Padang, Aktual.com — Pakar sosiologi lingkungan Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat (Jabar) Oekan mengatakan bahwa pemerintah atau pemangku kebijakan lainnya perlu memperlajari prinsip pengelolaan lingkungan dari tradisi yang ada di kampung atau masyarakat tradisional.

“Masyarakat kampung tidak mengerti teori modern ilmu lingkungan namun tradisi dan kegiatannya telah mencerminkan prinsip pengelolaan yang aman dan berkelanjutan, hal ini perlu jadi perhatian pemerintah,” katanya, di Padang, Rabu (26/8).

Dia mencontohkan dalam pengelolaan sampah atau limbah yang menggunakan prinsip 3 R atau 3M yakni mengurangi, memakai kembali, mendaur ulang.

Masyarakat di kampung menerapkan pola tersebut dengan pemasangan wc di atas kolam ikan.

Dimana tinja yang dibuang manusia, dimanfaatkan ikan untuk makanannya, yang kemudian dimakan lagi ikannya oleh manusia, terlepas dari kontroversi masalah tidak higienis atau tidak, imbuhnya.

Contoh lain pada lahan pertanian, tanaman jagung yang bisa dimakan buahnya oleh manusia, daunnya oleh hewan dan hewannya bisa dimakan, serta kotorannya untuk pupuk.

Hal tersebut kata Oekan membuktikan efisiensi pengelolaan lingkungan serta tidak merusaknya, sehingga penting untuk berkelanjutan.

“Bagi pimpinan yang terus menyuarakan pembangunan berkelanjutan, pelajaran tersebut dapat menjadi adopsi untuk penentuan kebijakan,” kata dia.

Sebagai contoh dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, dalam hal ini pemerintah perlu dengan tepat menganalisis sumber daya yang ada bukan sekedar melihat keuntungan secara ekonomi.

Disinilah katanya pimpinan bisa mengadopsi upaya sederhana petani dengan melakukan pengelolaan lahan untuk mendapatkan keuntungan.

Para petani tersebut tidak hanya berpikir akan mendapat untung produksi padi saja, namun juga sampingan lain.

Menurutnya, bila hal ini dikembangkan dan diperluas implementasinya oleh pemerintah, makan prinsip pembangunan berkelanjutan telah berjalan baik.

Hal senada dengan itu, penggiat bank sampah di Padang, Devi menilai bila pemerintah mengikuti tata cara tradisional dalam pengelolaan lingkungan, akan menjadikan hasilnya lebih aman dan terkendali.

Sebab selain sederhana, kegiatan warga di desa selalu memperhatikan kebersihan dan kesesuaian.

()

()