Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya merilis hasil pengungkapan jaringan peredaran narkotika jenis ganja, jaringan Aceh- Jakarta di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Senin (16/10/2017). Dalam rilis tersebut, barang bukti ganja sebanyak 386.273 kilogram yang disimpan di dalam bak truk yang sudah dimodifikasi saat melintas di Tol Tangerang-Jakarta pada hari Jumat (13/10). Selain barang bukti tersebut, petugas juga mengamankan empat pelaku, dengan satu pelaku tewas ditembak petugas. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Jajaran kepolisian di wilayah hukum Jakarta Barat mengungkap jalur distribusi narkoba menuju sejumlah kampus perguruan tinggi yang kerap melibatkan jaringan oknum alumni maupun mahasiswa aktif.

“Ganja adalah jenis narkoba yang mendominasi di pasar kampus. Bandar besar biasanya memanfaatkan mahasiswa atau alumni sebagai bandar kecil,” kata Kanit 3 Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Barat, AKP Ahmad Ardhi, di Jakarta, Rabu (31/7).

Ardhi menyebut kriteria bandar diklasifikasikan sesuai kepemilikan barang bukti. Bandar besar biasanya menyimpan ganja di atas 5 kilogram, sementara bandar kecil hanya memiliki ganja dalam satuan gram. “Bandar kecil paling mainnya 20-30 paket dalam satuan gram,” katanya.

Barang haram itu umumnya dipasok dari Provinsi Aceh menuju Jakarta melalui jalur darat dengan beragam modus yang selalu dikembangkan untuk mengelabui perhatian petugas penegak hukum.

“Ganja tidak mungkin diimpor dari luar negeri, karena ongkos kirimnya juga pasti mahal,” ujar Ardhi.

Pada kurun 2018, jajaran Satres Narkoba Polrestro Jakarta Barat berhasil menyita 1,3 ton ganja kering yang diselundupkan dari Aceh menuju Jakarta menggunakan kendaraan jenis truk.

(Abdul Hamid)