Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (kanan) saat tiba di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/7). Presiden Joko Widodo menghadiri acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-70 Tahun 2016 dan Buka Puasa Bersama keluarga besar Polri. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Direktur eksekutif Badan Pekerja Institut Proklamasi Arief Rachman menilai, penunjukan Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) mengisyratkan adanya kebutuhan bagi Presiden Joko Widodo untuk memperkuat positioning politik pemerintah. Khususnya dalam bidang keamanan dalam negeri.

“Budi Gunawan secara personal merupakan sosok yang ahli dalam menyusun perencanaan strategis, khususnya di bidang keamanan,” ujar  Arief di Jakarta, Senin (5/9).

Kebutuhan mendesak saat ini, lanjut Arief, adalah menghadapi munculnya gejala kekerasan sosial, kriminalitas, radikalisme serta terorisme global. Maka itu membutuhkan adanya kerjasama strategis antar institusi dilingkup penanganan dan pengamanan situasi secara nasional.

“Munculnya akar-akar kekerasan dimasyarakat saat ini menjadi fokus perhatian serius aparat keamanan,” katanya.

Ia mengatakan, potensi konflik horizontal serta fenomena anarkisme sosial yang semakin nyata membutuhkan suatu strategi khusus dalam penanganan masalah tersebut.

“Sosok Budi Gunawan adalah orang yang ‘kenyang asam garam’ dan tepat dalam situasi seperti saat ini,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, Budi Gunawan juga merupakan tokoh senior dilingkungan Polri saat ini. Pengaruh dan kecakapan sebagai seorang jenderal polisi menjadikan Budi Gunawan figur yang pas untuk menjabat kepala BIN.

Menurut Arief, Presiden Jokowi membutuhkan orang yang handal tetapi juga loyal. Secara politik, kata dia, ada kebutuhan kesana untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara juga mensukseskan pemerintahan sampai 2019 nanti.

“Oleh karena itu, maka kami sebagai kelompok masyarakat sipil yang concern dengan isu-isu strategis akan mengawal kepemimpinan Jenderal Budi Gunawan sampai habis masa jabatannya,” pungkasnya.

(Nailin)

()