Jakarta, Aktual.com – Tes Covid-19 yang dilakukan di Indonesia jauh dari standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) selama setahun pandemi berlalu.

WHO telah menetapkan standar pemeriksaan 1:1.000 penduduk per pekan.

Dengan data populasi Indonesia mencapai 270.2 juta jiwa, sewajarnya sekitar 270 ribu orang diperiksa per pekan.

Terhitung sejak kasus pertama 2 Maret 2020 hingga 1 Maret 2021, jumlah testing yang dilakukan pemerintah Indonesia berada pada angka 7.213.192 orang dengan total 10.834.875 spesimen.

Itu artinya hanya 2.67 dari 270.2 juta penduduk Indonesia yang diperiksa.

Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran virus Corona.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memperpanjang PPKM mikro di sejumlah daerah yang akan segera berakhir pada 8 Maret 2021.

PPKM Mikro yang diterapkan 9-21 Februari diklaim membuahkan statistik positif, yakni peningkatan kasus positif virus Corona cenderung menurun di tujuh provinsi Jawa-Bali.

Begitu pula dengan kasus kematian, ikut menurun.

Tujuh provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

Pemerintah juga tengah melaksanakan program vaksinasi nasional yang telah dimulai beberapa waktu lalu.

Jokowi menargetkan vaksinasi covid-19 dapat menyasar 181 juta penduduk untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Diberitakan sebelumnya, kasus positif Covid-19 bertambah 5.826 orang pada Minggu (7/3).

Dengan demikian, total kasus positif di Indonesia mencapai 1.379.662 orang sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.194.656 orang (bertambah 5.146 orang) dinyatakan sembuh, dan 37.226 orang (bertambah 112 orang) lainnya meninggal dunia.

Sementara kasus aktif mencapai 147.740 orang, dengan penambahan 568 dibandingkan Sabtu (6/3).

Sebelumnya, kasus positif Covid-19 tepat setahun pandemi di Indonesia mencapai 1.347.026 pada 2 Maret 2021.

Dari jumlah tersebut 1.160.863 dinyatakan sembuh dan 36.518 meninggal dunia.(RRI)

(Warto'i)