Dalam aksi tersebut mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 23 Februari 2017. AKTUAL/Munzir
Petani Pegunungan Kendeng memasung kakinya dengan semen saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/3/2017). Dalam aksi tersebut mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 23 Februari 2017. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR RI Dwie Aroem Hadiatie menganggap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azzam Azman Natawijana tengah kesal sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak tepat terkait penolakan oleh masyarakat terhadap pembangunan Semen Kendeng di Rembang.

“Ya, mungkin lagi kesal, tapi yang pasti, kita support industri itu,” ujar Aroem di Jakarta, Selasa (21/3).

Beberapa hari lalu, politisi Partai Demokrat, Azzam Azman Natawijana mengeluarkan pernyataan untuk mengabaikan penolakan warga meskipun mereka mau cor kaki pakai semen, cor kepala, cor hidung sekalian.

Namun, Aroem tidak menyarankan Azzam untuk meminta maaf ataupun mencabut pernyataan yang menyakitkan hati masyarakat Kendeng tersebut.

“Ya, itu kembali ke dirinya masing-masing, saya tidak sarankan begitu karena Pak Azzam lebih tahu apa yang seharusnya dilakukan. Seandainya tidak dilakukan, ya mungkin itu statemen pribadi, bukan mewakili institusi DPR RI ataupun Komisi VI DPR RI,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Aroem menambahkan, semua pihak harus mendukung industri yang dibangun oleh pemerintah guna menyerap tenaga kerja. Meskipun dalam pembangunan industri pasti ada masalah dengan masayarakat seperti penolakan yang terjadi di Rembang, Jawa Tengah.

“Kalau ada masalah, harus ada way out-nya. Pemerintah Daerah dan masyarakat harus bisa mencari solusinya sehingga industri yang sudah dibangun tidak sia-sia,” pungkasnya.

Laporan: Nailin In Saroh

()

(Andy Abdul Hamid)