Jakarta, Aktual.com – Pilkada DKI yang akan digelar pada Februari 2017 sudah dipastikan ada tiga pasangan, yaitu Ahok-Djarot, Agus Yudhoyono-Sylviana, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Bagi dua pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga, menurut pengamat politik Ray Rangkuti, partai pengusungnya harus bisa memanfaatkan pemilih yang beda keyakinan dengan Ahok. Karena selama ini, gerakan anti Ahok berdasar keyakinan semakin menguat.

“Sejauh ini, pangsa pasar yang tak mendukung relatif homogen. Para pemilih ini memiliki alasan tidak memilih Ahok-Djarot karena keyakinan,” ujar Ray dalam keterangan yang diterima Minggu (2/10).

Apalagi dengan adanya tiga pasang ini, kata dia, masalah besar justru dihadapi oleh Ahok-Djarot. “Jadi tantangannya bagi Ahok-Djarot, masalah utama mereka adalah apakah bisa sampai satu putaran atau tidak. Kalau tidak, akan jadi masalah besar,” cetusnya.

Meski begitu, kata dia, persaingan kerasnya memang ada pada dua pasangan lain, yaitu Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga. Karena kedua pasangan ini bisa saling kejar mengejar dengan basis massa yang saling berhimpitan, sekalipun di atas kertas pasangan Anies-Sandiaga masih lebih dijagokan.

“Karena dua pasang ini, sama-sama merebut pangsa pasar yang belum memilih pilihan ke Ahok. Dan itu relatif homogen,” jelasnya.

Anis misalnya, kata dia, harus bisa menarik pemilih dari kalangan muslim moderat. Karena dua partai pendukungnya, Gerindra dan PKS tidak menunjang wajah Anies yang selama ini dikenal sebagai muslim moderat.

“Makanya pasangan ini, harus sanggup mengkonsolidasikan suara dari sebagian pemilih muslim,” tegas dia.

Tapi lagi-lagi, bagi pemilih muslim ini memiliki pilihan pada dua pasangan tersebut, yaitu Anies-Sandiaga dan Agus-Sylvi. “Jadi di sinilah persaingan dua pasangan ini terlihat akan ketat,” ucap Ray.

 

*Bustomi

()