Surabaya, Aktual.com – Tim SAR gabungan hari ini, Minggu (16/4), belum menemukan korban tanah longsor yang terjadi di Desa Kepel, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sejak sepekan lalu.

“Upaya pencarian korban hari ini dimulai pukul 07.00-11.00 WIB, kemudian dilanjutkan 13.00-16.00 WIB, namun belum ditemukan korban,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Sudarmawan di Surabaya, Minggu malam.

Operasi SAR yang dipimpin Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letnan Kolonel (Arh) Sri Rusyono diikuti 475 personel yang dibagi menjadi tujuh SAR Regu (SRU).

SRU 1-5 bertugas mendampingi alat berat atau ekskavator dalam proses pencarian korban, kemudian SRU 6 membuka aliran air di ujung material dan SRU 7 adalah “safety officer” agar proses evakuasi berjalan lancar.

Khusus alat berat, kata dia, total berjumlah empat unit ekskavator yang sudah berada di lokasi, sehingga pencarian korban ke depan diperkirakan lebih cepat dari sebelumnya yang menggunakan alat gali manual.

“Peralatan yang digunakan dalam operasi SAR yaitu alkon sejumlah tiga unit dan ‘chainshaw’ empat unit,” ucap mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan tersebut.

Sementara itu, jumlah tangki air bersih yang disiagakan enam unit untuk menyalurkan air di daerah krisis air bersih di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, dengan jumlah warga terdampak 450 kepala keluarga.

Enam unit truk tangki yang disiapkan masing-masing satu unit milik BPBD Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur serta PDAM milik Kabupaten Nganjuk.

 

Ant.

()