Jakarta, Aktual.com — Melanjutkan pemberitaan Aktual.com sebelumnya, berikut tata cara mandi junub yang benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW sebagai berikut:

1. Sebelum mandi, disunahkan untuk berwudu terlebih dahulu.

Dari Maimunah Ra,

وَغَسَلَفَرْجَهُوَمَااَصَابَهُمِنَاْلاَذَى٬ثُمَّيَتَوَضَّأُكَمَايَتَوَضَّأُلِلصَّلاَةِثُمَّيُدْخِلُاَصَابِعَهُفِىالمَاءِ٬فَيُخَلِّلُبِهَااُصُوْلَشَعْرِهِ٬ ثُمَّيَصُبُّعَلَىرَأسِهِثَلاَثَغُرَفٍبِيَدِهِثُمَّيُضِيْضُالْمَاءُعَلَىجِلدِهِكُلِّهِ

Artinya, “…….dan Beliau (Rasulullah SAW) membasuh farjinya serta kotoran yang menempel pada tubuhnya, kemudian berwudhu seperti halnya berwudu untuk salat. Sesudah itu, Beliau memasukkan jari-jarinya dalam air, lalu dengan jari-jari iu Beliau menyela-nyelai pangkal-pangkal rambutnya, kemudian menuangkan air atas kepalanya, tiga cidukan dengan tangannya, kemudian mengguyurkan air pada seluruh kulitnya.”(HR. Bukhari).

2. Mendahulukan untuk membasuh dengan air semua jenis kotoran maupun najis yang menempel di seluruh badan.

3. Pada permulaan mandi, disunahkan untuk membaca Basmallah dan doa,

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”

4. Menghadap ke arah kiblat setiap kali mandi

5. Mendahulukan membersihkan tubuh bagian kanan daripada tubuh bagian kiri. Dari Aisyah Ra berkata,

كَانَالنَّبِيُّ صَلَىاﷲُعَلَيْهِوَسَلَّمَيُعْجِبُهُاَلتَّيَمُنُوْفِىتَنَعُّلِهِوَتَرَجُّلِهِوَطُهُوْرِهِوَفِىشَأءنِهِكُلِّهِ

Artinya, “Nabi SAW menyukai memulai dengan kanannya ketika memakai sandal, menguraikan rambut kepalanya, bersuci dan dalam segala hal.”(HR. Bukhari dan Muslim)

6. Saat membasuh anggota badan, disunahkan untuk membasuhkan hingga tiga kali yang dimulai dari meratakan air ke seluruh tubuh lal dilanjutkan bagian tubuh lainnyaa yang dimulai dari sebelah kanan. Dari Jabir Ra berkata,

كَانَالنٌبِىٌصَلَى اﷲُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَأْخُذُثَلاَثَةَاَكُفٌوَيُفِضُهَاعَلَىرَأْسِهِ٬ثُمٌيُفِيْضُعَلَىسَاﺋِرِجَسَدِهِ

Artinya, “Nabi SAW mengambil tiga kali cidukan telapak tangan dan mengguyurkannya ke atas kepalanya, kemudian mengguyurkan ke seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari)

Dari Ummu Salamah Ra, bahwasannya Rasulullah SAW pernah berkata,

اِنَّمَايَكْفِيْكَاَنْتَحْثِىَعَلَىرَأْسِكِثَلاَثَحَثَيَاتٍ٬ثُمَّتُفِيْضِيْنَعَلَيْكِاْلمَاءَفَتَطْهُرِيْنَ

Artinya, “Sesungguhnya cukuplah kamu mengguyurkan ke atas kepalamu tiga kali cidukan, kemudian kamu guyurkan air ke tubuhmu, maka sucilah kamu.”

7. Setelah selesai mandi, disunahkan untuk membaca doa seperti membaca doa ketika telah selesai berwudu

اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bersuci (sholeh).”

(Sumber: Fatawa Arkanul Islam, Kitab Shahih Bukhari, Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah).

()

()