Jakarta, Aktual.com — Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin menyebut kehadiran PAN sebagai partai pendukung pemerintah menambah daftar musuh dalam selimut presidensial.

“Karena presidensial menurut konstitusi kita adalah tidak ada koalisi setia dan oposisi setia,” kata Irman, Sabtu (5/9).

Namun, sambungnya, yang terpenting dicatat adalah masuknya PAN dalam koalisi pendukung pemerintah tak semata diasumsikan negatif seperti analisa politik pada umumnya. Masuknya PAN sebagai pendukung pemerintah bisa sebagai pilihan atas haluan terhadap agenda konstitusional yang jelas.

“Presiden adalah penangungjawabnya meski segala kelebihan dan kekurangannya, sedangkan KMP hingga saat ini, belum jelas target, agenda konstitusionalnya sebagai kekuatan penyeimbang dalam bingkai konstitusi,” ucap Irman.

()