Jakarta, Aktual.com – Perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) dideklarasikan. Sang pendiri mengusung cita-cita mulia untuk perkumpulan ini. Memperjuangkan cita-cita bangsa sebagai negara Indonesia yang maju dan bermartabat yang berlatar belakang lintas etnis dan profesi.

Orang yang sama juga mengatakan, ini tidak akan jadi partai politik. Dia adalah, Din Syamsuddin. “Pergerakan Indonesia Maju ini tidak diniatkan dan tidak dirancang menjadi parpol,” kata Din, saat mendeklarasikan PIM di Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5).

Disampaikan Din, PIM adalah pergerakan anak-anak bangsa lintas suku dan profesi untuk terlibat di aksi kemanusiaan dan program kemasyarakatan. Basis politiknya pun nilai moral.

Kata dia, sebagai tokoh dan figur, dirinya tidak akan berdiam diri atas masalah yang sedang dihadapi bangsa. “Maka politik yang dilakukan PIM adalah politik nilai dan moral,” kata Din yang menjabat sebagai Ketua Dewan Nasional PIM.

Saat ini, lanjut dia dalam pidato deklarasinya, Indonesia tengah hadapi tantangan serius, yakni era globalisasi. Era globalisasi, kata dia, mendorong munculnya individualisme negara dan bangsa. Membuat Indonesia menghadapi tantangan ganda. Yakni tantangan kemajemukan secara internal dan tantangan pemajemukan secara eksternal.

Jika Indonesia gagal kelola kemajamukan, menurut dia, tidak mustahil bakal pecah berkeping. Untuk mencegahnya, menurut Din, perlu rekayasa sejarah dan budidaya nilai-nilai keutamaan. Untuk memelihara integritas bangsa.

“Untuk itu diperlukan upaya sungguh-sungguh, dengan daya tahan tangguh dan kerja berpeluh-peluh oleh segenap anak negeri dalam lintasan generasi dan perjuangan tidak kenal henti,” kata dia.

()