Jakarta, Aktual.co — Petugas Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan enam orang pendukung Tim Persib (Bobotoh) yang diduga terlibat keributan dengan warga sekitar Cilandak pada Minggu (9/11) dini hari.

“Sebanyak enam orang terdiri dari seorang kernet dan enam orang suporter dari Bobotoh diamankan di Polrestro Jakarta Selatan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan kronologis kejadian awalnya rombongan pendukung Persib yang pulang dari Palembang melintasi Cilandak Town Square Jalan Simatupang Jakarta Selatan sekitar pukul 00.20 WIB.

Sejak pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB sekitar 80 bus yang mengangkut Bobotoh sudah melintasi Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta.

Sekitar pukul 00.30 WIB melintas 20 bus pendukung tim kesebelasan asal Bandung itu yang tertinggal dari rombongan awal.

Rikwanto menuturkan tiga bus pertama rombongan itu turun di depan Gedung Aneka Tambang atau sekitar Tol JORR perbatasan Pasar Minggu – Jagakarsa.

“Sehingga 17 bus yang berada di belakang ikut berhenti,” ujar Rikwanto.

Rikwanto menyebutkan 200 orang pendukung Persib itu turun ke jalan dan berusaha memprovokasi warga pengguna jalan dengan cara melempar batu, botol, bambu, serta menutup jalan tol ke arah Timur dan Barat.

Melihat aksi itu, warga Tanjung Barat Jakarta Selatan sekitar 150 orang mendatangi lokasi membawa batu, botol, kayu dan bambu menyerang, serta mencari massa Bobotoh yang ketinggalan dari rombongan bus.

Rikwanto mengungkapkan, 160 petugas gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa menghalau massa dengan melepaskan tembakan gas air mata.

“Massa membubarkan diri dan masuk ke perkampungan warga,” kata Rikwanto.

Warga sekitar sempat berusaha menyerang mobil Patroli Komando Polsek Jagakarsa yang mengamankan seorang Bobotoh karena membawa bom molotov.

Akhirnya, petugas kepolisian mampu mengamankan lokasi dan membuka arus kendaraan di jalan tol dari arah Timur dan Barat.

Rikwanto menambahkan massa yang diduga pendukung Persija atau “The Jakmania” dan warga sekitar berusaha men-“sweeping” bus yang ditumpangi Bobotoh di depan Pintu Tol Lenteng Agung 3 namun polisi dapat membubarkan konsentrasi massa.

()

()