Jakarta, Aktual.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin menanggapi santai dan tak khawatir soal rencana pengumuman kabinet bayangan calon presiden Prabowo Subianto. 

Terlebih, saat ini TKN cukup percaya diri lantaran masih mengungguli elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02 dalam sejumlah survei. 

“Semua lembaga survei yang kredibel menempatkan Jokowi-KH Ma’ruf jauh di atas Prabowo-Sandi,” ujar Sekretaris TKN Jokowi Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, Jumat (15/2). 

Menurut dia, mengumumkan kabinet bayangan dalam situasi tertekan tidak pas secara momentum, dan juga tidak mudah mencari tokoh hebat. 

“Mengapa? Yang mau dipasang masuk dalam kabinet bayangan pasti mikir-mikir, karena selain peluangnya menipis, namanya hanya dipakai sebagai alat dongkrak popularitas Prabowo, dan itu belum tentu berhasil,” katanya. 

Hasto pun meminta kubu Prabowo-Sandi untuk segera mengumumkan nama-nama itu secara resmi. Dirinya mengatakan, nama-nama yang akan disebut tidak terlepas dari para loyalisnya. 

“Silakan Pak Prabowo umumkan saja dalam minggu-minggu ini. Pasti nama2 yang masuk tidak terlepas dari loyalis mereka seperti Fadli Zon, Ratna Sarumpaet, Achmad Dani, Neno Warisman,” sambung politikus PDIP itu. 

Sementara nama-nama yang memiliki kompetensi tinggi akan berpikir 1000 kali sebelum namanya dimasukkan. “Sebab umumkan calon kabinet saat elektabilitas Prabowo turun dipastikan tidak dongkrak suara,” ujarnya. 

Kata Hasto, gagasan membuat kabinet bayangan itu seperti prematur, tidak memahami skala prioritas. Ia menilai, kelakuan seperti itu sering disebut orang Jawa “ngege mongso” atau jangan tergesa-gesa mengharapkan yang belum tentu terjadi. 

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengatakan menyusun sebuah kabinet bayangan lazim terjadi di negara demokrasi, tetapi tidak dengan Indonesia. 

“Meskipun dalam pikiran ke depan bagus juga mulai disiapkan kabinet bayangan, itu lumrah terjadi di negara demokrasi, tapi kalau di Indonesia itu belum lazim,” sebut Priyo di KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (14/2). 

Menurutnya, dari segi budaya politik Indonesia, mempersiapkan struktur kabinet jauh sebelum hasil perhitungan suara Pemilu resmi ditetapkan adalah hal baru. Jika ada, daftar nama di kabinet bayangan para paslon tidak mungkin di umumkan sekarang. 

Pun yang mengetahuinya hanya terbatas pada capres-cawapres bersangkutan saja. “Karena belum lazim ya mungkin ada sederet nama harus dipikirkan untuk memperkuat kabinet tentu itu tidak ada yang tahu, itu tidak mungkin di umumkan sekarang,” terangnya. 

Begitu pula yang ada di kubu paslon 02 Prabowo-Sandi. Menurut Priyo, mereka yang dianggap kredibel dan punya kemampuan sesuai pos-pos nya akan masuk dalam pertimbangan. 

()