Jakarta, Aktual.com – Politisi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai cuitan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Twitter tentang berita hoax merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi negara.

Keprihatinan itu bukan hanya dialami SBY, namun juga dialami oleh rakyat Indonesia. Pihak yang paling dirugikan dalam hal ini adalah Presiden Joko Widodo. Dimana Presiden kerap diisukan sebagai macam-macam, dari soal komunis, turunan China hingga pemutarbalikan fakta lainnya.

“Menghadapi keadaan seperti ini Pak Jokowi tak hanya cukup dengan menyatakan berkeluh-kesah dan prihatin. Pemerintahan Jokowi tidak tinggal diam. Melalui Kominfo, website-website yang selama ini penyebar fitnah itu ditutup,” ujar Ace di Jakarta, Sabtu (21/1).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar itu menyatakan Presiden RI Ke-6 SBY tidakseharusnya berkeluh kesah di jejaring media sosial. Jauh lebih baik jika Ketum Partai Demokrat itu turut membantu pemerintahan Jokowi-JK.

“Sebagai mantan Presiden tentu punya tanggungjawab bersama untuk menyelamatkan bangsa ini dari fitnah-fitnah. Membangun bangsa ini tidak bisa atas dasar saling fitnah, saling hujat dan memainkan isu yang tidak memiliki data yang akurat,” Ace.

Cuitan SBY diketahui diunggah Jumat 20 Januari 2017 melalui akun twitternya @SBYudhoyono. SBY menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi negeri yang semakin banyak fitnah dan hoax.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar ‘hoax’ berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?,” tulis SBY.

(Nailin Insa)

()