalam sidang pleno yang berlangsung pada hari Senin (24/2). Sembilan hakim konstitusi telah menuntaskan pembacaan keputusan atas 40 perkara yang diperiksa secara lanjut.

Berdasarkan laman resmi Mahkamah Konstitusi RI, dari seluruh perkara tersebut, MK mengabulkan 26 permohonan, menolak 9 perkara, dan tidak menerima 5 perkara lainnya.

Dengan berakhirnya sidang ini, MK dinyatakan telah menyelesaikan seluruh 310 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah 2024.

Dari 26 permohonan yang dikabulkan, sebanyak 24 perkara menghasilkan keputusan untuk menggelar PSU. KPU di daerah terkait wajib menjalankan putusan ini sesuai dengan instruksi MK.

Selain itu, MK juga mengeluarkan dua putusan tambahan. Pertama, pada Perkara Nomor 305/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang berkaitan dengan Kabupaten Puncak Jaya, MK memerintahkan KPU untuk melakukan rekapitulasi ulang hasil suara.

Kedua, pada Perkara Nomor 274/PHPU.BUP-XXIII/2025 terkait Kabupaten Jayapura, MK menginstruksikan adanya perbaikan penulisan pada keputusan KPU mengenai penetapan hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Hakim Gugurkan Permohonan Praperadilan Hasto Terkait Tersangka Kasus Suap

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Afrizal Hadi menggugurkan sidang praperadilan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Jakarta, Senin (10/3/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Jakarta, Aktual.com – Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait penetapan tersangka kasus suap.

“Menyatakan permohonan pemohon gugur,” kata hakim Afrizal Hadi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/3).

Dengan gugurnya permohonan tersebut, sidang praperadilan Hasto dinyatakan selesai lantaran berkas telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Adapun biaya perkara termohon tercatat nihil atau tidak dikenakan biaya.

“Biaya perkara termohon sejumlah nihil,” ujar hakim Afrizal.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum KPK Iskandar Marwanto menegaskan pelimpahan berkas masih dalam hukum pidana sehingga tidak menghina proses peradilan.

“Merujuk Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 5 Tahun 2021 pada bagian A mengenai rumusan kamar pidana, dalam perkara pidana sejak berkas perkara melimpahkan dan diterima pengadilan serta merta menggugurkan praperadilan,” ujarnya.

Pada Senin ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melanjutkan sidang praperadilan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait kasus suap Harun Masiku. Sidang itu sebelumnya tertunda lantaran tim KPK tidak hadir.

Sidang gugatan praperadilan nomor perkara 23/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL akan diadili oleh Hakim Tunggal Afrizal Hadi.

Sidang ini menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka Hasto berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tentang dugaan suap.

Penyidik KPK pada hari Selasa, 24 Desember 2024, menetapkan dua orang tersangka baru dalam rangkaian kasus Harun Masiku, yakni Hasto Kristiyanto (HK) dan advokat Donny Tri Istiqomah (DTI).

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa HK mengatur dan mengendalikan DTI untuk melobi anggota KPU Wahyu Setiawan agar dapat menetapkan Harun Masiku sebagai calon anggota DPR RI terpilih dari Dapil Sumsel I.

HK juga diketahui mengatur dan mengendalikan DTI untuk aktif mengambil dan mengantarkan uang suap untuk diserahkan kepada Wahyu Setiawan melalui Agustiani Tio Fridelina.

Selain itu, penyidik KPK juga turut menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice).

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Ketua MPR Safari Ramadhan ke Sejumlah Ponpes di Jawa Tengah

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersilaturahmi pimpinan Ponpes Tazakka KH Anang Rizka Masyahdi. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Modern Tazakka di Batang kemudian Ponpes Darussalam Timur Watucongol dan Ponpes Al Iman Muntilan di Magelang. Turut hadir dalam silaturahmi ini yaitu Wakil Menteri Pertanian yang juga Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono.

Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi kebangsaan di bulan suci ramadhan. Muzani menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Ponpes Tazakka KH Anang Rizka Masyahdi dan Anizar Masyahdi yang telah menerimanya dengan luar biasa. Di hadapan ribuan santri Tazzaka, Muzani menyampaikan agar tidak henti-henti untuk terus belajar agar bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Adik-adik sekalian, teruslah belajar. Jangan pernah berhenti belajar mendalami ilmu dari apa yang diajarkan para guru, para ustaz. Ilmu yang didapat menjadi bekal penting bagi kalian untuk bisa menjadi pemimpin tanggung di masa depan,” ujar Muzani dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Muzani berharap para santri mampu mengemban ilmu dengan baik dari para kyai dan ustaz. Sebab ilmu yang bermanfaat itu akan membantu untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Karena, kata Muzani, mewujudkan Indonesia Emas tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga peran penting para ponpres di pelosok Indonesia.

“Hari ini semua orang bicara Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Tapi Indonesia Emas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua komponen masyarakat harus terlibat, termasuk para pimpinan pondok pesantren di pelosok Tanah Air,” jelas Muzani.

Silaturahmi kemudian dilanjutkan ke Ponpes Darussalam Timur Watucongol di Kabupaten Magelang. Muzani menyampaikan salam hormat kepada pimpinan ponpes Gus Ali Qoishor yang telah berkenan menerimanya dengan sambutannya yang hangat.

“Kami menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra kepada seluruh seluruh santri serta pengurus dan pimpinan Ponpes Darussalam Timur Watucongol,” ujar Muzani.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tambah Sekjen Gerindra itu.

Kemudian silaturahmi ramadhan berlanjut ke Ponpes Al Iman Muntilan Magelang. Di sana, Muzani menyampaikan sosialisasi kebangsaan berkaitan dengan tugas-tugas MPR. Dari sosialisasi tersebut, Muzani menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Karena dengan adanya persatuan, segala kekayaan alam bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

“Syarat Indnesia bisa maju itu kita harus bisa bersatu. Syarat negeri kita bisa maju kita harus rukun. Indonesia bisa bangkit kalau pemimpinnya bersatu. Itulah yang dilakukan Presiden Prabowo yang hari ini dalam kabinetnya terdapat semua kekuatan politik agar bersama-sama membawa Indonesia maju,” jelas Muzani.

“Segala kekayaan yang kita miliki tidak akan berguna dan bermanfaat untuk rakyat kalau kita tidak bersatu. Beliau berpikir bahwa dengan bersatu bergotonh royong bersama membangun Indonesia akan mudah tercapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Muzani.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain