Petani memilah gabah hasil panen di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa(14/11/2017). Sebagai upaya mengantisipasi paceklik, Kementerian Pertanian menargetkan panen padi pada musim ketiga yakni mulai Oktober hingga Desember 2017 mencapai 1 juta ha per bulan dengan beras yang dihasilkan mencapai 3 juta ton per bulan. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com — Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) meminta pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah.

Hal tersebut di suarakan tak lain yaitu untuk menyejahterakan para petani serta meningkatkan penyerapan Bulog yang pada 2017 dan awal 2018 ini stagnan.

Guru Besar IPB Dwi Andreas Santosa mengatakan, kenaikan HPP sebanyak 12 persen saat ini, tidak sebanding dengan inflasi 28 persen pada 2017. Selain itu, panen raya yang belum serentak membuat produksi beras nasional menurun.

Dalam diskusi yang di kampus IPB itu, mereka mendesak HPP dinaikkan menjadi Rp 4.300 per kilogram. “HPP yang saat ini sudah tidak masuk akal. Bagi kami itu mencederai petani,” kata Dwi saat menjadi pembicara, Selasa (27/2).

Meski panen raya saat ini belum maksimal, diharapkan dengan kenaikan HPP bisa memicu petani untuk meningkatkan produksinya.