Mantan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, saat diskusi Aktual Forum dengan tema Nasib Perusahaan "Plat Merah" Di Bawah Kebijakan Rini Soemarno di Jakarta, Minggu (13/5/18). Perusahaan BUMN seharusnya bisa menjadi pengerak ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Seperti China, dulu BUMN motornya bibarengi swasta, tapi Indonesia terbalik, dengan segala kelebihan yg terjadi, BUMN kita malah jadi faktor yang memperlambat ekonomi, karena jadi alat kekuasaan dan pengelolaannya tidak profesional. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kandidat Calon Presiden (Capres) Rizal Ramli, mengingatkan pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan rakyat.

Menurutnya, kebijakan yang tidak tepat sasaran, dapat membuat rakyat meluapkan amarahnya, sehingga dapat menggoyang pemerintah.

“Kalau kita tidak hati-hati, hari ini mulai ada krisis kepercayaan, krisis ekonomi juga sudah mandek, mulai gejala krisis moneter juga sudah berjalan. Ada keresahan juga dari berbagai kelompok yang tidak nyaman dan aman,” papar Rizal dalam orasi politiknya di acara ’20 Tahun Reformasi 21 Mei 1998 – 21 Mei 2018′ di Jakarta, Senin (21/5).

Ia menilai, situasi ini hampir mirip dengan waktu menjelang terlaksananya Reformasi 20 tahun lalu. Hal-hal yang diucapkannya di atas juga terjadi secara bersamaan hingga menimbulkan demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa pada saat itu.

“Kami kahwatir, jangan-jangan bisa terjadi sesuatu (perubahan) yang lebih cepat (sebelum Pemilu), seperti 98,” tandasnya.

Rizal sendiri lebih memilih agar hal itu tidak terjadi dan pemerintahan tetap berjalan hingga 2019 nanti.

“Tapi kadang-kadang ada hal yang susah dihindari, karena banyak sekali blunder dan salah langkah yang menimbulkan antipati dan membuat situasi semakin sulit,” jelasnya.

 

Teuku Wildan

()