Jakarta, Aktual.com — Isu reshuffle di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla belakangan ini kian santer. Salah satu isu reshuffle kian santer ke salah satu menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Namun demikian, untuk menepis salah satu isu tersebut, partai yang dikomandoi oleh Muhaimin Iskandar itu buru-buru menempis kabar tak sedap itu. “Sampai hari ini pertemuan saya dengan Pak Jokowi, belum ada menteri dari PKB yang kena. Tapi kita lihat nanti, itu sepenuhnya kewenangan Presiden,” kata Muhaimin di Jakarta, Minggu (5/7).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu melah menyarankan Presiden Jokowi yang ingin mengganti menterinya, maka yang paling tepat diganti merupakan menteri di bidang ekonomi.

“Kalau mau menyoroti kan ekonomi. Kalau reshuffle, ya tim ekonomi dulu,” kata Muhaimin.

Muhaimin menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini cukup merisaukan, ekonomi melambat dan terjadi penurunan daya beli maupun daya jual. “Harus ada terobosan cepat. Misalnya investasi jangan dihambat. Sekalipun kelihatan merakyat tapi kalau menghambat kalau bisa jangan. Kita bisa berpikir jangka panjang, tapi jangka pendek jangan diabaikan,” katanya.

Menurut Menakertrans dalam Kabinet Indonesia Bersatu II itu, reshuffle merupakan kebutuhan untuk reorganisasi dan revitalisasi. “Itu persepsi saya dan PKB akan melakukan revitalisasi dulu,” kata Muhaimin.

(Ant)

(Wisnu)