Jakarta, Aktual.com – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) gandeng PT Semen Indonesia (Persero) untuk memenuhi kebutuhan semen di proyek yang tengah digarap atau direncanakan. Seperti pelabuhan baru atau perluasan area-area pelabuhan.

Direktur Utama Semen Indonesia, Rizkan Chandra berharap semen-semen yang dipasok untuk pembangunan proyek bukan buatan luar. Kerja sama ini juga dinilainya sebagai bentuk sinergi BUMN.

“Bagi kami sendiri, dengan sinergi ini, akan memanfaatkan pelabuhan Kuala Tanjung (Sumut) yang tengah dibangun, untuk distribusi semen di wilayah Medan dan sekitarnya,” ujar dia saat MoU dengan Pelindo I, di Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut dia, selama ini pihaknya memasok semen di wilayah Sumatera itu selain dari pelabuhan Belawan juga menggunakan jalur angkutan darat. Namun setelah sinergi ini, pihaknya akan memanfaatkan pelabuhan milik Pelindo I untuk distribusi semen. Sehingga tidak perlu membangun pelabuhan sendiri yang biayanya tinggi.

“Kami juga disediakan lahan di pelabuhan dan yang bisa dibangun untuk packing plan atau cement mill. Apalagi demand ke Sumut akan terus meningkat bisa di atas dua juta ton per tahun,” ujar dia.

Dalam sinergi ini, nantinya kedua BUMN ini akan membentuk satu perusahaan sebagai operasionalnya. Namun Rizan enggan untuk mebeberkan secara detail terkait perusahaan patungan itu.

“Masih dalam pengkajian. Tapi yang pasti sinergi ini langkah awal. Ke depan kami juga ingin sinergi dengan Pelindo II dan Pelindo III,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menegaskan, saat ini selain tengah membangun pelabuhan baru, Kuala Tanjung, juga sedang membangun terminal-terminal di Pelabuhan Belawan.

Antara lain, menambah dermaga petikemas seluas 30 ha di Belawan. Juga dibangun terminal mobil sebanyak empat lantai, dermaga multi purporse, dan dermaga sepanjang 200 meter.

Kemudian di Kuala Tanjung dibangun dermaga 100 meter untuk kawasan industri, termasuk membangun infrastruktur jalannya. Juga akan membangun terminal petikemas yang panjangnya sampai 7,5 km.

“Itu tentu membutuhkan pasokan semen jutaan ton. Makanya kami sinergi dengen mereka agar semen yang dipasok ke kontraktor kami bukan semen perusahaan asing, melainkan dari Semen Indonesia,” ujar dia.

Dengan sinergi ini, bagi Pelindo I akan mendapat keuntungan dari meningkatnya volume semen yang masuk ke pelabuhannya. Sebagai contoh, untuk Belawan biasanya hanya masuk 600 ribu ton, dengan sinergi ini diperkirakan bisa masuk satu juta ton.

“Sehingga dengan volume semen yang masuk ke Pelindo I bertambah banyak, maka kami akan untung besar,” ungkap Bambang.

Tentu saja kerja sama ini menjadi tantangan bagi Semen Indonesia. Kata dia, pada akhir tahun lalu, pihaknya yang sedang membangun Belawan sempat kekurangan semen. “Mudah-mudahan kali ini Semen Indonesia mampu memenuhi kebutuhan semen kami,” kata dia. (Busthomi)

()