Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi ini melemah 0,21 persen atau sebesar 30 poin menjadi Rp14.265 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.235 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS bertahan di area positif seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap resesi ekonomi Amerika Serikat.

“Imbal hasil obligasi AS yang cenderung meningkat menandakan kekhawatiran pasar akan resesi ekonomi AS mereda,” katanya, Selasa (20/8).

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah AS yang sepakat untuk memperpanjang penangguhan sementara hukuman perusahaan telekomunikasi Huawei turut mempengaruhi pergerakan dolar AS.

“Situasi itu membuat tensi kekhawatiran mengenai politik dan ekonomi antara AS-China di pasar keuangan mereda, dolar AS kembali diminati,” katanya.

Sementara dari internal, lanjut Ariston, sentimen positifnya relatif masih minim, pelaku pasar sedang menanti kebijakan dari Rapat Dewan Gubenur (RDG) Bank Indonesia yang sedianya akan dilaksanakan pada 21-22 Agustus 2019.

(Abdul Hamid)