Jakarta, Aktual.com — Presiden Joko Widodo pada Rabu (22/7) kemarin, menggelar halalbihalal di Istana Negara Jakarta. Acara ini baru digelar usai Idul Fitri, karena saat Lebaran Jokowi berada di Aceh dan Solo. Dalam menggelar acara tersebut, Presiden Jokowi telah menghabiskan anggaran Rp 983 juta dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Direktur Centre For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi mengatakan, anggaran tersebut diperuntutkan untuk pengadaan snack dan minuman dalam rangka acara silaturahmi Presiden RI menyambut hari raya idul fitri 1436 H sebesar Rp 400.000.000. Kemudian, pengadaan jamuan bagi presiden RI dan keluarga serta para menteri dan korps diplomatik dalam rangka acara open house idul fitri 1436 H sebesar Rp 583.437.000.

Dari semua itu, sambung Uchok, ada yang janggal mengenai ditender secara terbuka itu. Pasalnya dari pemenang dua kegiatan diatas itu dimenangkan oleh satu perusahaan saja yakni oleh PT Cultureroyale Indonesia yang terletak di Jl komplek TNI AU Triloka Pancoran, Jakarta selatan.

“Padahal, banyak dalam menggelar acara tersebut yang ikut tender. Namun, hanya PT Cultureroyal Indonesia saja yang menang. Pemenangan tender itu pun dirasa aneh, seperti hanya dengan bacaan mantra “bim salahbim” perusahaan lain dikalahkan atau disingkirkan dalam lelang,” kata dia kepada Aktual.com, Kamis (23/7).

Kejanggalan lain lagi, ujar Uchok yakni mengenai harga pemenang dari PT Cultureroyale Indonesia. Perusahaan itu memasang harga tinggi yaitu sebesar Rp 353.000.000. Sedangkan PT Lotus Veora Sejati yang mematok harga sebesar Rp 342.000.000 disingkirkan oleh pihak panitia tender.

“Artinya, dengan kalahnya perusahaan yang menawarkan yang lebih rendah dan murah, potensi negara dirugikan sebesar Rp 11.000.000.”

Dia pun meminta, proses lelang di lingkar Istina segera diusut. Pasalnya, sambung Uchok ada bayangan keanehan dalam menentukan pemenang lelang ini. “Istana…istana…istana sudah menghambur hambur duit untuk anggaran leberan Jokowi, tapi lelangnya nggak becus lagi,” ujar dia.

(Wisnu)