Medan, Aktual.com — Pihak keluarga korban jatuhnya crane di Makkah, Arab Saudi mengaku hingga saat ini belum menerima informasi langsung yang diberikan pemerintah ke keluarga.

Hal itu diungkapkan keluarga dua korban yakni jamaah Safarini 52 tahun, dan keluarga jamaah Painem Dalio Abdullah 63 tahun, yang merupakan warga Medan saat dikunjungi calon Wali Kota Medan nomor urut 2 Ramadhan Pohan, di rumahnya di Mabar, Kota Medan, Minggu (13/9) .

Wahyudi 30 tahun, anak tertua dari korban Safarini menuturkan informasi yang diperoleh keluarga baru dari ustad pembimbing jamaah dan panitia keberangkatan haji.

“Belum ada informasi yang lain. Hanya dapat informasi almarhumah sudah meninggal dunia saja. Kalau ada pemberitahuan langsung dari pemerintah kan bisa lebih puas,” ujar Wahyudi di rumah Duka Jalan Mangaan V, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Menurut Wahyudi, informasi lain yang mereka terima, pemerintah tidak memberangkatkan keluarga untuk menyaksikan korban crane yang dimakamkan di Arab Saudi.

“Pemerintah juga tidak memberangkatkan keluarga korban. Soal asuransi juga tidak tahu, padahal Raja Arab Saudi informasinya mau kasih santunan, tapi belum tahu kelanjutannya,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Tayib, suami Painem. Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi langsung dari pemerintahan.

“Enggak ada informasi yang rinci. Kami juga dapat informasi meninggalnya almarhumah dari ustad pembimbing,” kata Tayib.

Mendengar penuturan keluarga korban, Ramadhan langsung berinisiatif menghubungi Menteri Agama Lukam Hakim Saifuddin untuk segera memberikan informasi kepada keluarga korban.

Ramadhan juga langsung memberikan informasi terkait insiden yang menewaskan tujuh jamaah asal Indonesia itu. Dirinya juga memberikan nomor keluarga korban kepada seorang staf kepresidenan.

“Insyallah segera dapat informasi dari pemerintah. Nomor telephone kedua keluarga korban juga sudah saya berikan ke staf kepresidenan, kalau sudah dapat informasi agar langsung menghubungi keluarga korban,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, kepada awak media, Ramadhan Pohan menyesalkan lambannya proses informasi yang seharusnya diterima pihak keluarga korban.

Ramadhan menegaskan, pemerintah RI, khususnya Kementerian Agama harus segera mengontak keluarga kedua almarhumah. Tak hanya itu, Pemkot Medan lanjut Ramadhan seharusnya juga cepat dan tanggap mencari informasi secara konfrehensip terkait musibah itu.

“Pertama kita turut berdukacita sedalamnya atas musibah itu ya. Dan dengan tegas kita minta Pemerintah bekerja cepatlah. Biar ada kejelasan. Tak baik membiarkan keluarga korban bingung tanpa penjelasan soal musibah dan penanganan semua urusan pasca musibah. Pemko Medan harus segera temui keluarga di rumah duka kedua korban,” ujar Ramadhan.

()

(Nebby)