Surabaya, Aktual.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil Alallah menegaskan bahwa pendataan para ulama di wilayah tersebut oleh pihak kepolisian, adalah untuk sertifikasi khatib shalat Jumat.

Penegasan Mutawakkil ini, membantah keterangan dari Polda Jatim bahwa, pendataan ulama itu sebagai langkah kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ketika Kapolda Jatim akan mengunjungi para ulama.

“Jadi Pak Kapolda sudah bertemu saya dan bertemu para ulama wilayah tapal kuda, (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Banyuwangi), beliau mengatakan untuk pendataan sertifikasi ulama,” kata Mutawakkil di Surabaya, Jumat (3/2).

Mutawakkil menjelaskan, pendataan ini membuat keresahan bagi para ulama. Pasalnya, kata Mutawakkil, mereka teringat dengan masa PKI berjaya.

Lebih tegas Mutawakkil mengatakan, pihak kepolisian tidak memiliki hak untuk melakukan sertifikasi.

“Polisi hanya mendata. Programnya tetap dari Kementrian Agama. Kenapa itu dilakukan? Ini demi kemaslahatan. Sebab, PWNU juga menilai selama ini para khatib jumat masih banyak yang ceramah seperti garis keras,” ujarnya. ,

Seperti diberitakan sebelumnya, pendataan seluruh ulama di Jombang, Jatim, dikeluhkan Gus Irfan, karena terkesan seperti PKI. Sementara, polda jatim membantah bahwa pendataan dilakukan kepada seluruh stake holder dan para ulama. Hanya saja, pendataan didahulukan pada ulama karena dilakukan secara bertahap.
Laporan: Ahmad H Budiawan