Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman didampingi Advokat Egi Sudjana menjawab pertanyaan wartawan saat acara aksi solidaritas untuk Ratna Sarumpaet di Jakarta, Selasa (2/10). Para aktivis berkumpul untuk memberi dukungan kepada Ratna Sarumpaet dan meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus tersebut. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Habiburokhman mengatakan bahwa penentuan untuk duduk di kursi menteri bukanlah sekedar bagi-bagi kekuasaan. Akan tetapi partai yang dipercaya mengisi pos menteri, merupakan tugas bangsa.

“Sejauh ini setahu saya belum ada kursi menteri yang fixed untuk partai mana. Namun demikian, penentuan siapa jadi menteri apa tidak boleh dipandag sebagai sekadar bagi-bagi kue kekuasaaan,” katanya, Ahad (13/10).

“Kalau pun ada partai yang mendapatkan kursi menteri, harus dimaknai sebagai pembagian tugas kebangsaan yang tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Untuk diketahui Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago meminta Gerindra tetap menjadi oposisi. Menurutnya, oposisi berperan penting dalam check and balances pemerintahan.

“Kalau semua ingin masuk kabinet, terus siapa yang jadi checks and balances pada pemerintah?” katanya.

(Abdul Hamid)