Maryo Saputra Sanuddin, Kepala Divisi Kampanye Sawit Watch menambahkan, selama ini kelapa sawit Indonesia sudah banyak berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. Namun, faktor pendukung lain seperti penanganan konflik, permasalahan lingkungan, persoalan harga tandan buah segar petani yang tidak menentu menjadi permasalahan yang belum bisa tuntas oleh pemerintah atau DPR.

“Karena cita-cita kita menjadikan kelapa sawit yang berkelanjutan tentu perlu dibarengi dengan kerja nyata dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada saat ini,” kata dia.

Apalagi, lanjutnya, konflik sosial, persoalan lingkungan merupakan indiktor utama dalam menentukan kelapa sawit berkelanjutan atau tidak. Dan persoalan-persoalan tersebut, jauh lebih baik diselesaikan terlebih dahulu daripada membuat UU yang sebenarnya sudah ada.

“Jadi, RUU ini tidak perlu dilanjutkan lagi, tetapi menyelesaikan persoalan mendasar di sektor ini harus menjadi pembahasan serius oleh Pemerintah dan DPR untuk mewujudkan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.”

[Busthomi]

(Wisnu)