Jakarta, Aktual.com – Berdasarkan BPS Kalimantan Tengah , Laporan Sosial Ekonomi Kalimantan Tengah per September 2020, tercatat adanya peningkatan kemiskinan di Kalimantan Tengah.

Peningkatan kemiskinan tersebut terdapat di Kota, yaitu sebesar 0,34 persen,  dari 4,28 persen menjadi 4.62 persen. Pertambahan penduduk yang mengalami kemiskinan tersebut dialami oleh 4.280 jiwa masyarakat Kalimantan Tengah.

Secara akumulatif kemiskinan di Desa dan di Kota, target persentase kemiskinan Kalimantan Tengah yang harusnya sesuai target adalah 4,50 persen, namun sampai Maret 2020 target itu pun tidak terpenuhi. Karena tingkat kemiskinan di Kalimantan Tengah adalah 4,82 persen.

Yang terjadi pada saat ini justru malah adanya kenaikan kemiskinan secara akumulatif di Desa dan Kota sebesar 0.01 persen.

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,698 pada Maret 2019 menjadi 0,800 pada Maret 2020, Indeks Keparahan Kemiskinan pada Maret 2019 sebesar 0,140 naik menjadi 0,200 pada Maret 2020.

Indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan 2020 ini menunjukan bahwa semakin meningkatnya masyarakat Kalimantan Tengah yang makin hari justru makin miskin. Ini merupakan PR besar pemerintahan Sugianto Sabran.

(Andy Abdul Hamid)