Ket foto : Ketua Umum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri saat menyampaikan orasi politik di tengah massa aksi, di Jalan Medan Merdeka, Senin (5/9).

Jakarta, aktual.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut pemerintah untuk segara menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), hal ini di sampaikan oleh Ketua Umum PMII, Muhammad Abdullah Syukri dalam orasinya pada saat demo di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (5/9).

Pria yang akrab disapa Gus Abe ini mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM menimbulkan banyak polemik di tengah masyarakat kerana masih dalam pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

“Kenaikan harga BBM oleh pemerintah menuai polemik ditengah situasi ekonomi warga yang belum pulih akibat dampak Covid-19.” Kata Gus Abe.

Abe juga menyampaikan dengan menaikkan harga BBM, pemerintah telah gagal dalam mengupayakan proses pemulihan ekonomi.

“Peningkatan konsumsi nasional, peningkatan aktivitas dunia usaha serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekstansi moneter” ujarnya.

“Di satu sisi justru dengan kenaikan BBM ini secara otomatis mengganggu ketiga cara tersebut yang berkaitan langsung dengan harkat hidup orang banyak” sambung Gus Abe.

Lebih lanjut, sambung Gus Abe, organisasi yang ia pimpin menyampaikan empat tuntutan serius kepada pemerintah.

“Pertama PMII menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius memberantas mafia BBM, ketiga mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran dan terakhir mendorong pemerintah dalam keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi” terang dia.

“Jika dalam 1×24 jam tidak ada tanggapan dari istana dan pemerintah akan kembali dengan jumlah dan kader yang lebih banyak lagi” tandas Gus Abe.

AR/RZ

(Rizky Zulkarnain)