Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) dapat memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2019.

“Dengan adanya Federal Reserve menurunkan suku bunga, maka confidence dari konsumen dan investor akan meningkat,” kata Sri Mulyani saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Kamis (1/8).

“Maka kita berharap di dalam semester II mulai dari kuartal III nanti momentum itu mulai terlihat,” ucapnya.

Sebelumnya dini hari tadi waktu Indonesia, The Fed mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis poin) ke kisaran 2-2,5 persen sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.

Kebijakan itu merupakan penurunan suku bunga pertama yang dilakukan The Fed sejak krisis global pada Desember 2008.

Menurut Sri Mulyani, kebijakan tersebut akan meningkatkan performa perusahan-perusahan dalam negeri yang tahun lalu sempat mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga, kenaikan nilai tukar mata uang, dan pelemahan ekspor.

Selain itu, inflasi yang terjaga dengan baik bersamaan dengan momentun pemangkasan suku bunga The Fed akan mengurangi tekanan di negara-negara berkembang dan membuat harga-harga stabil di masyarakat.

“Dalam faktor domestik, kita melihat ada suatu momentum positif dan sekarang lingkungan global juga memberikan positive support terhadap itu,” ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), periode kuartal I 2019 laju perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,07 persen secara tahunan (Year on Year/YoY). Adapun pemerintah menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,3 persen.

(Arbie Marwan)