10 April 2026
Beranda blog Halaman 941

KY dan Bawas Awasi PT Tanjungkarang Atas Permohonan Natalia Rusli Terkait Banding Kasus Bebek Tepi Sawah

Jakarta, aktual.com – Kasus sengketa hukum terkait proyek pembangunan franchise Resto Bebek Tepi Sawah di Bandar Lampung memasuki babak baru, setelah sebelumya hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang secara resmi menolak gugatan wanprestasi dalam perkara perdata Nomor 167/Pdt.G/2025/PN Tjk yang diajukan oleh CV Hasta Karya Nusapala dan PT Mitra Setia Kirana.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Andy Mulya Halim, Titin, dan Sellavina tiga nama yang kini disebut sebagai bagian dari skema dugaan penipuan dalam proyek fiktif ini.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Firman Khadafi serta dua hakim anggota, Hendro Wicaksono dan Alfarobi, majelis memutuskan bahwa gugatan tidak berdasar. Perkara ini bahkan dinilai sarat dengan unsur penipuan dan manipulasi, bukan sekadar konflik wanprestasi biasa.

“Sudah sangat jelas bahwa ini bukan perkara utang-piutang biasa. Ini adalah dugaan modus penipuan yang luar biasa terorganisir,” ujar Natalia Rusli, kuasa hukum tergugat Tedy Agustiansjah.

Natalia juga menegaskan bahwa gugatan tersebut merupakan bagian dari skenario untuk merebut paksa tanah dan rumah milik kliennya dengan menyodorkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) palsu.

“Drama keluarga Titin ini harus dihentikan. Terlalu banyak kebohongan yang dipertontonkan di pengadilan,” tegasnya.

Menariknya, dalam persidangan, penggugat justru menyatakan bahwa kerugian dalam proyek tersebut merupakan tanggung jawab Komisaris Utama dan Komisaris PT Mitra Setia Kirana, yakni Titin dan Sellavina yang diketahui adalah mertua dan istri dari Andy Mulya Halim sendiri, pemilik CV Hasta Karya Nusapala.

Namun, meski kalah di pengadilan tingkat pertama, pihak penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang dengan nomor perkara 61/PDT/2025/PT TJK. Sidang banding ini akan dipimpin oleh Hakim Ketua Ekova Rahayu Avianti, bersama dua hakim anggota Mahfudin dan Judika Martine Hutagalung, serta Panitera Pengganti Bambang Hadi.

Kuasa hukum Tedy, Natalia Rusli meminta kepada para hakim sidang banding yang diajukan CV HKN untuk berhati-hati dan teliti dalam memeriksa berkas yang diajukan itu.

Natalia percaya para hakim yang menangani perkara banding merupakan sosok yang cerdas dan cermat dalam memeriksa berkas banding dari para penggugat.

*Pengawasan Jalannya Sidang Banding*

Menjelang sidang banding, Natalia Rusli melayangkan laporan resmi ke Mahkamah Agung dengan nomor K5MNG202507247X pada 24 Juli 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi permainan oknum hukum dalam perkara yang semakin pelik ini.

Selain itu, tingkat banding yang diajukan tersebut juga turut diawasi oleh Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas (Bawas).

Surat pengajuan pengawalan itu sudah diterima oleh KY dan Bawas. Ia berharap para hakim bisa teliti serta cermat dalam memeriksa berkas banding yang diajukan CV HKN.

Nomor Laporan ke BaWas teregister K5MNG202507247X tertanggal 24 Juli 2025 dan Nomor Laporan ke KY 580/KY/VII/2025/LM/E.

Tidak hanya itu, Natalia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan keempat pihak utama dalam kasus ini, mereka adalah Titin, Andy, Sellavina, dan seorang kontraktor bernama Hadi Wahyudi dengan 5 laporan polisi (LP) berbeda.

“Di Polda Metro Jaya ada 1 laporan, di Polres Metro Jakarta Utara ada 1, di Polresta Bandar Lampung ada 2 dan di Polres Gianyar Ubut ada 1 LP,” ungkapnya.

*Berikut daftar laporan polisi yang telah dilayangkan:*

Polda Metro Jaya
LP/B/50/I/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA – 3 Januari 2025

Polres Metro Jakarta Utara
LP/B/24/I/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT – 4 Januari 2025

Polres Gianyar, Bali
LP/B/III/2025/SPKT/POLRES GIANYAR – 14 April 2025

Polres Bandar Lampung
LP/B/350/III/2025/SPKT/POLRES BANDAR LAMPUNG – 7 Maret 2025

“Total ada enam LP yang kami ajukan. Seluruhnya sudah masuk tahap penyelidikan dan akan segera naik ke penyidikan,” ujar Natalia.

*Kronologi: Proyek Gagal atau Perampokan Berkedok Hukum?*

Kasus ini bermula dari proyek pengembangan cabang Resto Bebek Tepi Sawah yang digagas oleh Titin bersama menantunya, Andy Mulya Halim. Mereka mengajak Tedy Agustiansjah untuk berinvestasi. Namun, proyek yang dijanjikan justru mangkrak, dana Rp16 miliar raib, dan kini tanah milik Tedy senilai Rp48 miliar justru terancam disita.

Yang lebih ironis, kontraktor proyek CV Hasta Karya Nusapala yang menggugat Tedy, ternyata dimiliki sendiri oleh Andy, pihak yang mengajak Tedy untuk berinvestasi.

Farlin Marta, kuasa hukum Tedy lainnya, menyebut gugatan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menguasai aset dengan menggunakan jalur hukum sebagai tameng.

“Ini bukan bisnis yang gagal. Ini adalah perampokan yang dikemas dengan topeng legalitas. Klien kami ditarik ke jebakan hukum yang disusun rapi,” tegas Farlin.

Sidang banding dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat. Natalia Rusli berharap Pengadilan Tinggi tetap memihak pada keadilan dan tidak tunduk pada tekanan eksternal.

“Ini momen penting. Jika hukum bisa ditegakkan dengan jujur, maka publik masih punya harapan terhadap sistem peradilan kita,” tutup Natalia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

25 Tahun Kosong, Kursi Wakil Panglima TNI Diduduki Jenderal Tandyo Budi Revita

Presiden Prabowo Subianto berkomunikasi via sambungan telepon dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, Jumat (6/6/2025), perihal undangan resmi sebagai tamu kehormatan dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kananaskis, Alberta, Kanada, pada pertengahan Juni 2025. (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatsus) Komando Pasukan Khusus, Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Pelantikan ini mengisi jabatan Wakil Panglima TNI yang telah kosong selama 25 tahun. Jenderal Tandyo sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD). Dalam prosesi, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat dan menyalami Tandyo.

Sejumlah pejabat negara hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sutan Najamudin, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga tampak mendampingi.

Jenderal Tandyo lahir pada 21 Februari 1969 dan merupakan lulusan Akademi Militer 1991 dari kecabangan Infanteri (Kostrad). Ia pernah menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro, Kabadiklat Kemhan, dan menempati berbagai posisi strategis di lingkungan TNI AD serta Kementerian Pertahanan sejak 1995.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Prabowo Anugerahkan Gelar Jenderal Kehormatan kepada Sjafrie Sjamsoeddin hingga Ali Sadikin

Presiden RI Prabowo Subianto. ANTARA/HO-Polri.

Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar jenderal kehormatan bintang empat kepada sejumlah purnawirawan TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025). Salah satu penerima adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang sebelumnya berpangkat Letnan Jenderal (Purn).

Selain Sjafrie, gelar jenderal kehormatan bintang empat juga diberikan kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, mantan Danjen Kopassus Agus Sutomo, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, dan mantan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah.

Prabowo menyebut penganugerahan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan keberhasilan para tokoh dalam menjalankan tugas negara. Selain gelar bintang empat, ia juga memberikan gelar jenderal kehormatan bintang tiga dan dua.

Berikut daftar penerima gelar jenderal kehormatan:

Bintang 4

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) M. Herindra

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Agus Sutomo

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) KKO Ali Sadikin

Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Yunus Yosfiah

Bintang 3

Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Soehartono Soeratman

Marsekal Madya TNI Kehormatan (Purn) Bambang Eko Suharyanto

Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Khairawan

Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Musa Bangun

Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Glenny Kahirupan

Letnan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Tony SB Hoesodo

Bintang 2

Mayor Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Taufik Hidayat

Selain itu, Prabowo juga melantik penerima Tanda Kehormatan Bintang Sakti, yakni Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn) Alfan Baharudin dan Letnan Dua (Purn) Darius Bayani.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Rilis Data Ekonomi 2025 Tumbuh 5,12 Persen, BPS Dilaporkan ke PBB 

Ilustrasi: Rilis Data Ekonomi 2025 Tumbuh 5,12 Persen, BPS Dilaporkan ke PBB 

aktual.com- Data pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 yang dirilis oleh BPS menimbulkan indikasi adanya perbedaan dengan kondisi riil perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah data terkait dengan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan investasi atau PMTB.

Sebagai lembaga pemerintah yang tunduk pada standar statistik internasional, BPS perlu bebas dari kepentingan politik, transparan dan menjaga integritas data.

Dalam rangka merespon kejanggalan data BPS, CELIOS sebagai lembaga penelitian independen mengirimkan surat permintaan investigasi pada Badan Statistik PBB yakni United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nations Statistical Commission.

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS dalam keterangan pers menyatakan bahwa inisiasi yang dilakukan CELIOS menjadi upaya untuk menjaga kredibilitas data BPS yang selama ini digunakan untuk berbagai penelitian oleh lembaga akademik, analis perbankan, dunia usaha termasuk UMKM dan masyarakat secara umum.

“Surat yang dikirimkan ke PBB memuat permintaan untuk meninjau ulang data pertumbuhan ekonomi pada triwulan ke-II 2025 yang sebesar 5,12% year-on-year. Kami coba melihat ulang seluruh indikator yang disampaikan BPS, dan menemukan industri manufaktur tumbuh tinggi, padahal PMI Manufaktur tercatat kontraksi pada periode yang sama. Porsi manufaktur terhadap PDB juga rendah yakni 18,67% dibanding triwulan ke-I 2025 yang sebesar 19,25%, yang artinya deindustrialisasi prematur terus terjadi. Data PHK massal terus meningkat, dan industri padat karya terpukul oleh naiknya berbagai beban biaya. Jadi apa dasarnya industri manufaktur bisa tumbuh 5,68% yoy? Data yang tidak sinkron tentu harus dijawab dengan transparansi.” ungkp Bhima.

Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS menambahkan, jika terjadi tekanan institusional atau intervensi dalam penyusunan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS), itu bertentangan dengan Fundamental Principles of Official Statistics yang diadopsi oleh Komisi Statistik PBB.

“Data yang kredibel bukan hanya persoalan teknis, tetapi berdampak langsung terhadap kredibilitas internasional Indonesia, dan kesejahteraan rakyat. Data ekonomi yang tidak akurat, khususnya jika pertumbuhan dilebih-lebihkan, dapat menyesatkan pengambilan kebijakan. Bayangkan, dengan data yang tidak akurat, Pemerintah bisa keliru menunda stimulus, subsidi, atau perlindungan sosial karena menganggap ekonomi baik-baik saja. Pelaku usaha, baik itu besar dan UMKM, para investor dan masyarakat pasti akan bingung dan terkena dampak negatif.” kata Media.

CELIOS berharap United Nations Statistics Division (UNSD) dan UN Statistical Commission segera melakukan investigasi teknis atas metode penghitungan PDB Indonesia, khususnya Triwulan II 2025.

“Kami juga berharap UNSD dan UN Statistical Commission mendorong pembentukan mekanisme peer-review yang melibatkan pakar independen, serta dukungan reformasi transparansi di tubuh BPS. Keinginan masyarakat itu sederhana, agar pemerintah Indonesia menghitung pertumbuhan ekonomi dengan standar SDDS Plus sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan”. Imbuh Media.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi CELIOS juga menyebutkan bahwa ketidakpercayaan terhadap data BPS didasari pada anomali yang terjadi terkait dengan data historis.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan II yang lebih tinggi dibandingkan triwulan yang ada momen Ramadhan-Idul Fitri terasa janggal. Hal ini dikarenakan tidak seperti tahun sebelumnya dimana pertumbuhan triwulanan paling tinggi merupakan triwulan dengan ada momen Ramadhan-Idul Fitri. Triwulan I- 2025 saja hanya tumbuh 4,87% year on year, jadi cukup janggal ketika pertumbuhan triwulan II mencapai 5,12%.” Jelas Huda lebih lanjut.

“Dengan sumbangan mencapai 50% dari PDB, nampak janggal dimana pertumbuhan konsumsi rumah tangga triwulan I 2025 hanya 4,95% tapi pertumbuhan ekonomi di angka 4,87%. Tidak ada momen yang membuat peningkatan konsumsi rumah tangga meningkat tajam. Indeks keyakinan konsumen (IKK) juga melemah dari Maret 2025 sebesar 121,1 turun menjadi 117,8 (Juni 2025),” pungkas Huda. ***

Artikel ini ditulis oleh:

Jalil

Reshuffle: Antara Stabilitas dan Kekecewaan Publik Terhadap Kinerja Menteri

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama para menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Merah Putih usai pelantikan di halaman Istana Merdeka Jakarta, Senin (21/10/2024). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Jakarta, Aktual.com – Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menjelaskan reshuffle kabinet memang hak prerogatif presiden. Namun, Presiden Prabowo tidak bisa mengesampingkan aspirasi publik yang menginginkan adanya evaluasi terhadap para menteri.

Dan menurutnya, publik tentu akan setuju jika reshuffle, bukan hanya itu menjadi hak prerogatif presiden, tapi juga menjadi harapan publik jika menteri-menteri kinerja jeblok diganti.

“Perlu kiranya mendapat atensi dari Pak Prabowo. Publik ingin adanya reshuffle karena melihat beberapa menteri yang performanya kurang memuaskan. Jangan sampai publik kemudian kecewa yang berujung ketidak puasan dan distrust,” ucap Lili kepada aktual.com.

Lili menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki kriteria tertentu dalam menentukan reshuffle, antara lain faktor pakta integritas, loyalitas pada presiden, serta tercapainya target yang ditetapkan.
Selain itu, hasil survei juga dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan ini.

“Tentu presiden punya kriteria atau ukuran untuk melakukan reshuffle, antara lain pakta integritas, tidak loyal pada presiden, punya agenda sendiri, target tidak tercapai, bisa juga merujuk pada hasil survei,” tambahnya.

Lili Romli juga menekankan bahwa jika reshuffle dilakukan secara objektif dan sesuai dengan harapan publik, hal itu akan memberikan dampak positif bagi Presiden Prabowo.

“Saya kira kalau reshufflenya objektif, sesuai dengan harapan publik, akan berdampak positif pada presiden itu sendiri. Publik semakin trust dan approval rating tentang kepuasan akan terjaga,” ungkapnya.

Dengan demikian, reshuffle kabinet tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, tetapi juga untuk menjaga citra dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.

Baca Juga:

Desakan Reshuffle Menteri Rasa Jokowi dan Sikap Presiden Prabowo

Sementara itu Manager Program Pusat Polling (Puspoll) Indonesia Luqmanul Hakim menyampaikan, fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo di satu tahun pertama adalah menjaga stabilitas politik nasional. Kondisi stabilitas ini merupakan modal penting untuk pembangunan.

“Stabilitas yang kita lihat saat ini adalah capaian besar. Namun, stabilitas hanya akan berarti jika dibarengi kerja nyata dari para menteri di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pertahanan,” ujar Luqmanul Hakim.

Menurut Luqmanul, kepemimpinan Prabowo ditandai dengan keberanian mengambil langkah-langkah strategis yang menekankan persatuan nasional dan dialog inklusif. Ia menilai, komunikasi politik yang ditempuh pemerintahan saat ini berhasil meredakan ketegangan dan menciptakan ruang konsensus di kalangan elit politik maupun masyarakat.

“Dialog lebih diutamakan ketimbang konfrontasi, dan ini memberi dampak positif bagi kepercayaan publik,” katanya.

Meski stabilitas telah terjaga, publik kini menantikan langkah konkret para menteri Kabinet Merah Putih. Menurut Puspoll, kinerja kabinet akan menjadi ujian utama Prabowo menjelang satu tahun pemerintahan.

“Harapan rakyat jelas: stabilitas yang sudah tercapai harus ditindaklanjuti dengan kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat. Di sinilah para menteri harus membuktikan kapasitas dan kinerjanya semata-mata melayani rakyat,” tegas Luqmanul.

Dengan stabilitas politik yang kuat, Indonesia disebut memiliki momentum besar untuk fokus pada agenda pembangunan untuk mempercepat capaian kesejahteraan rakyat.

“Kita optimistis, dengan stabilitas yang ada dan dukungan publik, pemerintahan Prabowo bisa mendorong lahirnya program-program strategis yang membawa manfaat luas,” kata Luqmanul Hakim.

Baca Juga:

Pertemuan Gibran-Dasco, Manuver Amankan Posisi di Tengah Isu Pemakzulan dan Reshuffle 

Stabilitas dan Rekonsiliasi Dengan PDIP Tanpa PSI

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyampaikan, reshuffle menjadi momentum bagi PDIP untuk masuk kabinet bentukan presiden Prabowo, dan menggusur para loyalis Jokowi dan PSI yang ada dikabinet Merah Putih. Menurutnya secara politik PDIP sangat memungkinkan mengganti posisi PSI yang saat ini dipimpin Putra Bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

“Secara politik juga PSI tidak miliki kekuatan di lingkar elit kekuasaan,” tegas Dedi.

Dedi memaparkan mengapa Presiden Prabowo perlu mengganti menteri-menteri yang dianggap orang dekatnya Jokowi, karena rasa loyalitas mereka terhadap Presiden Prabowo Subianto terbagi kepada Jokowi. Jangan sampai ada pembangkangan diam diam terhadap Prabowo dengan sikap mendua anggota kabinet binaan Jokowi dan Kaesang Pangarep melalui PSI, karena Presiden saat ini adalah Prabowo Subianto.

“Loyalitas menteri yang seharusnya fokus dan tunduk pada Presiden, ini misalnya para menteri yang justru cenderung lebih loyal pada Jokowi yang bukan lagi Presiden, menteri yang tidak menunjukkan fokus pada Presiden Prabowo pantas diganti agar tidak ada tafsir matahari kembar di pemerintah,” paparnya.

Lalu mengapa Presiden Prabowo menyampaikan belum melakukan pergantian menteri, Dedi melihat, Presiden Prabowo tidak bisa bergerak cepat serta mudah dalam mengambil keputusan, karena terlalu banyak pihak yang mempengaruhi Prabowo saat ini.

“Presiden Prabowo juga terkesan tidak menyukai polemik, sehingga perlu langkah hati-hati dalam melakukan pergantian,” ucapnya.

Baca Juga:

Blak-blakan, Ini Jawaban Presiden Prabowo Soal Isu Reshuffle Kabinet

Sementara itu Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai, majunya mundurnya reshuffle kabinet bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, memang seperti dikatakan oleh Presiden itu sendiri bahwa kinerja menterinya baik dan solid.

“Kedua, untuk menjaga stabilitas kabinet. Seperti diketahui yang menjadi menteri berasal dari gerbong yang beragam, yang semua harus diakomodir, yaitu dari gerbong petahana atau gerbong yang diduga dekat dengan Pak Jokowi, lalu gerbong parpol, gerbong relawan, gerbong perwakilan ormas dan daerah, dan gerbong teknokrat. Ketiga, reshuffle menunggu momentum yang tepat,” paparnya.

Lili menyampaikan, semua pihak memperkirakan akan ada reshuffle kabinet pasca kongres PDIP. Namun, katanya, ternyata PDIP memilih untuk tetap berada di luar pemerintahan sehingga reshuffle tidak terjadi.

Sementara itu, terkait pernyataan Presiden Prabowo yang berulangkali menyatakan di hadapan para menterinya sebagai nahkoda dan kaptennya, Lili melihat, masyarakat bisa menduga ada menteri yang memiliki loyalitas ganda.

“Dengan adanya pernyataan tersebut tersirat sepertinya ada menteri yang loyalitasnya ganda, mendua. Jika ini benar tentu menjadi problematik,” papar Lili.

Artikel ini ditulis oleh:

Erobi Jawi Fahmi
Eka Permadhi

Karyoto Tepis Isu Marah ke Kapolri: Hoaks, Pelaku Diburu Polisi

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menegaskan kabar dirinya marah kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah berita bohong alias hoaks. Ia memastikan akan memproses hukum buzzer media sosial yang menyebarkan isu tersebut.

“Ya pasti (proses hukum),” kata Karyoto di Jakarta, Jumat (8/8/2025), saat disinggung langkah hukum pelaku penyebaran isu yang berkait dirinya.

Isu liar itu beredar di media sosial, menyebut Karyoto kecewa lantaran dirotasi menjadi Kabaharkam Polri, bukan Kabareskrim. Bahkan, narasi di sejumlah akun TikTok menyebut ia berencana pensiun dini.

Karyoto menyebut isu tersebut berasal dari akun-akun anonim berbiaya tinggi, sebagian diduga beroperasi dari luar negeri.

“Sedang di-trace. Biasanya akun LN (luar negeri), buzzer mahal,” ujarnya.

Ia menegaskan hubungannya dengan Kapolri sangat baik dan rotasi jabatan adalah bentuk kepercayaan pimpinan.

“Pak Kapolri sangat sayang ke saya, saya sangat respek ke beliau,” tegasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Berita Lain