Ekonom senior Dr Rizal Ramli saat memberikan keterangan pers mengenai solusi terhadap salah urus tata kelola BPJS di Jalan Tebet Barat Dalam IV, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018). Menanggapi masalah yang terjadi pada BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini menjadi sorotan publik. Rizal menjelaskan, bahwa tak heran jika akhirnya Indonesia saat ini mengalami defisit. Menurutnya, jauh sebelumnya sejumlah negara eropa telah melakukan Social Security Sistem (Sistem Jaminan Sosial) terhadap warga negaranya. UU BPJS 2014 dimulai dengan pembiayaan yang tidak memadai (underfunded) dari pemerintah. Diketahui, BPJS Kesehatan disebut mengalami defisit. Masalah ini dipicu kecilnya iuran peserta yang diterima dibandingkan biaya layanan jaminan kesehatan yang dibayarkan. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus ekonom senior Rizal Ramli mengatakan kalau saat ini pemerintah telah gagal dalam memanfaatkan peluang saat perang dagang antara AS dan China.

“Kita seharusnya bisa memanfaatkan trade war. Yang lain bisa memanfaatkan situasi ini, seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina. Indonesia belum bisa menarik manfaat dari krisis trade war antara Amerika dan Cina,” katanya ditulis Selasa (13/8).

Dikatakan RR sapaan Rizal Ramli bahwa pemerintah tidak memiliki perencaaan dan aksi yang jelas, sehingga pemerintah gagal dalam memanfaatkan peluang saat perang dagang.

“Jadi krisis (perang dagang) itu masalah sekaligus opportunity. Sayangnya sampai saat ini, trade crisis kan sudah diramalkan 1,5 tahun lalu, pemerintah Indonesia tidak punya plan, tidak punya action,” paparnya.

RR juga mengatakan dengan bisa memprediksi situasi perang dagang, maka pemerintah dengan mudah bisa menyiapkan langkah-langkah untuk memanfaatkan peluang demi kemajuan perekonomian Indonesia.

“Mohon maaf sampai hari ini kami belum pernah dengar pejabat pemerintah menjelaskan bagaimana caranya supaya Indonesia menarik manfaat dari trade crisis,”pungkasnya.

(Abdul Hamid)