Ilustrasi
Ilustrasi

Mataram, aktual.com – Teka-teki kasus penemuan mayat perempuan yang terbungkus dalam plastik hitam di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga kini masih belum terjawab.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB AKBP Hari Brata di Mataram, Rabu, mengatakan data yang diperoleh di lapangan masih sulit mengungkap identitas dari mayat perempuan tersebut.

“Tapi sampai saat ini kita masih terus melakukan pengembangan penyelidikan,” kata AKBP Hari Brata.

Karenanya, Polda NTB dan jajaran mengandalkan kerja sama masyarakat. Utamanya kepada pihak keluarga yang merasa kehilangan sanak saudara dimohon untuk mengenali ciri-ciri mayatnya yang hingga kini masih disemayamkan di RS Bhayangkara Mataram.

“Jadi sekarang kita masih membuka informasi ke masyarakat,” ucapnya.

Untuk sementara, pihaknya masih beranggapan bahwa korban berasal dari wilayah Pulau Lombok. Kecil kemungkinan yang bersangkutan berasal dari luar daerah.

“Kalau misal dari wilayah luar, kecil kemungkinan, karena dilihat dari pakaiannya itu pakaian tidur dan tanda-tanda bukan pendatang, bukan, itu untuk sementara,” ucapnya.

Dalam upaya pengungkapan identitasnya, Polda NTB pada akhir Januari lalu, mendapat bantuan dari Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Ante┬ámortem” yakni proses mengumpulkan data dari korban dugaan pembunuhan tersebut sudah dilakukan, seperti pengambilan sidik jari dan pengenalan wajah menggunakan “face recognition system”.

“Tapi dari sketsa wajah yang didapatkan, masih juga belum bisa terungkap, karena wajahnya sudah rusak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hari Brata menyatakan bahwa proses penyelidikan untuk mengenal identitas korban dan juga motif dari kasus ini akan terus berjalan sampai menemukan adanya titik terang.

“Tidak ada ‘close case’, karena penyelidikan ini masih terus kita lakukan,” katanya.

Berdasarkan hasil autopsinya, ciri fisik mayat perempuan yang diduga korban pembunuhan ini memiliki wajah bulat, beralis tebal, dengan panjang rambut sebahu.

Tingginya antara 158-160 cm dengan warna kulit sawo matang. Tanda tubuh yang bisa dikenali hanya gigi geraham sebelah kirinya menghitam. Untuk usianya, korban diperkirakan berusia remaja dengan rentang 17-30 tahun.

(Eko Priyanto)