Petani memamen padi di desa Teja Timur, Pamekasan, Jatim, Senin (14/3). Petani mengaku produksi padi pada musim tahun ini turun sekitar 30 persen dibanding pada musim panen tahun lalu diperiode yang sama, akibat serangan hama dan penyakit. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz/15

Banten, Aktual.com – Petani Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang Agustus 2016 memasuki musim panen raya sehingga dapat mendongkrak swasembada pangan di daerah itu.

Aktivitas petani Kabupaten Lebak, Sabtu (27/8), meningkat sehubungan memasuki panen raya sehingga dapat meningkatkan swasembada pangan.

Kebanyakan para petani yang panen itu menanam pada Mei-Juni 2016 dan hasilnya cukup melimpah.

“Kami memperkirakan panen raya ini seluas 32.000 hektar hingga berlangsung September mendatang,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Dede Supriatna.

Menurut dia, selama ini produksi panen di Kabupaten Lebak meningkat dan dipastikan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sekitar 10 persen.

Produksi gabah kering pungut (GKP) rata-rata 7,0 ton per hektar dari sebelumnya 5,6 ton per hektar.

Meningkatnya produksi pangan tersebut karena intervensi pemerintah cukup besar untuk membantu penerapan rekayasa teknologi pertanian juga perbaikan saluran irigasi.

Pemerintah hingga kini menyalurkan bantuan alat pertanian (alsintan), sarana produksi (sapras) dan pembangunan jaringan irigasi.

Selain itu juga pelatihan sekolah lapang, penanaman jajar legowo dan lainnya.

“Kami yakin panen padi tahun ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan keberhasilan produksi pangan di Kabupaten Lebak juga tidak lepas peran aktif TNI, kelompok-kelompok tani, tenaga petugas penyuluh lapang (PPL) dan petugas unit pelaksana teknis (UPT) kecamatan juga pemangku kepentingan lainnya.

Mereka saat ini bekerja keras untuk menyukseskan program swasembada pangan karena merupakan program Nawacita pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

“Kami minta petani yang panen itu agar cepat melaksanakan gerakan tanam sehingga pada Desember 2016 bisa kembali panen,” katanya.

Arsani (51) seorang petani warga Desa Cisangu Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku petani di sini seluas 200 hektare memasuki musim panen dari tanam Mei lalu.

“Kami lega panen padi tahun ini bagus dengan produksi 7-8 ton gabah kering pungut per hektare tanpa serangan penyakit dan hama tanaman,” katanya.

()