Tax Amnesty. (ilustrasi/aktual.com)
Tax Amnesty. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Sangat sulit bagi pemerintahan Jokowi untuk menyelamatkan APBN 2019. Bukan hanya karena masa transisi pemilu dan pilpres 2019, namun juga kondisi makro ekonomi yang buruk yang akan berujung bangkrutnya Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) yang diprediksi paling lambat kwartal III tahun 2019. Sepanjang kwartal I (pertama)?hingga Bulan Mei 2019 defisit APBN makin melebar dan membahayakan.

Secara khusus, penyebab utama bangkrutnya APBN 2019 adalah pertama ; utang jatuh tempo, bunga utang pemerintah yang besar.

Kedua ; APBN masih tersandera mensubsidi taipan BLBI, dan APBN tersandera dalam kebijakan subsidi taipan sawit. Batubara, bandar listrik, dan importir BBM. Ketiga ; APBN tesandera para bandar mega infrastruktur yang semakin adiktif dengan megaproyek baru. Keempat ; memburuknya kondisi makro ekonomi Indonesia dan kondisi global yang mengalami pelemahan yang direspon oleh perang dagang USA vs China.

Kondisi APBN Indonesia tampaknya tidak akan selamat melewati kwartal III tahun 2019. Ambruknya APBN bisa lebih cepat dikarenakan situasi internasional, perang dagang dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global, penurunan harga komoditas, meningkatnya resiko keuangan global, meningkatnya suku bunga global, yang memburuk lebih cepat dari perkiraan.

Sementara pada saat yang sama kemampuan pemerintah mendapatkan sumber sumber pembiayaan semakin sulit, baik pendapatan dari bagi hasil SDA, minyak, gas, batubara, sawit yang menurun dan penerimaan utang bilateral serta global bond. Sementara penerimaan perpajakan terus melemah seiring dengan bangkrutnya banyak perusahaan dan pelemahan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi penyumbang terbesar dalam struktur penerimaan negara.

(Abdul Hamid)