Jakarta, Aktual.com – Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Gunung Jati Bandung Mahbub Hefdfzil Akbar menilai, pihak yang tersinggung dengan hasil Bahsul Masail Nahdlatul Ulama, yang melarang penyebutan kafir bagi non muslim adalah pihak yang penganut ideologi ekstrem doktrin al Bara.

Anehnya, mereka yang tak setuju pandangan NU, justru rata-rata diduga kelompok pendukung Prabowo. Padahal, nyata keluarga besar Prabowo mayoritas kategori non muslim. Hanya Prabowo dan ayahnya yang muslim.

“Kelompok garis keras pasti menganut doktrin al bara’ ini, membenci setiap non muslim. Teroris ISIS, al Qaida, JAD dan lain-lain seringkali mengulang-mengulang doktrin ini,” kata dia dalam

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut dia, di dunia salafisme modern, doktrin ini gencar didakwahkan di seluruh dunia baik atas nama anti asing atau sesama muslim yang mereka tuduh kafir, bermaksiat bahkan yang menganut sistem kafir seperti demokrasi. NU seringkali dituduh sesat oleh kelompok ini.

Menurutnya, negara di Timur Tengah juga luluh lantak oleh doktrin kebablasan dan disalahgunakan ini. Mengapa kebablasan? Karena Rasulullah sendiri bergaul baik, bertransaksi dengan non muslim Madinah.

(Abdul Hamid)
1
2